Pages

Subscribe:

11 Januari 2010

Berburu Serigala

Ada sebuah cerita tentang suku eskimo yang berada di pegunugngan es.

Salah satu kegiatan mereka di daerah yang dingin tersebut adalah berburu serigala.

Dan tahukah Anda, bahwa suku eskimo memiliki cara yang sangat unik untuk berburu serigala.

Beginilah caranya :

Sebelum berburu, para pemburu melumuri mata tombak dengan darah segar dari binatang lain.

Kemudian, di siang hari, pemburu tersebut pergi ke daerah yang sering dilewati oleh serigala-serigala.

Setelah itu ditancapkannya tombak tersebut dengan mata tombak menghadap ke atas dan ukuran tombaknya pun sangat pendek. Lalu setelah menancap dengan kuat di tanah. Pemburu pun pulang ke rumahnya kembali.

Malam harinya, ketika para serigala keluar untuk mencari mangsa, mereka mencium aroma darah dari mata tombak tersebut dan menghampirinya.

Lalu menjilati mata tombak tersebut, mereka mengira itu adalah darah dari mangsa mereka.

Karena terlalu menikmati dan karena di daerah kutub udaranya sangat dingin, para serigala tidak sadar bahwa lidah mereka berdarah-darah karena terkena mata tombak.

Dan darah yang mereka keluarkan semakin dijilati dengan semangat sampai akhirnya mereka kehabisan darah dan mati.

Pada pagi harinya, para pemburu tinggal mengambil bangkai serigala tanpa susah payah.

PESAN MORAL :

Begitulah juga dengan diri kita, sering kali kita terbuai oleh kenikmatan-kenikmatan yang kita sendiri tidak pernah tahu akan menghancurkan diri kita sendiri.

Kita tidak sadar bahwa kita sedang menjilati mata tombak yang tajam dan menelan darah sendiri.

Dan sering kali ketika sudah menyadarinya, maka segalanya telah terlambat dan yang tertinggal hanyalah penyesalan.

Mulailah introspeksi diri kita saat ini juga. Jangan sampai kita terbuai dalam kenikmatan yang semu, yang menghancurkan diri kita sendiri.

08 Januari 2010

Penari

Di suatu kota kecil ada seorang putri yang cantik dan suka sekali menari.

Putri ini sangat rajin belajar menari dan dia sering mengikuti beberapa perlombaan menari yang diadakan di kota itu ataupun kota-kota sekitarnya, dan seringkali putri ini memenangkan perlombaan-perlombaan tersebut.

Pada suatu saat walikota dari kota tersebut akan mengadakan pagelaran seni menari yang sangat spektakuler dan dihadiri oleh beberapa guru menari dari beberapa negara, yang tentu sudah bertaraf international.

Tiba saatnya si putri ini untuk menunjukkan kebolehannya di hadapan seorang guru yang sangat dia kagumi selama ini.

Saat si putri ini sedang menari (kurang lebih 5 menit) tiba-tiba sang guru keluar dari area menari.

Sang guru ini keluar dari area itu karena dia merasa kecapekan (pagelaran seni tari ini begitu padat).

Ketika sang guru ini meninggalkan area tari, secara langsung si putri tersentak dengan emosi yang begitu tinggi sehingga tanpa berpikir panjang si putri menghentikan tariannya, lari meninggalkan area tari itu dan langsung dia pulang.

Si putri merasa dikecewakan karena sang guru yang dia kagumi tidak mau melihat tariannya sampai selesai. Dan saat itu juga dia sudah tidak mau lagi untuk belajar menari dan bahkan baju-baju tarinya dia jual semua.

Semenjak itu si putri tidak lagi mendalami seni tari, malahan mulai bekerja pada sebuah perusahaan roti. Si putri ditempatkan pada bagian pengepakan roti-roti yang akan didistribusikan ke outlet-outlet di kota itu.

Dua puluh tahun kemudian kota tersebut mengadakan pagelaran seni tari lagi. Si Putri ingin sekali untuk melihat pagelaran tersebut.

Dalam hatinya si putri ingin sekali berjumpa dengan sang guru pujaannya dan seandainya aku dapat ketemu beliau, aku akan bertanya ‘mengapa Bapak meninggalkan saya ketika saya sedang menari??’

Ketika waktu rehat sejenak si putri ini berusaha untuk mencari sang guru tersebut dan kebetulan guru itu sedang duduk santai dan tanpa disengaja dua insan ini saling berpandangan.

Sang guru menyapanya: “Wah…kamu ini seingat saya pernah menari di hadapan saya, kira-kira 20 tahun yang lalu. Bagaimana kabar kamu sekarang dan bagaimana perkembangan menarimu, dan tentu kamu sudah menjadi penari yang hebat ya?”

Sontak saja si putri berkata: “Mengapa waktu itu Bapak begitu saja meninggalkan saya ketika saya menari baru beberapa menit saja, apakah tarian saya begitu jeleknya sehingga Bapak meninggalkan area menari itu ?? Saya sekarang bekerja hanya sebagai pegawai dari perusahaan roti.”

Sang guru berkata: “Saat kamu menari sebenarnya saya sudah tahu bahwa tarianmu itu sangat bagus dan saya tidak perlu sampai menunggu kamu untuk menyelesaikan tarianmu.

Saya meninggalkan area tarian untuk mengambil kartu nama saya yang akan saya berikan kepadamu dengan harapan kamu dapat menghubungi saya sewaktu-waktu, karena saat itu saya juga merasa kecapekan.

Namun saat saya kembali ke area menari ternyata kamu sudah tidak ada di area tersebut.”

Mendengar perkataan sang guru itu si putri begitu tercengang dan merasa bahwa keputusannya selama ini salah.

PESAN MORAL :

Dari cerita diatas kita mendapatkan pembelajaran yang begitu menarik dan indah. Jadilah diri anda sendiri dan kalau anda ingin mewujudkan impian anda, jangan harapkan pujian dari orang lain. Fokuslah pada impian anda.

Jadilah Penari dengan tarian yang indah dan dikagumi banyak orang!

01 Januari 2010

Piano

Kisah ini terjadi di Rusia.

Seorang ayah, yang memiliki putra yang berusia kurang lebih 5 tahun, memasukkan putranya tersebut ke sekolah musik untuk belajar piano. Ia rindu melihat anaknya kelak menjadi seorang pianis yang terkenal.

Selang beberapa waktu kemudian, di kota tersebut datang seorang pianis yang sangat terkenal.

Karena ketenarannya, dalam waktu singkat tiket konser telah terjual habis. Sang ayah membeli 2 buah tiket pertunjukan, untuk dirinya dan anaknya..

Pada hari pertunjukan, satu jam sebelum konser dimulai, kursi telah terisipenuh, sang ayah duduk dan putranya tepat berada di sampingnya.

Seperti layaknya seorang anak kecil, anak ini pun tidak betah duduk diam terlalu lama, tanpa sepengetahuan ayahnya, ia menyelinap pergi.

Ketika lampu gedung mulai diredupkan, sang ayah terkejut menyadari bahwa putranya tidak ada di sampingnya.

Ia lebih terkejut lagi ketika melihat anaknya berada dekat panggung pertunjukan, dan sedang berjalan menghampiri piano yang akan dimainkan pianis tersebut.

Didorong oleh rasa ingin tahu, tanpa takut anak tersebut duduk di depan piano dan mulai memainkan sebuah lagu, lagu yang sederhana, twinkle2 little star.

Operator lampu sorot, yang terkejut mendengar adanya suara piano mengira bahwa konser telah dimulai tanpa aba-aba terlebih dahulu, dan ia langsung menyorotkan lampunya ke tengah panggung.

Seluruh penonton terkejut, melihat yang berada di panggung bukan sang pianis, tapi hanyalah seorang anak kecil.

Sang pianis pun terkejut, dan bergegas naik ke atas panggung.

Melihat anak tersebut, sang pianis tidak menjadi marah, ia tersenyum dan berkata, "Teruslah bermain" dan sang anak yang mendapat ijin, meneruskan permainannya.

Sang pianis lalu duduk, di samping anak itu, dan mulai bermain mengimbangi permainan anak itu, ia mengisi semua kelemahan permainan anak itu, dan akhirnya tercipta suatu komposisi permainan yang sangat indah.

Bahkan mereka seakan menyatu dalam permainan piano tersebut.

Ketika mereka berdua selesai, seluruh penonton menyambut dengan meriah, karangan bunga dilemparkan ke tengah panggung.

Sang anak merasa bangga, pikirnya, "Wow, baru belajar piano sebulan saja sudah hebat!"

Ia lupa bahwa yang disoraki oleh penonton adalah sang pianis yang duduk di sebelahnya, mengisi semua kekurangannya dan menjadikan permainannya sempurna.

PESAN MORAL :

Kadang kita bangga akan segala rencana hebat yang kita buat, perbuatan-perbuatan besar yang telah berhasil kita lakukan.

Tapi kita lupa, bahwa semua itu terjadi karena Tuhan ada di samping kita. Kita adalah anak kecil tadi, tanpa ada Tuhan di samping kita, semua yang kita lakukan akan sia-sia.

Tapi bila Tuhan ada di samping kita, sesederhana apapun hal yang kita lakukan hal itu akan menjadi hebat dan baik, bukan saja buat diri kita sendiri tapi juga baik bagi orang di sekitar kita.

Di tahun 2010 ini, semoga kita tidak pernah lupa bahwa ada Tuhan di samping kita.


May God always be with you in all you do....