
Suatu saat ketika sedang bekerja, secara tak disengaja arlojinya terjatuh dan terbenam di antara tingginya tumpukan serbuk kayu.
Arloji itu adalah sebuah hadiah dan telah dipakainya cukup lama.
Ia amat mencintai arloji tersebut.
Karenanya ia berusaha sedapat mungkin untuk menemukan kembali arlojinya.
Sambil mengeluh mempersalahkan keteledoran diri sendiri si tukang kayu itu membongkar tumpukan serbuk yang tinggi itu.
Teman-teman pekerja yang lain juga turut membantu mencarinya.
Namun sia-sia saja. Arloji kesayangan itu tetap tak ditemukan.
Tibalah saat makan siang. Para pekerja serta pemilik arloji tersebut dengan semangat yang lesu meninggalkan bengkel kayu tersebut.
Saat itu seorang anak yang sejak tadi memperhatikan mereka mencari arloji itu, datang mendekati tumpukan serbuk kayu tersebut.
Ia menjongkok dan mencari.
Tak berapa lama berselang ia telah menemukan kembali arloji kesayangan si tukang kayu tersebut.
Tentu si tukang kayu itu amat gembira.
Namun ia juga heran, karena sebelumnya banyak orang telah membongkar tumpukan serbuk namun sia-sia.
Tapi anak ini cuma seorang diri saja, dan berhasil menemukan arloji itu.
"Bagaimana caranya engkau mencari arloji ini ?", tanya si tukang kayu.
"Saya hanya duduk secara tenang di lantai. Dalam keheningan itu saya bisa mendengar bunyi tok-tak, tok-tak. Dengan itu saya tahu di mana arloji itu berada", Anak itu menjawab.
inspiratif kung...
BalasHapuskadang kita hanya perlu tenang ketika mencoba menyelesaikan masalah... :) thanks
makasih sahabatku sibaho way telah lama tidak mampir ke gubugku.
BalasHapusmemang segala masalah harus kita hadapi dengan kebesaran jiwa dan kesabaran hati,maka semuanya akan beres.
salam rahayu.
wah tengah malem mbaca tulisan yang enak banget adem........
BalasHapussalam kangen yanh kung dan salam buat kelurga semuanya
BalasHapussahabatku batjoe terima kasih,memang udaranya lagi adem karena baru saja hujan.
BalasHapussalam rindu kembali untuk semua keluarga disini.
orang yang sibuk hanya mampu mengolah data per byte saja dalam otaknya
BalasHapusnamun dalam ketenangan apalagi dalam keheningan meditatif jutaan byte mampu diolah otak
betul mas tommy,keheningan adalah modal awal dari setiap keberhasilan.
BalasHapusKita perlu keseimbangan lahir maupun batin.