Pages

Subscribe:

09 April 2010

Bukan Pengemis

Seorang pemuda yang sedang lapar pergi menuju restoran jalanan dan ia pun menyantap makanan yang telah dipesan.

Saat pemuda itu makan datanglah seorang anak kecil laki-laki menjajakan kue kepada pemuda tersebut, "Pak, mau beli kue, Pak?"

Dengan ramah pemuda yang sedang makan menjawab "Tidak, saya sedang makan".

Anak kecil tersebut tidaklah berputus asa dengan tawaran pertama.

Ia tawarkan lagi kue setelah pemuda itu selesai makan, pemuda tersebut menjawab "Tidak 'dek saya sudah kenyang".

Setelah pemuda itu membayar ke kasir dan beranjak pergi dari warung kaki lima, anak kecil penjaja kue tidak menyerah dengan usahanya yang sudah hampir seharian menjajakan kue buatan bunda.

Mungkin anak kecil ini berpikir "Saya coba lagi tawarkan kue ini kepada bapak itu, siapa tahu kue ini dijadikan oleh-oleh buat orang dirumah".

Ini adalah sebuah usaha yang gigih membantu ibunda untuk menyambung kehidupan yang serba pas-pasan ini.

Saat pemuda tadi beranjak pergi dari warung tersebut anak kecil penjaja kue menawarkan ketiga kali kue dagangan.

"Pak mau beli kue saya?", pemuda yang ditawarkan jadi risih juga untuk menolak yang ketiga kalinya.

Kemudian ia keluarkan uang Rp. 1.500,00 dari dompet dan ia berikan sebagai sedekah saja.

"Dik ini uang saya kasih, kuenya nggak usah saya ambil, anggap saja ini sedekahan dari saya buat adik".

Lalu uang yang diberikan pemuda itu ia ambil dan diberikan kepada pengemis yang sedang meminta-minta.

Pemuda tadi jadi bingung, lho ini anak dikasih uang kok malah dikasih kepada orang lain.

"Kenapa kamu berikan uang tersebut, kenapa tidak kamu ambil?"

Anak kecil penjaja kue tersenyum lugu menjawab,
"Saya sudah berjanji sama ibu di rumah ingin menjualkan kue buatan ibu, bukan jadi pengemis, dan saya akan bangga pulang ke rumah bertemu ibu kalau kue buatan ibu terjual habis. Dan uang yang saya berikan kepada ibu hasil usaha kerja keras saya. Ibu saya tidak suka saya jadi pengemis".

Pemuda tadi jadi terkagum dengan kata-kata yang diucapkan anak kecil penjaja kue yang masih sangat kecil buat ukuran seorang anak yang sudah punya etos kerja bahwa "kerja itu adalah sebuah kehormatan", kalau dia tidak sukses bekerja menjajakan kue, ia berpikir kehormatan kerja di hadapan ibunya mempunyai nilai yang kurang.

Dan suatu pantangan bagi ibunya, anaknya menjadi pengemis.

Ia ingin setiap ia pulang kerumah ibu tersenyum menyambut kedatangannya dan senyuman bunda yang tulus ia balas dengan kerja yang terbaik dan menghasilkan uang.

Kemudian pemuda tadi memborong semua kue yang dijajakan lelaki kecil, bukan karena ia kasihan, bukan karena ia lapar tapi karena prinsip yang dimiliki oleh anak kecil itu "kerja adalah sebuah kehormatan" ia akan ~ mendapatkan uang kalau ia sudah bekerja dengan baik. ~

Semoga cerita di atas bisa menyadarkan kita tentang arti pentingnya kerja.

Bukan sekadar untuk uang semata.

Jangan sampai mata kita menjadi "hijau" karena uang sampai akhirnya melupakan apa arti pentingnya kebanggaan profesi yang kita miliki.

Sekecil apapun profesi itu, kalo kita kerjakan dengan sungguh-sungguh, pastilah akan berarti besar.Good Luck:)

06 April 2010

Madu

Dahulu kala di sebuah kerajaan antahbrantah, seorang Raja akan mengadakan sebuah pesta.

Pesta itu diadakan untuk memperingati kemakmuran negerinya.

"Semua rakyatku, kalian semua aku undang ke pestaku. Syaratnya cuma setiap keluarga membawa 1 sendok madu.

Madu itu akan aku kumpulkan di sebuah gentong besar ini.

Ini untuk membutikan bahwa kita kaya akan madu" titah Raja.

Negeri itu memang terkenal dengan madunya. Para musafir menyebutnya surga madu.

Dan keesok harinya semua rakyatnya datang dengan membawa 1 sendok yang berisi sebuah cairan.

Setelah semua cairan yang dibawa masing-masing keluarga dikumpulkan di sebuah gentong dan gentong itu ditutup.

Besoknya setelah gentongnya dibuka ternyata hampir semua isinya adalah air.

Mengapa ini terjadi apakah ada tindakan sabotase?

Selidik punya selidik ternyata sebagian besar rakyatnya hanya membawa sesendok air.

Masing-masing keluarga berpikir jika hanya satu sendok air pasti tidak ketahuan. Dan pikiran hampir sebagian bear rakyatnya sama.


NB: Jika kita mulai berbuat kecurangan maka orang lain juga akan berbuat yang sama. Mereka pasti bilang kalau kamu boleh kenapa aku tidak?????

03 April 2010

You are my sunshine, my only sunshine, you make me happy.. when skies are grey..

Seorang ibu muda, Karen namanya, sedang mengandung bayinya yang ke dua.

Sebagaimana layaknya para ibu, Karen memberitahu Michael anaknya yg pertama yg baru berusia 3 tahun bagi kehadiran adik bayinya.

Michael senang sekali akan punya adik. Kerap kali ia menempelkan telinganya diperut ibunya.

Dan karena Michael suka bernyanyi, ia pun sering menyanyi bagi adiknya yg masih diperut ibunya itu.

Nampaknya Michael amat sayang sama adiknya yang belum lahir itu.

Tiba saatnya bagi Karen untuk melahirkan.

Tapi sungguh di luar dugaan,terjadi komplikasi serius. Baru setelah perjuangan berjam-jam adik Michael dilahirkan.

Seorang bayi putri yang cantik, sayang kondisinya begitu buruk sehingga dokter yang merawat dengan sedih berterus terang kepada Karen ;"Bersiaplah jika sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi".

Karen dan suaminya berusaha menerima keadaan dengan sabar dan hanya bisa pasrah kepada yang Kuasa.

Mereka bahkan sudah menyiapkan acara penguburan buat putrinya sewaktu-waktu dipanggil Tuhan.

Lain halnya dengan kakaknya Michael, sejak adiknya dirawat di ICU ia merengek terus!
"Mami,... aku mau nyanyi buat adik kecil!"

Ibunya kurang tanggap. "Mami, ....aku pengen nyanyi!"

Karen terlalu larut dalam kesedihan dan kekuatirannya.

"Mami, ....aku kepengen nyanyi!" Ini berulang kali diminta Michael bahkan sambil meraung menangis.

Karen tetap menganggap rengekan Michael rengekan anak kecil.

Lagi pula ICU adalah daerah terlarang bagi anak-anak.

Baru ketika harapan menipis, sang ibu mau mendengarkan Michael.

Baik, setidaknya biar Michael melihat adiknya untuk yang terakhir kalinya. Mumpung
adiknya masih hidup!

Ia dicegat oleh suster didepan pintu kamar ICU. Anak kecil dilarang masuk!

Karen ragu-ragu. Tapi, suster.... suster tak mau tahu; ini peraturan! Anak kecil dilarang dibawa masuk!

Karen menatap tajam suster itu, lalu katanya:
"Suster, sebelum menyanyi buat adiknya, Michael tidak akan kubawa pergi! Mungkin ini yang terakhir kalinya bagi Michael melihat adiknya!"

Suster terdiam menatap Michael dan berkata, "Tapi tidak boleh lebih dari lima menit!"

Demikianlah kemudian Michael dibungkus dengan pakaian khusus lalu dibawa masuk ke ruang ICU.

Ia didekatkan pada adiknya yang sedang tergolek dalam sakratul maut.

Michael menatap lekat adiknya...... lalu dari mulutnya yang begitu kecil mungil keluarlah suara nyanyian yang nyaring :

'......You are my sunshine, my only sunshine, you make me happy when skies are grey...."

Ajaib! Si Adik langsung memberi respon. Seolah ia mendengar nyanyian dari kakaknya.

"You never know, dear, How much I love you. Please don't take my sunshine away."

Denyut nadinya menjadi lebih teratur. Karen dengan haru melihat dan menatapnya dengan tajam dan terus,....terus Michael! "Teruskan sayang!" bisik ibunya....

"The other night, dear, as I laid sleeping, I dream, I held you in my hands....."

Dan......Sang adikpun meregang, seolah menghela napas panjang. Pernapasannya lalu menjadi teratur........

"I'll always love you and make you happy, if you will only stay the same......."

Sang adik kelihatan begitu tenang .... sangat tenang.

"Lagi sayang!" bujuk ibunya sambil mencucurkan air matanya.

Michael terus bernyanyi dan.... adiknya kelihatan semakin tenang, relax dan damai....... lalu tertidur lelap.

Suster yg tadi nya melarang untuk masuk, kini ikut terisak-isak menyaksikan apa yg telah terjadi atas diri adik Michael dan kejadian yang baru saja ia saksikan sendiri.

Hari berikutnya, satu hari kemudian si adik bayi sudah diperbolehkan pulang.

Para tenaga medis tak habis pikir atas kejadian yg menimpa pasien yg satu ini.

Mereka hanya bisa menyebutnya sebagai sebuah therapy ajaib, dan Karen juga suaminya melihatnya sebagai Mujizat Kasih Ilahi yang luar biasa,sungguh amat luar biasa!

Tak bisa mengungkapkan dengan kata-kata. Bagi sang adik, kehadiran Michael berarti soal hidup dan mati.

Benar bahwa memang Kasih Ilahi yg menolongnya.

Dan ingat Kasih Ilahipun membutuhkan mulut kecil si Michael untuk mengatakan:

"How much I love you".

Dan ternyata Kasih Ilahi membutuhkan pula hati polos seorang anak kecil
untuk memberi kehidupan.

Itulah kehendak Tuhan, tidak ada yang mustahil bagiNYA bila IA menghendaki terjadi.

Nyanyian tulus membawa mukjizat.

HAPPY EASTER..

God our Father, by raising Christ your Son
you conquered the power of death and opened for us the way to eternal life.

Let our celebration today raise us up and renew our lives by the Spirit that is within us.

Grant this through our Lord Jesus Christ, your Son, who lives and reigns with you and the Holy Spirit, one God, for ever and ever. Amen.