<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218</id><updated>2012-01-17T21:32:39.298+07:00</updated><category term='SEMUANYA  MENJADI  BAIK.'/><category term='PUBLIKASIKAN'/><category term='DENGAN  KASIH'/><title type='text'>Yang-kung</title><subtitle type='html'>Eyangnya Rui, Pio, Rei, dan Pili</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>192</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-838222546067812890</id><published>2012-01-17T21:32:00.000+07:00</published><updated>2012-01-17T21:32:39.326+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SEMUANYA  MENJADI  BAIK.'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DENGAN  KASIH'/><title type='text'>BERTOBAT  MENUJU  SIKAP &amp; PERILAKU  ADIL</title><content type='html'>Ayahku adalah seorang pemabuk dan penjudi.Semua uang yang dikumpulkan dengan susah payah oleh ibu,selalu dirampas oleh ayah untuk membeli minuman keras dan berjudi.&lt;br /&gt;Ibu sering dipukul kalau tidak mau menyerahkan uang itu.Akibat ulah ayah yang hanya mementingkan kesenangannya sendiri dan mengabaikan kewajibannya sebagai kepala keluarga,kehidupan keluarga kami menjadi sangat susah.Ekonomi rumah tangga morat-marit,relasi dalam keluarga menjadi tegang.&lt;br /&gt;Dalam situasi yang sulit seperti itu,ibu selalu berdoa,agar Tuhan menolong keluarga kami.Ibu menyuruh kami anak-anaknya untuk turut berdoa .Dan kami berdoa dengan tekun,selama berhari-hari,berminggu-minggu,berbulan-bulan,bahkan bertahun-tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu malam ayah pulang babak-belur.Kami tidak tahu apa yang telah terjadi.Hanya sejak saat itu ayah tiba-tiba berhenti meminum minuman keras,dan berhenti berjudi.Ayah mulai bekerja dan mencari rejekiuntuk keluarga kami,dengan berjualan es dawet keliling kampung.Hasil jerih lelah ayah meski tidak banyak selalu diberikan kepada ibu.Suatu hari saya merasa sangat terharu melihat ayah memberikan hasil jualan esnya kepada ibu sambil berkata :"Bu,hari ini,es dawetku tidak begitu laku,karena cuaca memang mendung,hasil jualanku hanya cukup untuk membeli beras buat makan hari ini,tapi syukurilah ya bu,kalau hari ini kita masih bisa makan,meski seadanya,itu adalah anugerah Tuhan.Ternyata Tuhan tidak membiarkan kita kelaparan "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan sikap dan perilaku ayah membuat relasi di keluarga kami menjadi hangat dan penuh kegembiraan.&lt;br /&gt;....................................................................................Para saudaraku yang terkasih ,dari cerita ini kita dapat bersama-sama belajar bagaimana cara menyikapi bila kita diperlakukan tidak adil.HADAPILAH SEMUANYA DENGAN LEMAH LEMBUT AGAR BERTOBAT , DISERTAI DENGAN DOA YANG TULUS KEPADA TUHAN .&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-838222546067812890?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/838222546067812890/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2012/01/bertobat-menuju-sikap-perilaku-adil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/838222546067812890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/838222546067812890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2012/01/bertobat-menuju-sikap-perilaku-adil.html' title='BERTOBAT  MENUJU  SIKAP &amp; PERILAKU  ADIL'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-8169461163541645307</id><published>2011-11-30T10:24:00.000+07:00</published><updated>2011-11-30T10:24:00.906+07:00</updated><title type='text'>Keledai Terpeleset</title><content type='html'>Seorang pedagang, menuntun keledainya untuk melewati sebuah sungai yang dangkal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini mereka telah melalui sungai tersebut tanpa pernah mengalami satu pun kecelakaan, tetapi kali ini, keledainya tergelincir dan jatuh ketika mereka berada tepat di tengah-tengah sungai tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pedagang tersebut akhirnya berhasil membawa keledainya beserta muatannya ke pinggir sungai dengan selamat, kebanyakan dari garam yang dimuat oleh keledai telah meleleh dan larut ke dalam air sungai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gembira karena merasakan muatannya telah berkurang sehingga beban yang dibawa menjadi lebih ringan, sang Keledai merasa sangat gembira ketika mereka melanjutkan perjalanan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari berikutnya, sang Pedagang kembali membawa muatan garam. Sang Keledai yang mengingat pengalamannya kemarin saat tergelincir di tengah sungai itu, dengan sengaja membiarkan dirinya tergelincir jatuh ke dalam air, dan akhirnya dia bisa mengurangi bebannya kembali dengan cara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pedagang yang merasa marah, kemudian membawa keledainya tersebut kembali ke pasar, dimana keledai tersebut di muati dengan keranjang-keranjang yang sangat besar dan berisikan spons. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mereka kembali tiba di tengah sungai, sang keledai kembali dengan sengaja menjatuhkan diri, tetapi pada saat pedagang tersebut membawanya ke pinggir sungai, sang keledai menjadi sangat tidak nyaman karena harus dengan terpaksa menyeret dirinya pulang kerumah dengan beban yang sepuluh kali lipat lebih berat dari sebelumnya akibat spons yang dimuatnya menyerap air sungai.&lt;br /&gt;______________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Cara yang sama, tidak selalu sesuai untuk digunakan dalam segala situasi.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-8169461163541645307?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/8169461163541645307/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/11/keledai-terpeleset.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/8169461163541645307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/8169461163541645307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/11/keledai-terpeleset.html' title='Keledai Terpeleset'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-6592903224200511292</id><published>2011-11-27T10:39:00.002+07:00</published><updated>2011-11-27T10:39:00.641+07:00</updated><title type='text'>Orang kaya yang baik hati</title><content type='html'>Pada zaman dahulu kala, terdapat sebuah desa kecil yang sederhana dan indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disana ada seorang yang kaya raya yang baik, yang suka menolong orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang, tetangga rumah datang meminjam bahan pangan padanya. Namun karena tetangganya banyak yang miskin, maka ketika mereka hendak mengembalikan bahan pangan yang dipinjaminya itu, orang kaya itu tidak mau menerima. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para tetangga merasa bahwa orang kaya ini sudah berbaik hati meminjamkan bahan pangan, itu sudah sangat membantu, mana boleh tidak mengembalikan? Tidak, harus dikembalikan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu orang kaya ini memotong 2 bagian kendi besarnya, sebagian besar dan sebagian lagi kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tetangga datang untuk meminjam bahan pangan, tuan Yang menimbang dengan centong besar, centong demi centong bahan pangan dipinjamkannya kepada tetangga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat tetangga mengembalikan bahan pangan yang dipinjamnya itu, tuan Yang menimbangnya dengan centong kecil, hanya mengambil sedikit saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diusianya yang ke-80 musim gugur tahun itu, tanaman gandum juga telah matang, orang kaya itu bermaksud hendak ke ladang untuk melihat sejenak gandumnya. Lalu, dengan terhuyung-huyung ia menopang tongkat pergi ke ladang gandumnya seorang diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba, langit tertutup oleh awan hitam, petir bergemuruh di ladang. Melihat keadaan seperti ini, dalam benaknya dia berpikir , “Saya sudah tua, tidak bisa jalan lagi, lebih baik mati disini saja!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itulah, orang kaya itu mendengar satu suara keras bergema di ladangnya, “Dewa guntur, dewi petir dan naga laut, kalian dengar baik-baik, orang kaya yang baik saat ini berada di ladang rumahnya, setitik airpun tidak boleh kalian teteskan di atas gandumnya!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lama berlalu, hujan yang disertai petir akhirnya berhenti, orang kaya itu bangun dari atas ladangnya dan begitu melihat, tidak ada setetes airpun membasahi ladang gandum tempat ia berbaring, sedangkan ladang gandum orang lain semuanya terbenam air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah orang kaya itu pulang ke rumah, ia menceritakan kepada putra-putrinya tentang peristiwa yang dialaminya itu, lantas dengan disertai putra-putrinya mereka berlutut menyembah, memanjatkan puji syukur dan terimakasih atas anugerah Yang Maha Kuasa.&lt;br /&gt;______________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kilatan petir tidak sampai melukai orang kaya yang baik hati itu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab seumur hidupnya ia memperlakukan orang dengan baik, selalu memikirkan kepentingan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus selalu ingat prinsip bahwa baik dan jahat ada balasannya, percaya bahwa setiap hal yang dilakukan manusia, baik yang kecil maupun besar, Yang Maha Kuasa selalu melihatnya. Karena itu, semua orang berusaha berbuat hal yang baik, tidak melakukan perbuatan jahat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-6592903224200511292?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/6592903224200511292/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/11/orang-kaya-yang-baik-hati.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/6592903224200511292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/6592903224200511292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/11/orang-kaya-yang-baik-hati.html' title='Orang kaya yang baik hati'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-1336407372389914291</id><published>2011-11-24T10:33:00.000+07:00</published><updated>2011-11-24T10:33:00.587+07:00</updated><title type='text'>Jepit Rambut Sang Putri</title><content type='html'>Dikisahkan seorang Raja memiliki tujuh Putri, ketujuh Putri yang cantik ini adalah kebanggaan Raja, kesayangan beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang tahu perihal rambut panjang mereka yang hitam berkilauan itu. Dan dikenal hingga seluruh pelosok negeri. Karena itu, Raja menghadiahkan kepada mereka masing-masing 100 jepit rambut yang indah. Karena mereka sangat memperhatikan penampilannya, terutama pada rambut mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu pagi, Putri sulung sang Raja bangun dari tidurnya, dan seperti biasa ia menata rambutnya dengan jepitan rambut. Namun ia mendapati jepitan rambutnya kurang satu, lalu secara diam-diam ia ke kamar Putri kedua Raja, dan mengambil satu jepitan rambut.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu halnya dengan Putri kedua ketika mendapati jepitan rambutnya kurang satu, lalu ia ke kamar Putri ketiga untuk mengambil jepit rambutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama juga dilakukan oleh Putri ketiga, saat ia mendapati jepitan rambutnya kurang satu, lalu dengan diam-diam ia ke kamar Putri keempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putri keempat juga melakukan hal yang sama dengan putri-putri sebelumnya mengambil jepitan rambut saudarinya, Putri kelima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga dengan Putri kelima, ia mengambil jepitan rambut Putri keenam  dan Putri keenam terpaksa juga mengambil jepitan rambut Putri ketujuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, jepitan rambut Putri ketujuh hanya tersisa 99 buah. Dan dia tak bisa melakukan hal seperti kakaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokannya, pangeran dari negeri tetangga yang tampan dan gagah tiba-tiba berkunjung ke istana, dan katanya kepada sang Raja: “Kemarin, burung Murai piaraan saya menggondol sebuah jepitan rambut, saya pikir ini pasti kepunyaan para putri, dan ini sepertinya suatu takdir yang unik, tidak tahu putri mana yang kehilangan jepitan rambut ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para putri Raja telah mendengar hal ini, dan dalam benak mereka masing-masing hendak berkata : “Punya saya, punya saya.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Putri ketujuh yang ke luar sambil berkata: “Jepitan rambut saya hilang satu.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru saja selesai berkata, rambut panjangnya yang indah jatuh tergerai karena kurang sebuah jepitan rambut. Dan sang Pangeran tak bisa tidak menjadi terkesima melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir dari cerita, sudah pasti sang Pangeran dan Putri Raja tersebut hidup bahagia selamanya sejak itu.&lt;br /&gt;__________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa begitu ada kekurangan, lalu berusaha keras untuk melengkapinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seratus buah jepitan rambut, bak seperti sebuah kehidupan yang utuh sempurna. Namun  dengan berkurangnya satu jepitan rambut, keutuhan ini terasa menjadi tidak lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, justru karena kekurangan itu, kelak akan ada perubahan (baik), kemungkinan yang tak terhingga, bukankah ini sebuah peristiwa yang patut disyukuri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas bagaimana menghadapi kekurangan dalam perjalanan hidup yang tak terhindarkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghindar belum tentu dapat mengelakkan. Menghadapi belum tentu menyedihkan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seorang diri (kesepian) belum tentu tidak bahagia. Mendapatkan belum tentu bisa kekal abadi. Kehilangan belum tentu tidak akan memiliki lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan terburu-buru berkata tiada pilihan lain jangan mengira di dunia ini hanya ada benar dan salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban sejumlah besar peristiwa bukan hanya ada satu. Jadi, selamanya ada jalan keluar bagi kita. Anda bisa mendapatkan alasan untuk sedih, tapi Anda juga bisa mendapatkan alasan untuk gembira.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-1336407372389914291?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/1336407372389914291/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/11/jepit-rambut-sang-putri.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/1336407372389914291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/1336407372389914291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/11/jepit-rambut-sang-putri.html' title='Jepit Rambut Sang Putri'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-5786102396171061947</id><published>2011-11-21T10:47:00.000+07:00</published><updated>2011-11-21T10:47:00.085+07:00</updated><title type='text'>Pelajran bagi Samurai</title><content type='html'>Seorang samurai bertubuh kekar dan tegap pada suatu hari mendatangi seorang pertapa bertubuh kecil dan kurus. "Hai pertapa," katanya dengan nada suara yang terbiasa memberikan perintah, "Ajarkan saya tentang surga dan neraka!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si pertapa mendongakkan kepalanya memandang samurai gagah di depannya and menjawabnya:, "Mengajarkanmu tentang surga dan neraka? Saya tidak dapat mengajarkan apapun juga kepadamu. Pergilah sekarang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si samurai tampak marah. Mukanya merah padam menahan rasa marah yang tinggi. Ia cabut pedangnya dan mengangkat di atas kepalanya bersiap untuk menebas petapa itu dengan pedangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itulah neraka," kata si pertapa dengan nada yang tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si samurai terkejut. Ketenangan dan kepasrahan dari mahluk kecil itu; yang bersedia mempertaruhkan hidupnya, telah memberikan pelajaran mengenai neraka kepadanya! Ia perlahan menurunkan pedangnya. Ia merasakan rasa lega dan tiba-tiba merasa sangat tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan itulah surga," kembali si pertapa berkata dengan tenang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-5786102396171061947?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/5786102396171061947/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/11/pelajran-bagi-samurai.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/5786102396171061947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/5786102396171061947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/11/pelajran-bagi-samurai.html' title='Pelajran bagi Samurai'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-5554816560312103684</id><published>2011-11-17T10:17:00.002+07:00</published><updated>2011-11-17T10:17:00.633+07:00</updated><title type='text'>Yosaku dan Otsuru</title><content type='html'>Dahulu kala di suatu tempat di Jepang, hidup seorang pemuda bernama Yosaku. Pekerjaannya adalah mencari kayu bakar di gunung dan menjualnya ke kota. Uang hasil penjualan dibelikannya makanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus seperti itu setiap harinya. Hingga pada suatu hari ketika ia berjalan pulang dari kota ia melihat sesuatu yang menggelepar di atas salju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah di dekatinya ternyata seekor burung bangau yang terjerat diperangkap sedang meronta-ronta. Yosaku segera melepaskan perangkat itu. Bangau itu sangat gembira, ia berputar-putar di atas kepala Yosaku beberapa kali sebelum terbang ke angkasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena cuaca yang sangat dingin, sesampainya dirumah, Yosaku segera menyalakan tungku api dan menyiapkan makan malam. Saat itu terdengar suara ketukan pintu di luar rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pintu dibuka, tampak seorang gadis yang cantik sedang berdiri di depan pintu. Kepalanya dipenuhi dengan salju. "Masuklah, nona pasti kedinginan, silahkan hangatkan badanmu dekat tungku," ujar Yosaku. "Nona mau pergi kemana sebenarnya ?", Tanya Yosaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku bermaksud mengunjungi temanku, tetapi karena salju turun dengan lebat, aku jadi tersesat." "Bolehkah aku menginap disini malam ini ?". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Boleh saja Nona, tapi aku ini orang miskin, tak punya kasur dan makanan." ,kata Yosaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak apa-apa, aku hanya ingin diperbolehkan menginap". Kemudian gadis itu merapikan kamarnya dan memasak makanan yang enak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika terbangun keesokan harinya, gadis itu sudah menyiapkan nasi. Yosaku berpikir bahwa gadis itu akan segera pergi, ia merasa kesepian. Salju masih turun dengan lebatnya. "Tinggallah disini sampai salju reda." Setelah lima hari berlalu salju mereda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis itu berkata kepada Yosaku, "Jadikan aku sebagai istrimu, dan biarkan aku tinggal terus di rumah ini." Yosaku merasa bahagia menerima permintaan itu. "Mulai hari ini panggillah aku Otsuru", ujar si gadis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menjadi Istri Yosaku, Otsuru mengerjakan pekerjaan rumah dengan sungguh-sungguh. Suatu hari, Otsuru meminta suaminya, Yosaku, membelikannya benang karena ia ingin menenun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otsuru mulai menenun. Ia berpesan kepada suaminya agar jangan sekali-kali mengintip ke dalam penyekat tempat Otsuru menenun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tiga hari berturut-turut menenun tanpa makan dan minum, Otsuru keluar. Kain tenunannya sudah selesai. "Ini tenunan ayanishiki. Kalau dibawa ke kota pasti akan terjual dengan harga mahal". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yosaku sangat senang karena kain tenunannya dibeli orang dengan harga yang cukup mahal. Sebelum pulang ia membeli bermacam-macam barang untuk dibawa pulang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berkat kamu, aku mendapatkan uang sebanyak ini, terima kasih istriku. Tetapi sebenarnya para saudagar di kota menginginkan kain seperti itu lebih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baiklah akan aku buatkan", ujar Otsuru. Kain itu selesai pada hari keempat setelah Otsuru menenun. Tetapi tampak Otsuru tidak sehat, dan tubuhnya menjadi kurus. Otsuru meminta suaminya untuk tidak memintanya menenun lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kota, Sang Saudagar minta dibuatkan kain satu lagi untuk Kimono tuan Putri. Jika tidak ada maka Yosaku akan dipenggal lehernya. Hal itu diceritakan Yosaku pada istrinya. "Baiklah akan ku buatkan lagi, tetapi hanya satu helai ya", kata Otsuru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena cemas dengan kondisi istrinya yang makin lemah dan kurus setiap habis menenun, Yosaku berkeinginan melihat ke dalam ruangan tenun. Tetapi ia sangat terkejut ketika yang dilihatnya di dalam ruang menenun, ternyata seekor bangau sedang mencabuti bulunya untuk ditenun menjadi kain. Sehingga badan bangau itu hampir gundul kehabisan bulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangau itu akhirnya sadar dirinya sedang diperhatikan oleh Yosaku, bangau itu pun berubah wujud kembali menjadi Otsuru. "Akhirnya kau melihatnya juga", ujar Otsuru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebenarnya aku adalah seekor bangau yang dahulu pernah Kau tolong", untuk membalas budi aku berubah wujud menjadi manusia dan melakukan hal ini," ujar Otsuru. "Berarti sudah saatnya aku berpisah denganmu", lanjut Otsuru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maafkan aku, kumohon jangan pergi," kata Yosaku. Otsuru akhirnya berubah kembali menjadi seekor bangau. Kemudian ia segera mengepakkan sayapnya terbang keluar dari rumah ke angkasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggallah Yosaku sendiri yang menyesali perbuatannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-5554816560312103684?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/5554816560312103684/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/11/yosaku-dan-otsuru.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/5554816560312103684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/5554816560312103684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/11/yosaku-dan-otsuru.html' title='Yosaku dan Otsuru'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-7502780009967282584</id><published>2011-11-14T10:08:00.000+07:00</published><updated>2011-11-14T10:08:00.089+07:00</updated><title type='text'>Petani dan Kebun Apel</title><content type='html'>Di sebuah Desa yang damai dan tentram, tinggallah sebuah keluarga petani yang rajin di kaki bukit. Keluarga yang bahagia ini hanya mempunyai seorang anak perempuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, si ayah petani yang rajin ini pergi ke ladangnya diatas bukit untuk bercocok tanam. Tiba-tiba datanglah seorang kakek yang aneh mendekati si Petani itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pak Tani, saya mempunyai 5 buah biji buah apel yang lezat dan manis sekali. Apabila dirawat dengan baik, maka dalam waktu 2 tahun pohon apel ini akan sudah dapat berbuah lebat. Maukah anda membelinya dengan 10 keping uang perak?”, kata kakek  aneh tersebut dengan penuh harap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Petani itu memandangi 5 biji apel itu dengan penuh kecurigaan,”Bagaimana mungkin 5 biji apel ini dihargai 10 keping uang perak?! Mahal sekali. Jangan-jangan kakek aneh ini ingin menipuku,” pikir si Petani itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ketika dia melihat wajah kakek aneh itu tidak menampakkan sedikit pun niat jahat, malah menimbulkan iba di hati Pak Tani. “Kakek ini pasti dalam kesulitan sehingga dia harus menjual biji apel ini, tidak ada salahnya aku membelinya. Kalaupun benih ini tidak tumbuh seperti yang diharapkan, paling tidak saya telah membantunya,” pikir Pak Tani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baiklah saya akan membelinya,” kata Pak Tani. Setelah menerima uang pemberian dari Petani itu, kakek aneh ini segera lenyap dari pandangan. “Sungguh kakek yang aneh,” gumam Pak Tani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari itu juga Pak Tani menanam 5 biji apel ini diladangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari berganti hari, Pak Tani dan Ibu Tani bergantian merawat benih apelnya. Terkadang anak perempuannya juga ikut membantu membersihkan rumput liar disekitar pohon apel itu. Dalam waktu singkat 5 benih apel itu tumbuh dengan suburnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa 2 tahun telah berlalu. Kelima pohon apel itu benar-benar telah menghasilkan buah-buah apel merah yang besar dan ranum. Ibu Tani dan anaknya segera memetik buah apel yang ranum dan memakannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hmm, benar-benar apel yang lezat! Kakek aneh itu tidak menipu kita, Pak,” kata Ibu Tani dengan riang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika kita jual ke kota, orang-orang pasti mau membelinya dengan harga tinggi,” timpal Pak Tani sambil membayangkan keuntungan besar yang bakal diperolehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian, keluarga Petani ini hendak memanen pohon apel mereka. Dengan riang Pak Tani memikul keranjang bambunya pergi ke kebun apel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ketika mereka tiba di kebun, alangkah terkejutnya. Kebun apel yang penuh harapan itu telah porak poranda. Ternyata binatang-binatang hutan seperti monyet, burung, babi hutan, tupai dan lain-lain, sedang asyik menikmati buah apel mereka. Mereka telah menghabiskan hampir semua buah apel yang siap panen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petani itu pulang dengan tangan hampa dan penuh kekecewaan. Sejak saat itu Pak Tani tidak mau lagi pergi ke kebun apelnya diatas bukit. Mereka telah beralih memelihara hewan ternak di rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa dua tahun telah berlalu, suatu pagi anak perempuan mereka mengajak bertamasya ke atas bukit, tempat kebun apel mereka dahulu. “Tak ada salahnya kita kesana melihat-lihat kebun apel itu. Lagipula tempat disana sangat indah dan sejuk,” pikir Pak Tani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian mereka berangkat ke atas bukit itu. Sesampai disana, alangkah terkejutnya Pak Tani melihat kebun apelnya. “Bbba...bbagaimana mungkin bisa menjadi begini?!” kata Pak Tani tergagap-gagap melihat kebunnya dipenuhi dengan pohon-pohon apel yang sedang berbuah ranum. “Dibukit ini hanya dihuni babi hutan dan burung-burung. Mungkinkah ada orang yang menanam pohon apel di kebun kita?”, kata Pak Tani penuh keheranan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak perempuan mereka berkata,”Tidak ayah, sewaktu para binatang itu memakan buah apel kita, bukankah mereka membuang biji-biji apel itu berserakan di setiap jengkal tanah kebun kita? Biji-biji itu ternyata tumbuh menjadi pohon-pohon apel ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Tuhan, buahnya lebih lebat daripada pertama kali kita menanamnya. Ini baru benar-benar panen besar”, ujar Petani itu dengan penuh rasa syukur.&lt;br /&gt;_____________________________________--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran apa yang dapat kita petik dari cerita ini? Pengalaman pak Tani ini memberikan contoh pada kita bahwa janganlah melakukan sesuatu dengan setengah-setengah dan harus mengerjakan sesuatu dengan kesungguhan hati. Kecewa sesaat namun tidak patah semangat dapat merubah kegagalan menjadi sebuah keberhasilan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-7502780009967282584?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/7502780009967282584/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/11/petani-dan-kebun-apel.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/7502780009967282584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/7502780009967282584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/11/petani-dan-kebun-apel.html' title='Petani dan Kebun Apel'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-4979241054899006621</id><published>2011-11-11T10:01:00.002+07:00</published><updated>2011-11-11T10:01:00.334+07:00</updated><title type='text'>Ayah, Anak, dan Keledai</title><content type='html'>Ini kisah tentang bapak, anak lelaki dan keledainya yang merepotkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana tidak, tiap hari mereka harus menyediakan rumput, dan, yang paling tidak enak, harus selalu membersihkan kotoran keledai di kandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mending piara ayam, bisa bertelur!” kata si anak pada suatu hari. “Piara keledai hanya bikin repot!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Bapak menghela nafas. Maklum akan kekesalan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mending kalau keledai itu bisa membersihkan kotorannya sendiri!” si anak meneruskan kesalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tak ada keledai sepandai itu, nak!” kata bapak coba menenangkan hati anaknya. “dia tidak sekolah, kan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Laiyalah! Mana ada sekolah keledai?” sambut anaknya, makin kesal menanggapi gurauan si ayah. “Kenapa tidak kita jual saja keledai ini, pak?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita jual? Si Bapak merenung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nak, keledai itu kenangan dari kakekmu! Kau cucu lelaki kebanggan yang lahir di hari yang sama dengan keledai itu. Maka kakekmu menamaimu Dongki, yang artinya keledai mungil! Nama bapak sendiri kan Dongkus, alias keledai besar!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Bapak senyum bernostalgia. Sebaliknya si anak, Dongki, makin kesal dengan keledai yang ternyata lahir di hari yang sama. Bukan suatu kehormatan besar lahir di hari yang sama dengan keledai! Bernama keledai mungil pula! Huh, apa kita bermarga Keledai?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dongki minta si bapak untuk menyingkirkan binatang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perasaan apa boleh buat, pak Dongkus setuju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari pagi mulai menghangati bumi, ketika tiga mahluk Tuhan beda posisi ini jalan beriringan menuju pasar di kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hei, kalian bertiga mau kemana?” seorang tetangga menyapa mereka. Pak Dongkus menjawab singkat bahwa mereka akan ke pasar di kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalian punya keledai kenapa tidak dinaiki? Dimana otak kalian?” kata tetangga usil itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panas kuping pak Dongkus mendengar teguran tetangga itu. Setelah berunding dengan Dongki, ia naik ke punggung keledai, sementara si anak berjalan mengiringi. Namun belum 50 meter berjalan, gangguan kedua muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bapak macam apa itu? Dirinya enak-enak naik keledai, anaknya disuruh jalan kaki! Sayang anak, dong!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara tetangga kedua ini makin memerahkan telinga. Cepat-cepat  pak Dongkus merosot dari punggung keledai. Ia tak mau dituduh tidak sayang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini giliran ‘si Keledai Mungil’ Dongki naik dipunggung keledai asli. Sementara ‘si Keledai Besar’ Dongkus jalan kaki mengiringi. “Sekarang tak akan ada yang mencela lagi,” katanya dalam hati. “Bukankah aku seorang ayah yang sayang anak?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi pak Dongkus salah duga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah! Ini anak tidak hormat pada orangtua!” Seorang tukang rumput yang berpapasan jalan mencela. “Anak enak-enak naik keledai, ayahnya yang tua itu dibiarkan jalan kaki! Kamu juga! Kenapa orangtua tidak bisa didik anak?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak dan bapak sama-sama kena semprot!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-bapak duduk di bawah pohon, tak jauh dari hutan. Stres. Sama-sama stress. Apa pun yang mereka lakukan salah semua. Keduanya sepakat bahwa keledai warisan yang berhari ulangtahun sama dengan Dongki itu benar-benar merepotkan adanya. Pasar kota masih jauh, bagaimana cara menuju kesana yang aman dari cela orang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, diam-diam keledai  berjalan sendiri menuju hutan, tempat yang selama ini ia dambakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba Dongki bersorak lihat jauh disana keledai menghilang ke hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayah, kita bebas sekarang!” teriaknya sambil menunjuk hutan. Si ayah setuju. “Ya, kita bebas dari tuan keledai yang merepotkan itu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka pun pulang dengan riang, tidak takut lagi ada yang mencela bagaimana mereka bersikap terhadap keledainya!&lt;br /&gt;_________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pesan moral:&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Kita tak akan pernah bisa memuaskan semua orang. Maka, jadilah dirimu sendiri dan lakukan apa yang kau anggap benar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-4979241054899006621?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/4979241054899006621/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/11/ayah-anak-dan-keledai.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/4979241054899006621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/4979241054899006621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/11/ayah-anak-dan-keledai.html' title='Ayah, Anak, dan Keledai'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-4643818682061303865</id><published>2011-11-08T09:53:00.003+07:00</published><updated>2011-11-08T09:53:01.073+07:00</updated><title type='text'>Kakek dan Monster</title><content type='html'>Alkisah pada sebuah perkampungan miskin, penduduk kampung itu hidup dalam kemiskinan. Kenapa penduduk kampung ini miskin? Karena penduduk kampung ini sangat malas, tidak ada yang mau bekerja mencari nafkah, sehingga mereka miskin sampai tidak memiliki makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk makan sehari-hari saja mereka tidak bisa mencukupi, sehingga anak-anak di perkampungan ini kekurangan gizi dan selalu kelihatan lesu. Pada suatu hari, ada seorang kakek yang pipi kirinya ditumbuhi daging sambil meniup seruling mendatangi kerumunan anak-anak yang lesu tersebut. “Anak-anak bersemangatlah, ikuti kakek menari!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakek tersebut dengan muka yang ramah tersenyum berkata sambil menari riang. Melihat keriangan kakek tersebut anak-anak jadi bersemangat dan ikut menari, mereka menari dengan gembira sekali, kemudian datang seorang kakek yang pipi kanannya ditumbuhi daging, dengan marah dan nafas tersengal-sengal dia berteriak :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semua berhenti, kalian menari dan tertawa-tawa, berisik, semua berhenti!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakek yang pipi kanannya ditumbuhi daging sambil menarik tangan anaknya dengan marah pulang ke rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aduh, sayang sekali dengan susah payah aku membuat anak-anak ini gembira dan bersemangat sebentar, engkau membuyarkan semangat anak-anak ini!” kata kakek yang baik itu. Apa boleh buat terpaksa kakek tersebut menari sendirian sambil menari dia naik ke gunung, melihat tariannya rubah dan kelinci kecil di hutan juga ikut menari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rubah kecil sambil memukul perutnya “tung ! tung ! tung !” kelinci kecil dan kera saling bergandengan tangan menari dengan gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat mereka menari dengan gembira tiba-tiba turun hujan deras, membuat mereka semua berlarian ke sarang mereka masing-masing untuk berteduh, kakek tersebut juga mencari tempat berteduh kebetulan ada pohon yang berlubang. Sambil menunggu hujan berhenti, kakek tersebut tertidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia terbangun saat sudah tengah malam, dia mendengar suara hiruk pikuk di luar dan merasa heran, sehingga dia mengintip ke luar. Dia merasa sangat terkejut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia melihat sekelompok monster duduk mengelilingi api unggun, dia sangat terkejut dan ketakutan. Dia melihat seorang monster yang paling besar duduk di tengah-tengah dan seorang monster yang bermuka merah dan hijau dengan hormat mempersembahkan anggur kepada monster besar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hari ini kita berbahagia, mari kita bersulang !”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakek tersebut mendengarkan percakapan mereka. Anak buah monster tersebut mulai meniup seruling, memukul genderang, ketua monster tersebut berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menarilah!” mendengar teriakan ketuanya, monster muka hijau mulai menari, tetapi melihat tariannya ketuanya berteriak: “Sungguh bodoh, tarian apa ini !” dan memukul kepala monster muka hijau, monster muka hijau dengan ketakutan lari kembali ke tempat duduknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baiklah, berikutnya siapa yang mau menari lagi?” teriak ketua mereka, anak buahnya dengan bertepuk tangan menyemangati orang yang hendak ke luar menari, tetapi tidak ada seorangpun berani maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakek melihat semua kejadian tersebut dengan jelas, walaupun ketakutan melihat kejadian tersebut, tetapi mendengar suara seruling dan genderang yang merdu, dengan tidak sadar kakek tersebut mulai menari dengan riangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“La….La….La…La“ sambil menyanyi dan menari kakek tersebut tidak teringat lagi kepada ketakutannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakek tersebut terus menari dengan gerakan yang indah sehingga monster-monster tersebut jadi terpesona. Mereka terpesona dan dengan gembira mereka semua bertepuk tangan untuk kakek ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakek tersebut menari, bernyanyi dan sambil meminum anggur dengan para monster tersebut dengan gembira, akhirnya ketua monster juga menjadi senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mengikuti kakek tersebut menari mereka membuat sebuah lingkaran yang besar sambil menari dengan gembira. “ha…ha…ha…ha !” ketua monster tersebut tertawa, “aku belum pernah melalui hari yang segembira hari ini, ayo menari terus pada hari yang berbahagia ini!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para monster dan kakek tersebut lupa waktu menari terus, fajar mulai menyingsing dari hutan terdengar suara:  “Kuku ruyuk”  terdengar suara ayam yang menandakan hari telah pagi. Pada saat ini para monster tersadar dan berteriak:  “Oh ya, celaka fajar sudah menyingsing kita harus segera menghilang.” Para monster tersebut sudah bersiap-siap menghilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kakek tua, sudah menyusahkan engkau, kami semua sangat gembira kalau bisa nanti malam engkau bisa datang lagi kita bisa menari bersama-sama lagi.” kata ketua monster tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baiklah, nanti malam aku pasti datang menepati janji” tetapi ketua monster kurang percaya kepada janji kakek tersebut dan berkata: “Jika engkau tidak datang, kami pasti tidak bisa menari dan meminum anggur dengan gembira, supaya engkau dapat menepati janjimu, engkau harus meninggalkan sebuah benda berharga dari badan engkau sebagai jaminan akan menepati janjimu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barang!Bbarang berharga apa ya?” kakek tersebut berpikir dan “Oh ya! barang berharga aku ! Daging yang tumbuh divpipi kiriku adalah barang berharga! Ambillah!” Akhirnya monster tersebut dengan sekuat tenaganya menarik daging yang tumbuh di pipi kiri kakek tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini, aku juga kasih barang berharga untuk engkau” kata ketua monster tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua monster tersebut dari dadanya mengeluarkan sebuah bungkusan yang berisi emas memberikannya kepada kakek ini, karena dia melihat ketulusan dan kebaikan kakek ini, maka dia memberikan hadiah berharga tersebut kepada kakek ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakek yang baik hati ini setelah menerima hadiah sambil menunduk mengucapkan terima kasih, beberapa saat kemudian ketika dia mengangkat kepalanya dia melihat para monster tersebut telah menghilang, kakek merasa badannya menjadi ringan setelah memberikan daging tumbuh di pipinya kepada monster, maka dengan gembira dia membawa bungkusan yang berisi emas pulang ke kampungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, kakek yang baik hati ini sampai di kampungnya, dia membagi-bagikan emas tersebut kepada penduduk kampung, dan berpesan kepada mereka harus rajin bekerja supaya tidak kelaparan. Melihat kebaikan kakek tersebut orang kampung menjadi sadar, dan semua mulai bekerja. Kakek berpesan kepada mereka: “Mulai saat ini kalian harus rajin menanam padi, supaya panen dapat berhasil dan kalian semua tidak kelaparan lagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, pada saat ini adalah seseorang yang sangat tidak senang, yaitu kakek yang pipi kanannya ditumbuhi daging, dalam hati dia sangat marah dan cemburu melihat daging di pipi kiri kakek tersebut telah lenyap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekarang, di kampung ini, hanya aku yang pipi ditumbuhi daging”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hatinya sangat geram dan marah. Setelah mendengar cerita kakek tersebut tentang perjanjian dengan para monster. “alam ini aku menggantikan Anda pergi menemui para monster.” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam harinya, ia berangkat ke hutan, menuju ke tempat yang diceritakan kakek yang baik hati. Mencari pohon yang berlubang besar, kemudian dia dengan sabar menunggu sampai tengah malam, setelah tengah malam, tiba–tiba dia melihat terdapat api unggun dan para monster bermunculan berkumpul mengeliling api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berapa lama kemudian, terdengar suara mereka bercanda dan tertawa gembira pestapun segera dimulai. Para monster mulai meniup seruling, memukul genderang dan menepuk tangan menandakan pesta dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pesta segera dimulai! “ teriak ketua monster tersebut, kakek dalam lubang mendengar teriakan tersebut segera membungkus kepalanya dengan kain, sambil mengerakan kaki dan tangannya dengan kaku menari ke luar dari lubang, gerakan tariannya sangat kaku dan jelek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berhenti! Berhenti! Melihat gerakan tarianmu yang begitu kaku dan jelek, membuat kami kehilangan selera berpesta dan anggur menjadi tidak enak, sungguh jelek!” ketua monster tersebut berteriak dengan marah sambil menghentikan gerakan tarian kakek yang kaku tersebut. “Nih! Kukembalikan barang jelek ini padamu, dan jangan sekali-kali muncul di depan kami lagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sangat marah ketua monster berteriak kepada kakek yang jahat ini sambil melemparkan daging pipi kakek yang baik hati ke pipi sebelah kiri kakek yang jahat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cepat kamu pergi!” teriak ketua monster sambil menyepak pantat kakek jahat ini sampai menggelinding turun dari gunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kedua pipinya ditumbuhi daging dan kepalanya juga benjol-benjol karena menggelinding dari atas gunung, dia sangat menyesal karena memang tidak bisa menari, dan karena ketamakan hatinya maka dia menjadi seperti ini, dia sangat malu dengan perbuatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun kakek jahat ini merasa sangat menyesal asal perbuatannya, tetapi semua kejadian tidak dapat diulang lagi, maka dengan sembunyi-sembunyi dia lari pulang ke rumahnya takut bertemu dengan para penduduk kampung dia menyembunyikan dirinya di dalam rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakek yang baik hati mengetahui kejadian yang menimpa dia, datang berkunjung sambil membawa nasi dan lauk pauk. “Aku sangat menyesal! Karena semua kejadian aku yang memulai membuat engkau sangat menderita, maafkan aku ya!” kata kakek yang baik hati ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kakek yang jahat mendengar kakek yang baik berkata demikian, dalam hati dia merasa sangat malu dan menyesal, karena dia sudah benar-benar kelaparan, dengan melahap nasi dan lauk pauk yang dibawa oleh kakek yang baik hati ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian aneh terjadi ketika dia melahap makanan tersebut dia merasakan daging di pipi kanannya terlepas dari pipinya, dan ketika dia melahap makanan kedua kalinya dia merasakan daging di pipi kirinya juga sudah terlepas. Kakek yang baik hati setelah melihat kejadian ajaib ini juga sangat gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kejadian ini kakek yang jahat tersebut mulai sadar, sejak itu dia berubah menjadi tidak tamak dan tidak iri hati kepada orang lain dan mulai ramah terhadap setiap orang dan rajin bekerja, sehingga dia berubah menjadi seorang yang bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga penduduk kampung ini yang semula sangat malas berubah menjadi rajin dan ramah sehingga seluruh kehidupan penduduk kampung ini berubah menjadi makmur dan berbahagia selalu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-4643818682061303865?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/4643818682061303865/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/11/kakek-dan-monster.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/4643818682061303865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/4643818682061303865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/11/kakek-dan-monster.html' title='Kakek dan Monster'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-1811654959052491859</id><published>2011-11-04T09:26:00.004+07:00</published><updated>2011-11-04T09:26:00.145+07:00</updated><title type='text'>Calon Raja</title><content type='html'>Ada sebuah kerajaan yang besar dan amat makmur. Negeri ini dipimpin oleh Raja tua yang adil bijaksana, seluruh rakyat sangat mencintainya. Namun sayangnya Raja tua ini tidak dikarunia seorang putra mahkota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari Raja tua ini berkata kepada perdana menterinya, “Saya sudah terlampau tua untuk terus memerintah.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat gelagat ini, sang Perdana Menteri segera menghibur, “Baginda tidak perlu cemas, anda masih kelihatan sehat, lagipula siapa yang mampu memimpin negeri ini dengan adil dan bijaksana seperti Baginda?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi Raja tua lebih tahu kondisi dirinya sendiri tak menanggapi ucapan perdana menterinya itu. Dia lalu berkata, “Saya tidak mempunyai seorang putra mahkota untuk menggantikan saya. Oleh karena itu saya ingin mencari seorang anak yang dapat dididik untuk menjadi penggantiku.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdana menteri segera berkata,”Tapi Baginda….. hal itu tidaklah mudah.” Dengan tersenyum Raja tua itu mengatakan bahwa dia tahu caranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya Raja tua meminta perdana menteri untuk mengumpulkan rakyat di istana, karena Raja ingin menyampaikan sebuah sayembara untuk mencari penerus tahtanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak seberapa lama rakyat sudah berkumpul di istana, mereka sangat ingin tahu sayembara apa gerangan yang ingin disampaikan sang Raja bijak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Besok pukul 10 pagi saya akan memberikan kepada setiap anak-anak di seluruh negeri, satu biji bunga. Barang siapa yang bisa menghasilkan bunga paling indah, maka saya akan mendidiknya untuk menjadi putra mahkota kerajaan ini. Kelak dialah yang akan menggantikanku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi-pagi sekali, para orang tua yang membawa anak-anaknya sudah berkumpul di lapangan istana. Mereka sudah tidak sabar ingin segera mendapatkan biji bunga itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat pukul 10 pagi, setiap anak-anak bergilir naik ke podium raja untuk menerima pemberian biji bunga dari Raja tua. Masing-masing anak telah dibekali satu pot berisi tanah humus untuk ditanami biji tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semua anak mendapatkan biji tersebut, Raja tua itu berkata,”Dua bulan lagi, bawalah bunga ini ke istana. Siapa yang memiliki bunga paling indah dialah pemenangnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, hidup seorang anak yatim. Dia tinggal di sebuah rumah sederhana bersama ibunya. Anak yatim itu adalah anak yang jujur dan rajin, semua teman-temannya menyukainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menerima biji bunga dari raja, dengan rajin anak yatim itu merawat  biji bunga itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari dia tidak pernah lupa menyiraminya. Namun dua minggu telah berlalu, tak tampak tanda-tanda biji bunga itu akan bertunas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak yatim itu semakin heran dan sedih ketika teman-teman di sekolahnya, membicarakan biji bunga mereka sudah mulai bertunas, bahkan mulai terlihat akan menghasilkan bunga berwarna apa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman sekolahnya pun menyarankan agar lebih banyak lagi menyiram air dan memberikan sinar matahari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulang sekolah, anak yatim itu bercerita kepada ibunya tentang bibit bunga milik teman-temannya yang sudah bertunas dan mulai tampak warna bunganya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunya menghibur, ”Anakku, jangan sedih. Coba lihat beberapa hari lagi. Kamu begitu teliti merawatnya, kamu sudah berusaha sekuat tenaga.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat dua bulan pada hari yang telah ditentukan, tibalah saatnya pemilihan bunga yang paling indah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak dari pelosok negeri sudah berbaris rapi di depan istana sambil membawa pot berisi bunga beraneka macam warna yang indah bentuknya. Pemandangan di depan istana hari ini sungguh menyedapkan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang perdana menteri melihat begitu banyak bunga yang indah, bahkan hampir semuanya indah, sehingga dia berpikir bahwa Raja pasti akan kesulitan menentukan pemenangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ternyata Raja tua itu tidak begitu berminat membandingkan bunga mana yang terindah, sang Raja terus berjalan mengitari anak-anak tersebut dengan sesekali bergumam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat semua orang sedang berharap cemas menanti keputusan Raja, datanglah seorang anak dengan ditemani ibunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, dialah si anak yatim, tampaknya dia datang terlambat. Saat  melintasinya, tiba-tiba Raja tua  berhenti dihadapan si anak yatim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan wajah heran Raja tua itu bertanya kepada Song jin,” Anakku, mengapa kau datang terlambat dan hanya membawa pot berisi tanah kemari?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si anak yatim menjawab dengan agak takut-takut, “Mohon maaf Baginda Raja, hamba terlambat karena ragu-ragu untuk menunjukkan biji bunga milik hamba yang tidak bisa bertunas dan tumbuh seperti biji bunga milik teman-teman lain. Padahal hamba sudah merawatnya setiap hari. Pada mulanya hamba berencana untuk tidak hadir. Tetapi karena dorongan ibu hamba, akhirnya hamba memutuskan untuk hadir. Karena bagaimanapun juga inilah hasil hamba selama 2 bulan ini.” Seraya menyodorkan pot berisi tanah itu kepada Raja tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar pengakuan polos dari si anak yatim itu, banyak orang yang menertawakannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sang Raja tua itu tersenyum puas dan berkata, “Tadi setelah melihat semua bunga-bunga ini, saya mengira bakal gagal menemukan penggantiku. Tapi ternyata sekarang, saya telah menemukannya.” Semua orang yang hadir di situ  pun menjadi heran mendengar pernyataan raja tua ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi..tapi bukankah Baginda Raja mengatakan akan memilih siapa yang bisa menghasilkan bunga yang paling indah?”, sahut beberapa orang tua yang ada disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja tua tertawa dan berkata,”Memang benar saya telah berkata begitu, tetapi itu hanyalah untuk menguji calon penerusku. Sesungguhnya mana bisa menentukan penerus kerajaan hanya dengan menggunakan sayembara bunga terindah seperti ini. Yang saya cari dalam kontes ini adalah kejujuran hati.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lantas mengapa Baginda memilih anak itu? Apakah anak yang lain tidak jujur semua?” tanya mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tanyakan saja kepada mereka sendiri”, sahut Raja tua sambil tersenyum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak yang lain pun hanya menunduk memandangi bunga-bunga indah mereka. ”Sesungguhnya, biji-biji bunga itu telah terlebih dahulu saya rebus dalam kuali. Jadi mana mungkin dapat bertunas dan berbunga? Hanya anak yatim inilah yang benar-benar menunjukkan hasil dari biji bungaku dulu. Jadi bukankah dia anak yang paling jujur dan dapat dipercaya? Bukankah pantas, jika dia yang menjadi penerus tahta kerajaan ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para orang tua yang hadir merasa malu akan perbuatan mereka. Diam-diam mereka mengagumi kebijakan Raja tua dalam hati. Semua orang pun akhirnya bersorak gembira menyambut pewaris tahta kerajaan yang baru.&lt;br /&gt;_____________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai calon pemimpin bangsa masa depan, kejujuran hati adalah hal utama yang harus dipegang teguh. Negara makmur dan sejahtera ditentukan oleh pemimpin-pemimpin yang jujur. Bukankah kita semua ingin negara kita menjadi negara yang besar dan kuat?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-1811654959052491859?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/1811654959052491859/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/11/calon-raja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/1811654959052491859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/1811654959052491859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/11/calon-raja.html' title='Calon Raja'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-8648995754628726967</id><published>2011-11-01T08:49:00.002+07:00</published><updated>2011-11-01T08:49:00.211+07:00</updated><title type='text'>Anak yang berbakti pada Ibu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-8CXXJO8HPao/TqoRoKU0-0I/AAAAAAAAAiE/C5E1ItQW5b8/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 177px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-8CXXJO8HPao/TqoRoKU0-0I/AAAAAAAAAiE/C5E1ItQW5b8/s200/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5668362462663342914" /&gt;&lt;/a&gt; Dahulu kala tinggallah seorang anak muda bersama ibunya yang buta. Karena menderita sakit, maka ibunya hanya bisa berbaring di atas ranjang sepanjang tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musim dingin pada bulan Desember tahun itu, salju sedang beterbangan turun, ibunya sudah beberapa hari berturut-turut tidak makan. Anak muda yang sangat mencemaskan ibunya itu lalu bertanya, “Ibu, makanan apa yang ibu inginkan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunya memahami keadaannya yang sangat miskin, dia sendiri sepanjang tahun hanya bisa berbaring di atas ranjang yang malah akan memperberat tanggungan keluarga. Kali ini dia sudah membulatkan tekad tidak makan dan minum dan menunggu ajal tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang anak sangat cemas, ia berharap ibunya bisa makan sedikit, walaupun itu hanya sedikit bubur tajin untuk menyelamatkan nyawa ibunya dari maut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunya juga mengetahui di saat musim dingin seperti ini, permukaan sungai pun sudah beku menjadi es, bagaimanapun juga anaknya tidak akan bisa menyulap seekor ikan untuk dimakan. Agar anaknya tetap di rumah dan tidak pergi ke mana-mana, dengan nada yang tidak bersungguh-sungguh dia berkata bahwa dia ingin makan ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda ini adalah seorang yang sangat berbakti. Dia mengira ibunya benar-benar ingin makan ikan, dia sangat girang sekali, dia pun beranggapan kali ini ibunya pasti akan tertolong. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi saat dia menengok keluar rumah, di luar hanyalah terlihat hamparan salju yang putih, angin sedang bertiup menderu-deru. Si pemuda kembali khawatir, ia tidak tahu harus kemana untuk mencari ikan, salju telah membekukan semua sungai menjadi es.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi karena sangat ingin menolong ibunya, dengan membulatkan tekad, pemuda itu meminta ibunya untuk me-nunggu, dan dia pun berlari menerjang keluar menuju ke sungai yang berada di dekat rumahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemandangan yang ada di depan matanya saat itu hanyalah permukaan sungai yang tertutup oleh salju dan es yang sangat tebal. Mustahil untuk mendapatkan ikan dalam kondisi seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatinya pun gelisah. Tapi dia sangat ingin sekali memenuhi keinginan ibunya. Dia lalu berdoa kepada Tuhan agar membantu untuk menolong ibunya. Kemudian, dia membuka baju dan menggunakan panas tubuhnya yang sangat lemah itu untuk mencairkan permukaan sungai yang sangat dingin menusuk tulang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat dikatakan apa yang terjadi kemudian sungguh aneh. Mungkin berkat ketulusan hati si pemuda itu sehingga doanya membuahkan hasil. Secara ajaib salju dan es yang menutupi permukaan sungai itu sebagian mencair dengan cepat. Mendadak seekor ikan segar melompat keluar ke atas permukaan es.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu menjadi girang dan ia sangat bersyukur kepada Tuhan, serta berterima kasih kepada ikan itu. Seumur hidupnya dia tidak pernah membunuh, saat itu dia memegang ikan itu dan berkata, “Saya sebenarnya tidak ingin melukaimu, saya hanya ingin menolong ibu, terpaksa saya harus mengambil dagingmu sedikit.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si pemuda hanya mengambil daging ikan itu dari satu sisi saja dan tidak melukai organ dalam ikan itu, lalu ikan itu dia lepaskan kembali ke dalam sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, si pemuda segera memasak dan menyuapi ibunya yang sekarat dengan sup ikan yang lezat itu. Sangat ajaib, setelah minum sup ikan itu tubuh ibunya kian hari kian membaik dan penglihatannya pun berangsur-angsur pulih.&lt;br /&gt;_______________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang bisa kita petik dari cerita di atas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu niat dan kelakuan yang begitu agung, sungguh telah menggetarkan dan mengharukan langit dan bumi, akhirnya ia akan mendapatkan balasan dengan apa yang disebut keajaiban oleh manusia. Meskipun banyak orang tidak mempercayainya, tetapi keajaiban ini benar-benar pernah dialami oleh orang-orang tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada orang yang telah divonis oleh dokter bahwa sakitnya sudah tidak dapat disembuhkan, tetapi akhirnya ia mendapatkan kesembuhan yang tak terduga; ada yang sedang dalam kesulitan keuangan untuk membayar uang masuk sekolah anaknya, tiba-tiba mendapatkan rejeki senilai persis yang diperlukan untuk keperluan sekolah anaknya, dan lain-lain kejadian lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua hal-hal mengharukan ini sebenarnya menandakan apa? Tak lain dan tak bukan adalah untuk mengingatkan manusia bahwa Sang Pencipta senantiasa tahu akan perilaku, hati dan pikiran setiap insan-Nya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada orang merasa telah menjadi orang baik, tetapi mengapa malang nasibnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, orang yang benar-benar baik, ia tidak akan mengeluh terhadap nasibnya. Ia akan sepenuhnya menyadari bahwa Yang Kuasa adalah Maha Belas Kasih, tentu telah mengatur nasibnya sedemikian rupa adalah untuk kebaikannya juga. Sang Pencipta tentu punya maksud-maksud lain yang tidak kita pahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang menganggap dirinya sendiri orang baik, apakah benar-benar baik? Dia mungkin ramah kepada semua orang, tetapi apakah hatinya tidak dipenuhi dengan kedengkian, dan apakah pikirannya benar-benar bersih dari hal-hal yang kotor dan jahat? Lagi pula dengan mengeluh, bukankah itu berarti dia sedang menyalahkan Sang Pencipta?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-8648995754628726967?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/8648995754628726967/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/11/anak-yang-berbakti-pada-ibu.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/8648995754628726967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/8648995754628726967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/11/anak-yang-berbakti-pada-ibu.html' title='Anak yang berbakti pada Ibu'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-8CXXJO8HPao/TqoRoKU0-0I/AAAAAAAAAiE/C5E1ItQW5b8/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-1048430601505127786</id><published>2011-10-28T08:28:00.003+07:00</published><updated>2011-10-28T08:44:13.076+07:00</updated><title type='text'>Ujian Hakim</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-9DoLCgVlLns/TqoIuK55XII/AAAAAAAAAh4/vQFaEht5Uew/s1600/index.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 187px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-9DoLCgVlLns/TqoIuK55XII/AAAAAAAAAh4/vQFaEht5Uew/s200/index.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5668352670293384322" /&gt;&lt;/a&gt; Suatu ketika ada seorang penulis yang terampil dan cukup pintar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengikuti ujian di pengadilan tapi gagal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil berdiri ditempat pengumuman dia memaki-maki para hakim yang mengeluarkan hasil ujian itu, merasa para hakim tidak bisa mengenali dia yang memiliki bakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersamaan saat itu, ada seorang bijak lewat dan mendengarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil tersenyum Dia berkata, “ Saya bisa memastikan bahwa tulisan Anda sangatlah buruk,”  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar itu, sang penulis terampil itu kemudian melampiaskan kemarahannya pada orang bijak itu. &lt;br /&gt;“ Mengapa menertawakan tulisanku, Anda belum membacanya bagaimana bisa tahu kalau itu buruk? “ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bijak itu menjawab, “ Kunci untuk menulis adalah hati harus tenang dan terus menjaganya untuk tetap tenang. Sekarang Anda memaki-maki Hakim dan sangat marah, bagaimana bisa menghasikan karya yang baik? “ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang penulis terampil sangat terkejut dan menyadari kesalahanya, akhirnya dia meminta bantuan kepada orang bijak itu.                         &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tulisan tentu harus baik, tapi jika ditakdirkan untuk gagal, keterampilan sebaik apapun tidak akan membantu Anda, Jalan terbaik adalah mengubah sikap dan perilaku,” jelas orang bijak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian sang penulis terampil bertanya, “ Bagaimana cara untuk mengubahnya? ” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bijak itu menjawab, “ Jika mengikuti ajaran Sang Pencipta dan melakukan perbuatan baik, apa yang tidak bisa Anda dapatkan? “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang penulis terampil sambil mendesah berkata, “Saya hanya seorang sarjana miskin. Dimana bisa menemukan cukup uang untuk melakukan perbuatan baik? “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bijak itu menjawab, “Jadilah orang yang penuh belas kasih dan mengultivasi sifat baik,  Hal yang paling penting adalah hati. Setiap saat menanamkan kebaikan dalam hati. Rendah hati dan selalu siap membantu orang lain dengan hati yang benar-benar tulus. Ikuti ajaran Tuhan, orang tidak perlu uang untuk melakukan perbuatan baik. Mengapa tidak sebaiknya intropeksi diri daripada memaki hakim tersebut.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu sang penulis terampil sangat baik pada semua orang dan ketat mematut dirinya. Berkultivasi kebaikan dan menjadi orang yang bermoral tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mendirikan sekolah, menghimbau penduduk untuk bersekolah. Mengajar tiap orang tidak melakukan perbuatan menyimpang dan melakukan perbuatan baik tak peduli betapa kecil situasinya. Dia sangat dipuji oleh penduduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga tahun berlalu, sang penulis terampil mencoba kembali ikut ujian. Dan dia lulus ujian pengadilan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tetap rendah hati, dan terus membantu orang yang membutuhkan.&lt;br /&gt;___________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;CENTER&gt;Semoga tulisan ini dapat menumbuhkan moral bagi penerus bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size=4&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SELAMAT HARI SUMPAH PEMUDA&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/CENTER&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-1048430601505127786?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/1048430601505127786/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/10/ujian-hakim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/1048430601505127786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/1048430601505127786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/10/ujian-hakim.html' title='Ujian Hakim'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-9DoLCgVlLns/TqoIuK55XII/AAAAAAAAAh4/vQFaEht5Uew/s72-c/index.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-722679265245012380</id><published>2011-10-25T09:25:00.000+07:00</published><updated>2011-10-25T09:25:00.512+07:00</updated><title type='text'>Ayam Jago yang sombong</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-lqnewZJDkxo/TopvdjEBxUI/AAAAAAAAAhA/6j93mBHqIxg/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 154px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-lqnewZJDkxo/TopvdjEBxUI/AAAAAAAAAhA/6j93mBHqIxg/s200/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5659458435163473218" /&gt;&lt;/a&gt; Ada dua ayam jago tinggal di peternakan yang sama, mereka tidak tahan melihat satu sama lain. Akhirnya suatu hari mereka  berkelahi habis-habisan menggunakan paruh dan cakar. Mereka bertarung sampai salah satu dari mereka kalah, kesakitan dan merangkak ke sudut untuk bersembunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayam jago yang telah memenangkan pertarungan terbang ke atas kandang dan dengan bangga mengepakkan sayap, berkokok dengan sekuat tenaga untuk memberitahu dunia tentang kemenangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi seekor elang berputar di atas, tertarik akan keangkuhan sang jagoan dan menukik ke bawah mengangkat ayam jago itu, dibawa pergi ke sarang elang.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lawannya melihat kejadian itu dan keluar dari pojok, akhirnya keluar sebagai penguasa peternakan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moral cerita: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Kesombongan membawa malapetaka"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-722679265245012380?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/722679265245012380/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/10/ayam-jago-yang-sombong.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/722679265245012380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/722679265245012380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/10/ayam-jago-yang-sombong.html' title='Ayam Jago yang sombong'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-lqnewZJDkxo/TopvdjEBxUI/AAAAAAAAAhA/6j93mBHqIxg/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-2429249064895441058</id><published>2011-10-22T10:43:00.001+07:00</published><updated>2011-10-22T10:43:00.527+07:00</updated><title type='text'>Srigala yang egois</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/--uTd9V4kMRc/ToqBylxeSHI/AAAAAAAAAho/4x44Sk0KZtU/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 144px; height: 141px;" src="http://1.bp.blogspot.com/--uTd9V4kMRc/ToqBylxeSHI/AAAAAAAAAho/4x44Sk0KZtU/s200/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5659478587877509234" /&gt;&lt;/a&gt; Di tengah sungai ada sebuah pulau kecil, diatas pulau tumbuh sebatang pohon buah pir yang sedang berbuah sangat ranum, buahnya banyak sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Srigala ingin memakan buah pir, tetapi tidak bisa menyeberangi sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Monyet juga ingin memakan buah pir, tetapi juga tidak bisa menyeberangi sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Monyet dan srigala kemudian berembuk, akan membuat sebuah jembatan menyeberangi sungai dan memetik buah pir kemudian dibagi rata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Monyet dan srigala bekerja sama dengan sekuat tenaga mereka mengambil sebatang pohon diletakkan antara pinggir sungai dan pulau kecil membuat sebuah jembatan kecil yang hanya bisa diseberangi satu orang saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jembatan ini sangat kecil, tidak mungkin pada saat bersamaan diseberangi dua orang,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Srigala berkata kepada monyet, “Saya pergi keseberang lebih dahulu, kemudian engkau menyusul.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Srigala segera menyeberangi jembatan sampai dipulau, sifat licik srigala segera timbul dia ingin sendirian menguasai buah pir, lalu dia membuang jembatan kayu kedalam sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Srigala dengan licik tertawa sambil berkata kepada monyet, “Nyet, pulanglah ke rumahmu, engkau tidak punya kesempatan memakan buah pir ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar dan melihat perbuatan srigala yang licik, monyet sangat marah, tetapi dia segera sadar dengan tertawa terbahak-bahak dia berkata,” ha…ha..ha.. Srigala licik memang engkau dapat memakan habis semua buah pir ini, tetapi engkau selamanya tidak bisa kembali kesini lagi!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendengar perkataannya, srigala berubah menjadi panik, lalu dengan memohon dia berkata kepada monyet, “monyet yang baik, kita berdua adalah sahabat, tolong carikan akal supaya saya dapat kembali kesana!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Monyet tanpa menjawab membalikkan badan meninggalkan srigala sendirian dipulau itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;______________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moral cerita: orang yang egois selalu menganggap dirinya lebih pintar dari orang lain, selalu mencari kesempatan mengambil lebih banyak keuntungan dari orang lain, mereka tidak menyadari keegoisan mereka malahan dapat merugikan diri sendiri, ingin menyakiti orang lain akhirnya diri sendiri yang disakiti.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-2429249064895441058?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/2429249064895441058/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/10/srigala-yang-egois.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/2429249064895441058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/2429249064895441058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/10/srigala-yang-egois.html' title='Srigala yang egois'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/--uTd9V4kMRc/ToqBylxeSHI/AAAAAAAAAho/4x44Sk0KZtU/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-5317899948603083027</id><published>2011-10-19T10:27:00.002+07:00</published><updated>2011-10-19T10:27:00.116+07:00</updated><title type='text'>Antri dong..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-rd_1d2sbH4g/Top-1KCkOjI/AAAAAAAAAhg/ezJc3iHeJBY/s1600/index.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 115px; height: 169px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-rd_1d2sbH4g/Top-1KCkOjI/AAAAAAAAAhg/ezJc3iHeJBY/s200/index.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5659475333437733426" /&gt;&lt;/a&gt; Pada jam makan siang, di pujasera sangat ramai, semua orang antri membeli makan siang, Jack berada disebuah kedai mie dia berada di barisan yang antri sangat panjang, orang yang mengantri semakin lama semakin banyak, kelihatannya sama sekali tidak bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang gadis cantik yang memakai baju seragam, tiba-tiba masuk ke depan antrian itu karena pemuda yang mengantri didepan Jack melihatnya lalu mengajaknya masuk kebarisan antriannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barisan orang-orang yang antri segera memprotes, semua pandangan mata ditujukan ke gadis ini, Jack juga kehilangan kesabarannya, dengan ketus berkata kepada gadis ini, “Hai Nona, waktu sangat berharga bagi setiap orang, silahkan antri dibelakang!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda yang menarik gadis ini membalikkan badan memelototi Jack sambil berkata, “Tolong, jangan ikut campur!” lalu membalikkan kembali badannya bercanda dengan gadis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi keadaan demikian, Jack hanya bisa menghela nafasnya, dengan tidak sabaran menggelengkan kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barisan antri berjalan dengan perlahan, tiba-tiba ada seseorang menyapa Jack, “Jack, tolong saya ingin segera membeli 1 mangkok mie, waktu rapat sudah sangat mendesak, tidak ada waktu mengantri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Jack menoleh kepalanya melihat rupanya bosnya, ia mempersilakan bosnya menggantikan posisinya, sedangkan diri sendiri berjalan ke bagian belakang barisan mulai antri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Jack sudah berada dibarisan belakang sedang mengantri, matanya memandang ke depan, gadis cantik yang tadi berada didepannya pergi meninggalkan dari antrian karena malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membuat orang lain menyadari kesalahannya, dikatakan gampang juga tidak gampang. Orang selalu berkata, contoh diri yang baik mempunyai kekuatan yang sangat besar,  mempratekkan dan melakukan langsung lebih ampuh dari hanya ngomong saja, dapat langsung menyentuh ke hati orang lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-5317899948603083027?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/5317899948603083027/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/10/antri-dong.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/5317899948603083027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/5317899948603083027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/10/antri-dong.html' title='Antri dong..'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-rd_1d2sbH4g/Top-1KCkOjI/AAAAAAAAAhg/ezJc3iHeJBY/s72-c/index.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-7802191609600637119</id><published>2011-10-16T10:05:00.001+07:00</published><updated>2011-10-16T10:05:00.120+07:00</updated><title type='text'>Pingsan gara-gara Nyamuk</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-qnY9IOh5zcQ/Top6IiT1dVI/AAAAAAAAAhY/Etf4F70CTWo/s1600/index.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 173px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-qnY9IOh5zcQ/Top6IiT1dVI/AAAAAAAAAhY/Etf4F70CTWo/s200/index.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5659470168811992402" /&gt;&lt;/a&gt; Ada seorang tukang cuci yang gundul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari dia membawa anaknya pergi ke sungai mencuci pakaian, setelah sampai di pinggir sungai mulai mencuci pakaian, setelah mencuci habis semua pakaian sudah tengah hari, mereka berdua lalu berkemas-kemas hendak pulang ke rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu adalah musim panas, di tengah hari matahari sangat terik, karena telah bekerja mencuci pakaian setengah hari, kedua tangannya menjadi pegal, kakinya menjadi lemas, pinggangnya sakit, tubuhnya terasa lelah semuanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambah musim panas matahari sangat terik, membuat seluruh pakaiannya basah kuyup oleh keringat, lalu dia mencari sebatang pohon yang rindang, menghamparkan plastik tempat pakaian diatas tanah dibawah pohon merebahkan tubuhnya yang lelah ingin beristirahat sebentar, angin sepoi-sepoi membuat dia segera tertidur nyenyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena musim panas banyak nyamuk berkeliaran, ada seekor nyamuk terbang kearahnya, hinggap diatas kepalanya yang gundul mulai menggigit dan mengisap darahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anaknya sangat menyayangai orang tuanya, dia adalah seorang pemuda yang sangat berbakti, pada saat ini dia melihat nyamuk tersebut menggigit dan mengisap darah bapaknya, dia menjadi marah, dengan telunjuknya dia menunjuk kepada nyamuk dan memaki, “Hai bajingan busuk, engkau sungguh berani menggigit dan mengisap darah bapakku, aku akan menghajar engkau!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bermaksud memukul nyamuk itu dengan tangannya, tetapi kemudian berubah pikiran: memakai tangan memukul sangat ringan, menguntungkan nyamuk ini! Sambil berpikir demikian lalu dia mengambil kayu untuk mencuci pakaian, membidik dengan tepat nyamuk yang berada diatas kepala bapaknya, mengangkat kayu dengan sekuat tenaga memukul ke arah nyamuk ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya nyamuk ini segera terbang, tidak  kena, tetapi bapaknya karena kepalanya dipukul dengan sekuat tenaga dengan kayu pingsan seketika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;____________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memukul nyamuk cukup dengan telapak tangan, hasilnya sudah pasti akan kena sasaran, dengan kayu malahan hasilnya akan meleset. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu ketika kita membuat sebuah keputusan melaksanakan sebuah hal, bukan dengan kekerasan dapat menyelesaikan persoalan, kita harus dengan bijaksana melihat masalah dan mencari jalan yang paling aman menyelesaikan masalah tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-7802191609600637119?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/7802191609600637119/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/10/pingsan-gara-gara-nyamuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/7802191609600637119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/7802191609600637119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/10/pingsan-gara-gara-nyamuk.html' title='Pingsan gara-gara Nyamuk'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-qnY9IOh5zcQ/Top6IiT1dVI/AAAAAAAAAhY/Etf4F70CTWo/s72-c/index.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-7567753863767654120</id><published>2011-10-13T09:51:00.000+07:00</published><updated>2011-10-13T09:51:00.344+07:00</updated><title type='text'>Rubah Penghianat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-Nb_if-6qCfA/Top2VbOdaTI/AAAAAAAAAhQ/DrCuYc8h-K8/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 149px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-Nb_if-6qCfA/Top2VbOdaTI/AAAAAAAAAhQ/DrCuYc8h-K8/s200/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5659465992202185010" /&gt;&lt;/a&gt; Seekor Keledai dan seekor Rubah telah menjadi sahabat dekat sejak lama, dan sering sekali terlihat berduaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari sepasang binatang itu secara tidak sengaja bertemu seekor Singa. Keledai sangat ketakutan, tetapi Rubah menenangkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku akan berbicara dengannya,” kata Rubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Rubah berjalan dengan gagah menemui Singa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang Mulia,” Rubah mengatakannya dengan nada yang rendah, agar Keledai tidak dapat mendengarkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku mendapatkan sebuah rencana yang bagus di dalam pikiranku. Jika Yang Mulia berjanji tidak akan menyakitiku, aku akan membawa binatang bodoh itu ke arah sana ke dalam sebuah lubang dimana dia tidak dapat keluar, dan Yang Mulia akan dapat memuaskan nafsu makan Yang Mulia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singa setuju dan membiarkan Rubah kembali ke Keledai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku telah membuat sebuah perjanjian dengan dia agar tidak menyakiti kita,” kata Rubah. “ Tetapi ikutilah aku, aku tahu sebuah tempat yang bagus untuk bersembunyi sampai dia pergi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Rubah membawa Keledai masuk ke sebuah lubang yang sangat dalam. Tetapi ketika Singa sudah yakin bahwa Keledai telah menjadi miliknya dan siap untuk dilahap, dia malahan menyerang dan memakan Rubah Penghianat terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Moral cerita: ‘Penghianat akan dibalas dengan penghianatan juga’&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-7567753863767654120?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/7567753863767654120/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/10/rubah-penghianat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/7567753863767654120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/7567753863767654120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/10/rubah-penghianat.html' title='Rubah Penghianat'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Nb_if-6qCfA/Top2VbOdaTI/AAAAAAAAAhQ/DrCuYc8h-K8/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-5446501302516470680</id><published>2011-10-10T09:33:00.000+07:00</published><updated>2011-10-10T09:33:00.093+07:00</updated><title type='text'>Rantai Kehidupan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-FWR2tDSUXWg/TopyXeIuECI/AAAAAAAAAhI/LYdMJlYPsQg/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 172px; height: 151px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-FWR2tDSUXWg/TopyXeIuECI/AAAAAAAAAhI/LYdMJlYPsQg/s200/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5659461629296644130" /&gt;&lt;/a&gt; Ada seorang pertapa, ia hanya membawa sehelai kain, lalu naik ke gunung untuk bertapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dia hendak mencuci pakaian dia memerlukan sehelai kain yang lain sebagai pengganti, akhirnya dia turun gunung meminta sehelai kain kepada penduduk desa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penduduk desa sudah mengenalnya sebagai  seorang pertapa, tanpa banyak bertanya mereka memberinya sehelai kain sebagai pakaian pengganti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pertapa ini sampai di gubuknya di atas gunung, dia melihat seekor tikus. Tikus ini sering  datang mengganggunya ketika dia sedang bermeditasi, mengigit pakaian penggantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dia telah bersumpah seumur hidupnya tidak akan membunuh mahluk hidup, oleh sebab itu dia tidak menyakiti tikus ini, tetapi dia tidak mempunyai cara mengusir tikus ini, akhirnya dia turun ke gunung meminta seekor kucing untuk dipelihara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dia memelihara kucing tersebut, lalu dia berpikir, “Apa yang harus dia makan? Saya tidak ingin dia memangsa tikus tersebut, tetapi tidak mungkin dia seperti saya hanya memakan buah dan sayuran saja.“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dia pergi lagi ke desa meminta seekor lembu betina, sehingga kucing ini bisa meminum susu lembu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi setelah beberapa lama berada di atas gunung, dia merasa dia telah membuang terlalu banyak waktu untuk memelihara lembu betina ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dia turun gunung lagi pergi ke desa, mencari seorang gelandangan yang sangat miskin, dia lalu membawa gelandangan yang tidak mempunyai rumah ini naik ke gunung tinggal bersamanya dan menyuruh dia mengurus lembu betinanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelandangan ini setelah beberapa lama tinggal di atas gunung lalu mengeluh kepada pertapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya tidak sama dengan engkau, saya memerlukan seorang istri,  saya memerlukan kehidupan berkeluarga seperti orang biasa,” ujar gelandangan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertapa ini setelah mendengar keluhan itu, merasa benar juga tidak mungkin gelandangan ini akan seperti dia hanya bertapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tahun-tahun berlalu, semakin banyak hal yang harus dipenuhi, semakin banyak hal yang harus dilengkapi, akhirnya di atas gunung itu sudah jadi sebuah desa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;__________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini sebenarnya terjadi di dalam kehidupan kita semua, timbulnya keinginan bagaikan sebuah mata rantai, dia akan merantai kita terus menerus, selamanya tidak ada kepuasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang paling menyedihkan adalah manusia selalu mencari alasan yang tidak masuk akal untuk memenuhi keinginannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-5446501302516470680?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/5446501302516470680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/10/rantai-kehidupan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/5446501302516470680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/5446501302516470680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/10/rantai-kehidupan.html' title='Rantai Kehidupan'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-FWR2tDSUXWg/TopyXeIuECI/AAAAAAAAAhI/LYdMJlYPsQg/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-7692186381153750256</id><published>2011-10-07T10:58:00.003+07:00</published><updated>2011-10-07T10:58:00.394+07:00</updated><title type='text'>Bertemu Bunda Maria</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-rU_yfxq0fKM/ToqKCJY6JdI/AAAAAAAAAhw/n-87KZSQrY4/s1600/index.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 143px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-rU_yfxq0fKM/ToqKCJY6JdI/AAAAAAAAAhw/n-87KZSQrY4/s200/index.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5659487651229214162" /&gt;&lt;/a&gt; Pada suatu pagi di musim dingin, banyak orang yang berjalan menuju suatu tempat, mereka semua mendengar bahwa tempat tersebut akan dikunjungi Bunda Maria. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan menuju ketempat tersebut, terlihat semua orang sibuk saling mengejar berjalan didepan supaya dapat duluan sampai ketempat tersebut mereka mempunyai alasan yang pertama ingin cepat-cepat melihat Bunda Maria, yang kedua adalah mengungkapkan ketulusan hati mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara orang ramai ini, ada seorang bapak-bapak yang separuh baya, dia adalah seorang guru di sebuah sekolah dasar, dia sangat menghormati Bunda Maria. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah jalan dia melihat ada seorang nenek tua. Nenek tua tersebut bajunya compang camping, tidak tahu apa sebabnya, mungkin karena terlalu lapar atau alasan yang lain, tergeletak ditepi jalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelihatannya sudah banyak orang yang mengetahui keadaan nenek malang  tersebut, karena didekatnya terdapat uang dan makanan yang menumpuk. Tetapi tidak ada seorangpun berhenti bertanya kepadanya bagaimana keadaannya? tidak ada seorangpun yang berusaha menolong nenek yang malang ini, karena mereka semua sibuk melanjutkan perjalanan ingin bertemu dengan Bunda Maria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya bapak paruh baya ini, melihat keadaan bahaya yang menimpa nenek malang ini, dia berhenti lalu memapah nenek ini sambil mengambil mantelnya dipakai ke tubuh nenek malang ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia bertanya kepada orang yang lewat sebentar, dan memikul nenek tersebut melalui sebuah jalan kecil didesa ini menuju ke puskesmas mencari pengobatan untuk nenek malang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil memangkul nenek ini dia berjalan dijalan yang tidak rata , berusaha dengan cepat dengan susah payah, pada saat ini dia sama sekali tidak ingat tujuan sebenarnya ingin bertemu ke Bunda Maria. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia hanya ingin dengan cepat menyelamatkan nenek ini, akhirnya disebuah jalan yang sepi, nenek ini tiba-tiba berkata, “Anak baik, berhenti disini saja, tolong turunkan saya,  sekarang saya merasa sudah baikan!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan hati-hati dia menurunkan nenek ini dari punggungnya sambil membalikkan badannya melihat keadaan nenek ini, dia menjadi tertegun- nenek yang tadinya bajunya compang camping kelihatannya tua, lemah dan sakit-sakitan, pada saat ini kelihatan wajah yang anggun dan welas asih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika itu dia tidak bisa mengucapkan sepatah katapun, tetapi didalam hatinya segera mengerti keadaan yang terjadi di depan matanya… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda Maria berkata kepadanya, orang yang benar-benar ingin bertemu dengan-Nya bukan dengan perkataan atau gerakan mereka, tetapi adalah orang yang seperti kamu dengan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;hati yang berbelas kasih, cinta kasih dan tulus hati yang benar-benar keluar dari hati nuraninya&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapapun tidak menyangka, selain pria paruh baya ini yang dengan susah payah tanpa memperdulikankan keadaannya menyelamatkan seorang nenek yang tidak dikenal yang akhirnya hanya dia sendiri yang benar-benar bertemu dengan Bunda Maria sedangkan mereka semua yang bergegas pergi ingin bertemu dengan Bunda Maria akhirnya mereka sama sekali tidak bertemu dengan Bunda Maria yang sebenarnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-7692186381153750256?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/7692186381153750256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/10/bertemu-bunda-maria.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/7692186381153750256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/7692186381153750256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/10/bertemu-bunda-maria.html' title='Bertemu Bunda Maria'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-rU_yfxq0fKM/ToqKCJY6JdI/AAAAAAAAAhw/n-87KZSQrY4/s72-c/index.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-5231523060412646435</id><published>2011-10-04T09:03:00.002+07:00</published><updated>2011-10-04T09:21:49.121+07:00</updated><title type='text'>Gentong Retak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-9CaK867ltW8/ToptmautFjI/AAAAAAAAAg4/I9rwmUgGtQc/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 116px; height: 168px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-9CaK867ltW8/ToptmautFjI/AAAAAAAAAg4/I9rwmUgGtQc/s200/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5659456388522120754" /&gt;&lt;/a&gt; Seorang wanita tua mempunyai dua buah gentong besar, masing-masing tergantung pada ujung sebatang tongkat panjang, yang dibawa di pundaknya.  Salah satu gentong retak,  sedangkan gentong yang satu lagi sangat baik untuk mengangkut satu air penuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melewati jalan dari sungai ke rumah, gentong yang retak hanya menghasilkan setengah gentong air. Selama 2 tahun hal ini terjadi, wanita tersebut hanya membawa pulang satu setengah gentong air setiap harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya, gentong yang sempurna tersebut sangat bangga dengan air yang dihasilkannya.  Sedangkan, gentong yang retak malu dengan ketidaksempurnaan dirinya, dan sedih bahwa Ia hanya dapat mengahasilkan setengah dari kemampuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 2 tahun dari sesuatu yang ia pikir sebagai kegagalannya, Gentong yang retak berbicara dengan wanita tua di tepi sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya sangat malu dengan diri saya, karena retak pada diri saya, menyebabkan air bocor selama perjalanan dari sungai ke rumah,"  katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita tua kemudian tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah kamu memperhatikan, bahwa bunga tumbuh di sisi jalan yang kamu lewati, tetapi tidak ada pada sisi yang lain? Itu karena aku sudah tahu tentang  kekuranganmu, jadi aku menanam benih bunga di sepanjang jalurmu, dan setiap hari kita pulang ke rumah, kamu menyiraminya. Selama dua tahun ini, aku telah memperoleh bunga yang indah untuk dekorasi meja. Tanpa dirimu dengan keadaan seperti sekarang ini,  tidak akan ada keindahan di dalam rumah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang memiliki kekurangan-kekurangan yang unik. Tetapi, justru kelemahan dan kekurangan yang kita miliki, yang membuat hidup kita ini sangat menarik dan mengesankan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita hanya perlu melihat seseorang apa adanya, dan mencari hal baik yang mereka punyai.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-5231523060412646435?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/5231523060412646435/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/10/gentong-retak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/5231523060412646435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/5231523060412646435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/10/gentong-retak.html' title='Gentong Retak'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-9CaK867ltW8/ToptmautFjI/AAAAAAAAAg4/I9rwmUgGtQc/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-5355546847427470221</id><published>2011-09-26T09:17:00.002+07:00</published><updated>2011-09-26T09:17:00.503+07:00</updated><title type='text'>Jadilah singa yang menyisakan makanan untuk orang lain</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-L0SXj7AM3yM/Tnf-AlJbR-I/AAAAAAAAAgw/dZz-yNgf4jM/s1600/serigala.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 140px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-L0SXj7AM3yM/Tnf-AlJbR-I/AAAAAAAAAgw/dZz-yNgf4jM/s200/serigala.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5654267143112050658" /&gt;&lt;/a&gt; Ada seseorang melihat ada seekor serigala yang tidak punya kaki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun serigala ini tidak mempunyai kaki, tetapi kelihatan serigala ini sangat gemuk dan sehat, kelihatannya dia tidak kekurangan makanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia merasa sangat heran :”seekor srigala tanpa kaki bagaimana dapat hidup dihutan belantara dan memburu mangsa untuk makanannya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, dia melihat seekor singa menggigit seekor rusa. Dengan sangat rakus dan tergesa-gesa singa ini mengerogoti mangsanya, lalu setelah perutnya kenyang, berlalu dari tempat itu: lalu baru kemudian serigala ini memakan remah-remah daging rusa yang ditinggalkan singa itu, dengan demikian dia mengisi perutnya sampai kenyang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, kejadian ini berulang kembali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya setiap hari srigala ini mempertahankan hidupnya dari bekas sisa-sisa makanan singa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika orang ini melihat kejadian ini, merasa Tuhan sangat adil dan berbelas kasih, terhadap seekor srigala tanpa kaki saja sudah diatur santapan yang dapat mengenyangkan perut setiap hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, mulai saat ini orang tersebut tidak mengerjakan pekerjaan apapun lagi, menunggu Tuhan memberi dia makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah beberapa hari berlalu, Tuhan tidak memberi dia sebutir beras, teman dan saudaranya juga tidak datang menanyakan keadaannya, akhirnya dia menjadi kurus kering, pada saat dia merasa sangat lapar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat dia mendengar sebuah suara yang berkata :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;”Manusia! Engkau seharusnya seperti seekor singa itu menyisakan makanan untuk orang lain, kenapa harus sama dengan srigala yang tergantung kepada orang lain, menunggu belas kasihan orang lain memakan sisa makanan dari orang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selagi muda mempunyai tenaga harus bekerja dengan giat mencari makan dan membagi kepada orang lain, jangan hanya bermalas-malas menunggu belas kasihan dari orang lain, orang bijak harus giat bekerja untuk menghidupkan diri sendiri dengan begitu kehidupan yang dijalani akan berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya orang bodoh yang menunggu belas kasihan dan pemberian orang lain untuk kelangsungan hidupnya membuat dia menjadi orang yang tidak berguna dan diremehkan orang lain."&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-5355546847427470221?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/5355546847427470221/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/09/jadilah-singa-yang-menyisakan-makanan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/5355546847427470221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/5355546847427470221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/09/jadilah-singa-yang-menyisakan-makanan.html' title='Jadilah singa yang menyisakan makanan untuk orang lain'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-L0SXj7AM3yM/Tnf-AlJbR-I/AAAAAAAAAgw/dZz-yNgf4jM/s72-c/serigala.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-3587492709525212450</id><published>2011-09-23T08:58:00.001+07:00</published><updated>2011-09-23T08:58:00.582+07:00</updated><title type='text'>Anjing, Ayam, dan Rubah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-DKLlMpyN0Lw/Tnf2s8mA3MI/AAAAAAAAAgo/JW9ubAowA2Y/s1600/k05-11-03-30.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 146px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-DKLlMpyN0Lw/Tnf2s8mA3MI/AAAAAAAAAgo/JW9ubAowA2Y/s200/k05-11-03-30.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5654259109227191490" /&gt;&lt;/a&gt; Seekor anjing dan seekor ayam jantan yang berteman akrab, berharap bahwa satu saat mereka akan dapat berkeliling dunia dan menemukan petualangan baru. Sehingga mereka kemudian memutuskan untuk meninggalkan tanah pertanian dan melakukan perjalanan keliling dunia melalului sebuah jalan yang menuju ke hutan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua sahabat itu berjalan bersama dengan semangat dan tidak bertemu dengan petualangan yang mereka sering bicarakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam hari, ayam jantan, mencari tempat untuk bertengger seperti kebiasaannya, dia melihat sebuah pohon yang berlubang dan dipikirnya pohon tersebut sangat baik untuk dijadikan tempat menginap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang anjing dapat menyelinap ke  dalam lubang pohon tersebut dan sang ayam dapat terbang ke atas salah satu dahan pohon tersebut. Keduanya lalu tertidur dengan nyenyak di pohon tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat fajar mulai menyingsing, ayam jantan tersebut terbangun dan sejenak dia lupa dimana dia berada. Dia mengira dirinya masih di tanah pertanian dimana tugasnya adalah membangunkan seisi rumah pada pagi hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang dengan berdiri diatas jari kakinya, dia mengepakkan sayapnya dan berkokok dengan semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi bukannya petani yang terbangun mendengar dia berkokok melainkan dia membangunkan seekor rubah yang tidur tidak jauh dari pohon tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rubah tersebut dengan cepat melihat ke arah ayam tersebut dan berpikir bahwa dia mendapatkan sarapan pagi yang sangat lezat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cepat dia mendekati pohon dimana ayam jantan bertengger, dan berkata dengan sopan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selamat datang di hutan kami, tuanku yang agung. Saya tidak dapat berbicara bagaimana senangnya saya bertemu dengan anda di tempat ini. Saya merasa yakin bahwa kita akan menjadi teman baik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya merasa tersanjung, tuan yang baik." kata ayam jantan tersebut dengan malu-malu. "Jika kamu memang mau, pergilah ke pintu rumahku di bawah pohon ini, pelayanku akan membiarkan kamu masuk."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rubah yang sedang lapar itu tidak mencurigai apapun, berjalan ke arah lubang dibawah pohon tersebut seperti yang disuruhkan, dan dalam sekejap mata anjing yang tadinya tidur di dalam lubang pohon itu menyergapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pesan Moral: Siapa yang akan menipu, akan menerima akibatnya sendiri.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-3587492709525212450?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/3587492709525212450/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/09/anjing-ayam-dan-rubah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/3587492709525212450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/3587492709525212450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/09/anjing-ayam-dan-rubah.html' title='Anjing, Ayam, dan Rubah'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-DKLlMpyN0Lw/Tnf2s8mA3MI/AAAAAAAAAgo/JW9ubAowA2Y/s72-c/k05-11-03-30.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-8040024976272283746</id><published>2011-09-20T08:53:00.002+07:00</published><updated>2011-09-20T08:56:59.301+07:00</updated><title type='text'>The Dog and the Shadow</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-RVkipHigsCk/TnfyoI9OmnI/AAAAAAAAAgg/lsvRvlW4SEs/s1600/The_Dog_and_the_Shadow.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-RVkipHigsCk/TnfyoI9OmnI/AAAAAAAAAgg/lsvRvlW4SEs/s200/The_Dog_and_the_Shadow.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5654254628599929458" /&gt;&lt;/a&gt; Seekor anjing yang mendapatkan sebuah tulang dari seseorang, berlari-lari pulang ke rumahnya secepat mungkin dengan senang hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dia melewati sebuah jembatan yang sangat kecil, dia menunduk ke bawah dan melihat bayangan dirinya terpantul dari air di bawah jembatan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anjing yang serakah ini mengira dirinya melihat seekor anjing lain membawa sebuah tulang yang lebih besar dari miliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila saja dia berhenti untuk berpikir, dia akan tahu bahwa itu hanyalah bayangannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi anjing itu tidak berpikir apa-apa dan malah menjatuhkan tulang yang dibawanya dan langsung melompat ke dalam sungai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anjing serakah tersebut akhirnya dengan susah payah berenang menuju ke tepi sungai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat dia selamat tiba di tepi sungai, dia hanya bisa berdiri termenung dan sedih karena tulang yang dibawanya malah hilang, dia kemudian menyesali apa yang terjadi dan menyadari betapa bodohnya dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pesan Moral: Sangatlah tidak bijaksana bila kita memiliki sifat yang serakah&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-8040024976272283746?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/8040024976272283746/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/09/dog-and-shadow.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/8040024976272283746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/8040024976272283746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/09/dog-and-shadow.html' title='The Dog and the Shadow'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-RVkipHigsCk/TnfyoI9OmnI/AAAAAAAAAgg/lsvRvlW4SEs/s72-c/The_Dog_and_the_Shadow.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-5228331301257872156</id><published>2011-08-05T09:16:00.000+07:00</published><updated>2011-08-05T09:16:00.631+07:00</updated><title type='text'>Rahasia Sehat dan Panjang Umur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-59IT5LVZwkA/Tjdgyi6uvlI/AAAAAAAAAgY/AMNNgAwWo2A/s1600/index.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 194px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-59IT5LVZwkA/Tjdgyi6uvlI/AAAAAAAAAgY/AMNNgAwWo2A/s200/index.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5636079880160329298" /&gt;&lt;/a&gt; Ada seorang kakek yang yang sangat bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakek ini kesehatannya sangat baik, mukanya memancarkan sinar terang dan kemerah-merahan, sama sekali tidak sama dengan kakek yang berusia 80 tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa dia bisa membuat dirinya demikian sehat dan panjang umur? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya dia mempunyai sebuah rahasia. Rahasia itu adalah ketika kakek dan nenek ini menikah, mereka berdua membuat sebuah kesepakatan bahwa setelah mereka menikah, jika mereka bertengkar, setelah terbukti siapa yang benar maka pihak yang kalah harus keluar dan berjalan-jalan di pekarangan rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama bertahun-tahun, bahkan tanpa perlu membuktikan siapa yang benar, setiap terjadi pertengkaran kakek ini yang akan mengalah dan berjalan-jalan di pekarangan rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada sebuah pertanyaan, kenapa Kakek iniyang selalu mengalah? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Kakek ini menjawab ini menjawab karena dia agak bodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah benar begitu? Sebenarnya Kakek ini sama sekali tidak bodoh, juga bukan selamanya dia yang berbuat salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi dia selalu mengalah, setiap terjadi pertengkaran dia yang akan berjalan-jalan dipekarangan rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua hal itu dilakukan untuk mengurangi terjadi pertengkaran yang lebih besar dan menyakitkan satu sama lain, perbuatan seperti itu patut ditiru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita pikirkan sekarang, didunia ini ada berapa orangkah yang dapat selalu mengalah? Dalam setiap pertengkaran selalu mengalah dan mundur selangkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta menyatakan, orang yang sudah bertengkar, nalarnya selalu tidak jernih, karena selalu hanya bisa berbicara tetapi kehilangan akal sehat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, ketika seseorang hanya mempergunakan mulutnya berbicara, bertengkar dan mengkritik orang lain, maka lama kelamaan dia sudah tidak suka lagi mempergunakan “telinganya”, akhirnya dia kehilangan hati, otaknya untuk tidak berpikir dengan jernih dan bijak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi seseorang yang suka mengalah, toleran terhadap orang lain, maka orang tersebut akan murah rejeki dan panjang umur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah buku yang mengatakan: &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Mundur selangkah anda akan menemukan laut luas dan angkasa tak terbatas” &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat seperti itu adalah hal yang patut ditiru oleh kita semua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-5228331301257872156?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/5228331301257872156/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/08/rahasia-sehat-dan-panjang-umur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/5228331301257872156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/5228331301257872156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/08/rahasia-sehat-dan-panjang-umur.html' title='Rahasia Sehat dan Panjang Umur'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-59IT5LVZwkA/Tjdgyi6uvlI/AAAAAAAAAgY/AMNNgAwWo2A/s72-c/index.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-588268178797735198</id><published>2011-08-02T09:04:00.003+07:00</published><updated>2011-08-02T09:12:51.880+07:00</updated><title type='text'>Kesombongan Pohon Besar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-RzUwzDB0itc/Tjdc4mA4S7I/AAAAAAAAAgQ/EH4j5a5enPM/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 178px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-RzUwzDB0itc/Tjdc4mA4S7I/AAAAAAAAAgQ/EH4j5a5enPM/s200/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5636075586024131506" /&gt;&lt;/a&gt; Sebuah pohon besar tumbuh dekat sungai, disekitarnya juga banyak ditumbuhi alang-alang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika angin bertiup, pohon besar itu berdiri tegak dan sombong mengangkat ratusan rantingnya ke langit. Sedangkan alang-alang membungkuk rendah menghindari angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itu kan hanya tiupan angin kecil, mengapa sampai menundukan kepala sampai menyentuh permukaan air? Berdirilah yang tegak dan kokoh meskipun badai datang, seperti saya, si Pohon Besar!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alang-alang menjawab “Angin memang tidak mencelakai, kami hanya menunduk dan menghindar sebelum angin membuat kami patah. Anda selama ini dengan kesombongan dan mengandalkan kekuatan, menentang dan melawan angin. Suatu saat semuanya akan berakhir. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti apa yang dikatakan Alang-alang, badai besar datang dari utara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon besar berdiri dengan sombong dan menantang badai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Alang-alang tetap menunduk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin bertiup semakin kencang bahkan lebih kencang dari biasanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Pohon besar karena kesombongannya tumbang sampai ke akar-akarnya. Alang – alang pun ikut sedih dengan tumbangnya pohon besar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;______________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lebih baik mengalah daripada sombong dan keras kepala karena akan menghancurkan diri sendiri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-588268178797735198?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/588268178797735198/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/08/kesombongan-pohon-besar.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/588268178797735198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/588268178797735198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/08/kesombongan-pohon-besar.html' title='Kesombongan Pohon Besar'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-RzUwzDB0itc/Tjdc4mA4S7I/AAAAAAAAAgQ/EH4j5a5enPM/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-1777049517596575576</id><published>2011-07-30T08:47:00.006+07:00</published><updated>2011-07-30T09:14:13.856+07:00</updated><title type='text'>Ujian Kejujuran</title><content type='html'>Dahulu kala adalah seorang petani yang sangat miskin, tetapi orangnya sangat jujur dan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari ketika orang miskin ini sedang berjalan dipasar, dia melihat ada sebuah tas kulit tergeletak di jalan, ketika dia membuka tas tersebut didalam tas seluruhnya berisi emas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dia berpikir orang yang kehilangan tas yang demikian berharga ini pasti sangat panik, oleh sebab itu dia duduk dipinggir jalan menunggu pemilik tas ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menunggu beberapa lama, ia melihat seorang wanita yang sedang menangis dengan sedih berjalan ke arahnya, setelah bertanya dan memastikan tas berisi emas ini milik wanita ini, orang miskin ini mengembalikannya kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik emas ini setelah mendapatkan kembali tasnya merasa sangat gembira, dia lalu memberikan uang kepada si miskin sebagai imbalan, tetapi si miskin bersikeras tidak menerima pemberian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu istri si miskin mendengar pembicaraannya dengan pemilik tas tersebut, dengan lugu dia berkata kepada pemilik tas ini,” Saya sering mendengar orang mengatakan emas, tetapi bagaimana bentuk emas tersebut saya sama sekali tidak pernah melihatnya, dapatkah engkau memperlihatkan kepada saya bagaimana bentuk emas itu?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik tas itu segera membuka tasnya menunjukkan emas itu kepada istri si miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pemilik emas itu berlalu dari tempat itu, istri si miskin membalikkan badannya berkata kepada suaminya, “Ketika saya sedang mencari kayu bakar di hutan, waktu itu hampir sampai di tepi jurang, saya pernah lihat di sebuah gua terpencil, didalamnya banyak sekali emas yang seperti tadi dibawa ibu tersebut. Namun saya tidak tahu bahwa itu adalah emas dan berharga, jadi saya biarkan saja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendengar perkataan istrinya, si miskin lalu mengajak istrinya ke tempat dia menemukan emas tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar saja ketika mereka sampai disana ternyata gua terpencil itu adalah tempat harta karun emas, akhirnya mereka berdua memasukkan emas-emas tersebut kedalam goni membawanya pulang ke rumah mereka, mulai saat itu mereka menjadi orang kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emas tersebut yang berada dalam gua memang dikaruniakan Tuhan untuk mereka berdua, hanya Tuhan mencoba menguji mereka, untuk melihat kedua suami istri ini apakah mereka memang orang yang jujur? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berdua berhasil melewati ujian tersebut, dengan jujur mengembalikan emas tersebut kepada pemiliknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Tuhan menyerahkan semua emas yang didalam gua itu ke tangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;__________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;CENTER&gt;&lt;FONT COLOR="red"&gt;&lt;FONT SIZE="4"&gt;&lt;B&gt;SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/B&gt;&lt;/CENTER&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-McCMhDcTXd0/TjNnh33BvKI/AAAAAAAAAgI/hBb6qobRzao/s1600/puasa.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 94px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-McCMhDcTXd0/TjNnh33BvKI/AAAAAAAAAgI/hBb6qobRzao/s400/puasa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5634961390398717090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-1777049517596575576?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/1777049517596575576/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/07/ujian-kejujuran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/1777049517596575576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/1777049517596575576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/07/ujian-kejujuran.html' title='Ujian Kejujuran'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-McCMhDcTXd0/TjNnh33BvKI/AAAAAAAAAgI/hBb6qobRzao/s72-c/puasa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-7676280164175343766</id><published>2011-07-09T12:03:00.002+07:00</published><updated>2011-07-09T12:25:07.267+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PUBLIKASIKAN'/><title type='text'>KEMBALI  PADA  JATI  DIRI ......</title><content type='html'>Semakin lama saya hidup , semakin saya sadar akan pengaruh sikap dalam kehidupan .Sikap lebih penting daripada ilmu,daripada uang ,daripada kesempatan,daripada kegagalan,daripada keberhasilan,daripada apapun yang mungkin dikatakan atau dilakukan seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Sikap lebih penting daripada penampilan,karunia atau keahlian .Hal yang paling menakjubkan adalah kita memiliki pilihan untuk menghasilkan sikap yang kita miliki pada hari itu .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Kita tidak dapat mengubah masa lalu,kita tidak dapat mengubah tingkah laku orang .Kita tidak dapat mengubah apa yang pasti terjadi .SATU HAL YANG DAPAT KITA UBAH ADALAH SATU HAL YANG DAPAT KITA KONTROL ,DAN ITU ADALAH SIKAP KITA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Akhirnya .....SELURUH PILIHAN TERLETAK DI TANGAN ANDA.......,tidak ada JIKA atau TETAPI .Andalah pengemudinya ,Andalah yang menentukan JALAN HIDUP ANDA.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-7676280164175343766?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/7676280164175343766/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/07/kembali-pada-jati-diri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/7676280164175343766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/7676280164175343766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/07/kembali-pada-jati-diri.html' title='KEMBALI  PADA  JATI  DIRI ......'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-5656700102552334202</id><published>2011-06-08T13:55:00.005+07:00</published><updated>2011-06-08T14:43:28.632+07:00</updated><title type='text'>Gundul Pacul</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/--m_bl1J_N_M/Te8lYytk2PI/AAAAAAAAAgA/ttssi52qH5w/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 222px; height: 227px;" src="http://1.bp.blogspot.com/--m_bl1J_N_M/Te8lYytk2PI/AAAAAAAAAgA/ttssi52qH5w/s320/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5615748368214317298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tentunya kita tidak asing lagi dengan lagu "Gundul-gundul Pacul".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;BLOCKQUOTE&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Gundul gundul pacul-cul,gembelengan&lt;br /&gt;Nyunggi nyunggi wakul-kul, gembelengan&lt;br /&gt;Wakul ngglimpang segane dadi sak latar…&lt;/span&gt;&lt;/BLOCKQUOTE&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu jawa ini sudah ada semenjak tahun 1400, merupakan pesan dan warisan berharga dari leluhur kita dan mempunyai arti filosofi yang sangat dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun 600 tahun kemudian, di era milenium ini, arti dan pesan tersebut serasa angin lalu, hanya didengarkan sebagai lagu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, mari kita simak lagi, apa arti dan pesan keramat yang ada di balik lagu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;FONT SIZE="4"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Gundul Pacul&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gundul adalah, kepala plontos tanpa rambut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala adalah lambang kehormatan, kemuliaan seseorang. Rambut adalah mahkota lambang keindahan kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka gundul artinya kehormatan yang tanpa mahkota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pacul adalah, cangkul yaitu alat petani yang terbuat dari lempeng besi segi empat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam lagu ini dilambangkan sebagai kawula rendah yang pada waktu itu kebanyakan adalah petani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kata Gundul dan pacul digabung jadi "Gundul Pacul", artinya bahwa seorang pemimpin sesungguhnya bukan orang yang diberi mahkota tetapi dia adalah pembawa pacul untuk mencangkul, mengupayakan kesejahteraan bagi rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang Jawa, pacul adalah &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Papat kang ucul"&lt;/span&gt; (empat yang lepas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang artinya bahwa, kemuliaan seseorang akan sangat tergantung empat hal, yaitu bagaimana menggunakan mata, hidung, telinga dan mulutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mata digunakan untuk melihat kesulitan rakyat.&lt;br /&gt;2. Telinga digunakan untuk mendengar nasehat.&lt;br /&gt;3. Hidung digunakan untuk mencium wewangian kebaikan.&lt;br /&gt;4. Mulut digunakan untuk berkata-kata yang adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika empat hal itu lepas, maka lepaslah kehormatannya.&lt;br /&gt;_______________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;FONT SIZE="4"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nyunggi wakul&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyunggi artinya adalah, membawa sesuatu di kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakul artinya adalah, simbol kesejahteraan rakyat. Yang isinya adalah Kekayaan negara, sumberdaya, Pajak dll. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya bahwa kepala yang dia anggap kehormatannya berada di bawah bakul milik rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedudukannya di bawah bakul rakyat. Siapa yang lebih tinggi kedudukannya, pembawa bakul atau pemilik bakul?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja pemilik bakul. Pembawa bakul hanyalah pembantu si pemiliknya. &lt;br /&gt;______________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;FONT SIZE="4"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Gembelengan:&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gembelengan adalah, melenggak lenggokkan kepala dengan sombong dan bermain-main. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pemimpin yang lupa bahwa dirinya sesungguhnya mengemban amanah rakyat, besar kepala, sombong dan bermain-main dalam menggunakan kehormatannya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pemimpin yang:&lt;br /&gt;1. Menggunakan kekuasaannya sebagai kemuliaan dirinya.&lt;br /&gt;2. Menggunakan kedudukannya untuk berbangga-bangga di antara manusia.&lt;br /&gt;3. Dia menganggap kekuasaan itu karena kepandaiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini banyak pemimpin yang masih gembelengan, lupa bahwa dia mengemban amanah penting membawa bakul dikepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Wakul ngglimpang segane dadi sak latar"&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bakul terguling dan nasinya tumpah ke mana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pemimpin gembelengan, maka sumber daya akan tumpah ke mana-mana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tak terdistribusi dengan baik. Kesenjangan ada dimana-mana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasi yang tumpah di tanah tak akan bisa dimakan lagi karena kotor. Maka gagallah tugasnya mengemban amanah rakyat..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-5656700102552334202?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/5656700102552334202/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/06/gundul-pacul.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/5656700102552334202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/5656700102552334202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/06/gundul-pacul.html' title='Gundul Pacul'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/--m_bl1J_N_M/Te8lYytk2PI/AAAAAAAAAgA/ttssi52qH5w/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-5718031090128421942</id><published>2011-05-02T10:00:00.001+07:00</published><updated>2011-05-02T10:00:01.166+07:00</updated><title type='text'>Berat Semangka VS Hati Nurani</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-s5zq43H8UZM/TbozOFWFuCI/AAAAAAAAAf0/f4gMk8P_CS8/s1600/index.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 183px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-s5zq43H8UZM/TbozOFWFuCI/AAAAAAAAAf0/f4gMk8P_CS8/s200/index.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600845403634645026" /&gt;&lt;/a&gt; Di sebuah desa ada sebuah kios yang menjual semangka, pemilik kios buah itu sangat ahli, dia pasti bisa dengan tepat mengatakan berat dari semangka tersebut tanpa harus menimbangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari seseorang yang tinggal disekitar daerah itu, datang untuk membeli semangka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa ditimbang pemilik kios itu mengatakan berat semangka tersebut, “Yang ini 1.3 kg dan yang ini 1.5 kg.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembeli itu tidak percaya kepada penjual semangka itu, lalu mengambil semangka itu dan ditimbangnya, benar saja berat semangka tersebut seperti yang dikatakan oleh penjualnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, pembeli itu mengambil sebuah semangka yang besar, dan memberikannya kepada pemilik kios sambil berkata, "jika kamu dapat menebak berat semangka ini, aku akan memberikan segepok uang kepada kamu, uang tersebut cukup untuk membeli 2 kg semangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik kios dengan gembira menyetujui, lalu dengan hati-hati mengangkat melon itu, setelah ditimang-timang ditangannya dia malah berhenti sebentar, beberapa saat kemudian, semua orang yang mengelilingi kios semangka-nya, mendesaknya mengatakan berapa berat semangka tersebut? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya pemilik kios menjawab, “1.3 kg”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ternyata salah, setelah ditimbang berat semangka itu adalah 1.5 kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa bisa salah???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segepok uang, dapat mengacaukan suasana pemilik kios itu, sehingga membuat dia kehilangan keterampilan dan bakat dasarnya yang biasanya sangat tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang lebih mementingkan harta duniawi maka akan semakin mudah kehilangan hati nuraninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati manusia bagaikan air, namun, hanya ada sedikit desiran angin, akan menimbulkan riak permukaan air yang tenang tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan dunia yang warna-warni penuh dengan godaan, seperti mobil mewah, uang, gadis cantik, ketenaran dan kekuasaan, selalu seperti badai yang menerjang ke dalam hati. Jika tidak berhati-hati, akan membuat kita kehilangan hati nurani, sehingga sulit untuk mengembalikan sifat dasar kita yang penuh kemurnian, kedamaian dan kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang jika dapat hidup dengan tenang dengan kesederhanaan, ketulusan dan kedamaian, maka orang tersebut dapat menahan godaan duniawi yang penuh warna warni, dengan demikian dapat menjaga hati nurani ini tetap tenang dan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati nurani, adalah modal dasar kita hidup didunia ini, didalam hati ini tersimpan kecerdasan dan bakat kita, juga tersimpan kualitas kita sebagai manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita berkewajiban menjaga hati nurani kita dengan baik dan lurus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa mengenali siapa diri kita sebenarnya, dapat sebesar mungkin mengembangkan potensi kita, sehingga akhirnya dapat memenuhi cita-cita kita menjadi manusia yang baik dan berguna bagi masyarakat ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-5718031090128421942?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/5718031090128421942/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/05/berat-semangka-vs-hati-nurani.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/5718031090128421942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/5718031090128421942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/05/berat-semangka-vs-hati-nurani.html' title='Berat Semangka VS Hati Nurani'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-s5zq43H8UZM/TbozOFWFuCI/AAAAAAAAAf0/f4gMk8P_CS8/s72-c/index.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-2479770275687472075</id><published>2011-04-30T10:06:00.000+07:00</published><updated>2011-04-30T10:06:00.450+07:00</updated><title type='text'>Harapan yang terlalu tinggi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-cK1kObtkD3s/TbosqRW2HoI/AAAAAAAAAfs/am6jmC-yj98/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-cK1kObtkD3s/TbosqRW2HoI/AAAAAAAAAfs/am6jmC-yj98/s200/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600838191313985154" /&gt;&lt;/a&gt; Ada seorang pengemis, setiap hari dia selalu berpikir, betapa senangnya bila punya uang 1 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, pengemis ini tanpa sengaja, melihat seekor anjing kecil yang lucu sedang tersesat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengemis ini melihat disekelilingnya tidak ada seorangpun, lalu ia menggendong anjing kecil ini pulang ke gubuknya dan mengikatnya disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya pemilik anjing ini adalah orang yang paling kaya di kota ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang kaya ini membuat pengumuman bahwa siapa yang menemukan anjingnya akan diberi hadiah 1 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya ketika pengemis ini keluar untuk mengemis, melihat pengumuman ini, lalu tergesa pulang kerumahnya membawa anjing itu pergi mengambil hadiahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dia membawa anjing itu ke rumah orang kaya itu, dia mendengar bahwa hadiahnya sudah bertambah menjadi 2 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengemis ini menghentikan langkah kakinya, setelah dipikir-pikir akhirnya dia membawa anjingnya kembali ke gubuknya diikat kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah hari ketiga, benar saja hadiahnya bertambah  lagi jadi 3 juta, pada hari keempat hadiah bertambah lagi jadi 4 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah hari yang ke tujuh, hadiahnya sudah sangat mencengangkan, pada saat ini pengemis ini lari pulang ke gubuknya, untuk mengambil anjing ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi diluar dugaannya sungguh kasihan anjing kecil itu sudah mati kelaparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_____________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya didalam kehidupan kita ini, banyak barang bagus bukan karena kita tidak berjodoh mendapatkannya, tetapi harapan kita terlalu tinggi, ketika kita sudah hampir mendekati sebuah target, terkadang kita akan merubah arah mendekati target yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Harapan manusia bagaikan sebuah gunung, jika kita tidak dapat mengontrolnya akan melukai diri sendiri.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-2479770275687472075?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/2479770275687472075/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/04/harapan-yang-terlalu-tinggi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/2479770275687472075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/2479770275687472075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/04/harapan-yang-terlalu-tinggi.html' title='Harapan yang terlalu tinggi'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-cK1kObtkD3s/TbosqRW2HoI/AAAAAAAAAfs/am6jmC-yj98/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-8170178751169825554</id><published>2011-04-24T09:48:00.001+07:00</published><updated>2011-04-29T10:02:49.561+07:00</updated><title type='text'>Harapan yang membawa terang</title><content type='html'>Ada dua orang buta yang seorang yang sudah tua dan yang seorang masih muda, mereka adalah guru dan murid, mereka mencari nafkah dengan bermain kecapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari orang buta yang tua ini jatuh sakit, dia tahu umurnya sudah tidak panjang lagi, lalu dia memanggil muridnya ke samping tempat tidurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangannya yang gemetaran menggengam tangan muridnya dengan susah payah berkata,” Anakku, didalam sini ada sebuah resep rahasia, resep rahasia ini akan membuat engkau melihat dunia terang lagi, aku menyembunyikannya didalam kecapi ini, tetapi kamu harus ingat, kamu harus bermain kecapi sampai seribu senar kecapi ini terputus, baru boleh mengeluarkan resep rahasia ini, jika tidak kamu tidak akan melihat cahaya terang lagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si buta kecil ini sambil menghapus air matanya berjanji kepada gurunya, gurunya dengan tersenyum damai pergi meninggalkan dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari demi sehari berlalu, setahun demi setahun berlalu, si buta kecil selalu ingat kepada pesan gurunya, selembar demi selembar tari senar putus disimpannya baik-baik, selalu menghitungnya didalam hati. Ketika dia bermain sampai tari senar yang ke 1000 terputus, pemuda kecil buta yang lemah yang dulu sekarang sudah menjadi si buta tua renta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tidak dapat mengekang rasa bahagia yang ada didalam hatinya, dengan tangan gemetar dia membuka kecapinya, mengeluarkan resep rahasia yang ada didalam kecapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, orang lain memberitahu kepadanya bahwa itu adalah sepotong kertas kosong, diatas kertas itu tidak tertulis sepatah katapun, air matanya menetes diatas kertas, dia tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah si buta tua membohongi si buta kecil?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si buta tua yang dahulunya adalah si buta kecil, memegang kertas putih yang tidak ada tulisan sama sekali, lalu kenapa dia malahan bisa tertawa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat dia membuka resep rahasia itu, seketika itu juga dia menjadi mengerti makna yang terkandung didalam hati gurunya, walaupun hanya sepotong kertas putih, tetapi itu merupakan sebuah resep rahasia tanpa tulisan, resep rahasia yang tidak akan ada orang tahu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dia sendiri yang dari kecil menemani gurunya bermain kecapi yang mengerti makna yang terkandung dalam resep rahasia yang tanpa tulisan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resep rahasia itu adalah "HARAPAN" yang memancarkan sinar terang, yang ketika dia berada dalam kesusahan menghadapi perjalanan hidup ini gurunya menyalakan sinar terang ini untuk menemani menjalani perjalanan hidup  yang susah ini, jika tidak ada sinar terang ini, dia mungkin sudah ditelan oleh kegelapan hidup ini, mungkin dari dahulu dia sudah tersungkur jatuh oleh kesusahan hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena "HARAPAN" akan seberkas terang ini, dia dapat bermain kecapi sampai seribu senarnya terputus, karena dia ingin bisa melihat cahaya terang lagi, dengan teguh tanpa goyah mempercayai pesan gurunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegelapan bukan selamanya terjadi, asalkan tidak mudah melepaskan keyakinan, setelah semua kegelapan ini berlalu, akan ada cahaya yang tidak terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menaklukkan berbagai rintangan dan kesusahan,  kepercayaan yang teguh ini akhirnya membuat hatinya bisa melihat cahaya terang yang sebenarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah akhirnya dapat melihat sinar terang didunia ini hal yang perlu dibanggakan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia memiliki sepasang mata yang terang, tetapi memiliki sisi hati yang gelap, apakah ini berguna?&lt;br /&gt;_______________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;CENTER&gt;&lt;FONT SIZE=5&gt;&lt;B&gt;SELAMAT PASKAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-aGqYFxS_bTw/TbopywILhLI/AAAAAAAAAfk/hpxDgULZnXU/s1600/hope.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 256px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-aGqYFxS_bTw/TbopywILhLI/AAAAAAAAAfk/hpxDgULZnXU/s320/hope.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600835038478042290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;BERKAT TUHAN &lt;br /&gt;SELALU BERSERTA KITA&lt;/B&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/CENTER&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-8170178751169825554?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/8170178751169825554/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/04/harapan-yang-membawa-terang.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/8170178751169825554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/8170178751169825554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/04/harapan-yang-membawa-terang.html' title='Harapan yang membawa terang'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-aGqYFxS_bTw/TbopywILhLI/AAAAAAAAAfk/hpxDgULZnXU/s72-c/hope.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-5787246363710909266</id><published>2011-03-07T09:09:00.003+07:00</published><updated>2011-03-07T09:20:32.727+07:00</updated><title type='text'>Wajah Seorang Anak Ketika Melihat Sesuatu yg Tak Mampu Ia Beli</title><content type='html'>Sudah biasa kalau anak-anak kecil sangat suka dengan yang namanya permen, gula-gula, dan makanan yang manis lainnya. Tapi, mereka yang hidup di negara "ketiga" dan dalam kehidupan yang susah, barang-barang yang sangat murah bagi kita pun tidak sanggup mereka beli. Bagi mereka, tidur di tempat yang mempunyai atap nya saja sudah sangat beruntung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-fsmBDUMqk_Y/TXRAIc05jsI/AAAAAAAAAfc/1-Q_iIPU8yU/s1600/1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 207px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-fsmBDUMqk_Y/TXRAIc05jsI/AAAAAAAAAfc/1-Q_iIPU8yU/s320/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5581156352140086978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-lHSk4a5Hp2Q/TXRAHxfNucI/AAAAAAAAAfU/Mb20YOjCadQ/s1600/2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 209px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-lHSk4a5Hp2Q/TXRAHxfNucI/AAAAAAAAAfU/Mb20YOjCadQ/s320/2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5581156340506409410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-DaqgeZQ7fnM/TXRAHlKputI/AAAAAAAAAfM/AoPO3W7NMD4/s1600/3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 207px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-DaqgeZQ7fnM/TXRAHlKputI/AAAAAAAAAfM/AoPO3W7NMD4/s320/3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5581156337198938834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-4j9XaOXB78Q/TXQ_LvVhozI/AAAAAAAAAe8/TYiVtaFnSIY/s1600/4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 210px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-4j9XaOXB78Q/TXQ_LvVhozI/AAAAAAAAAe8/TYiVtaFnSIY/s320/4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5581155309136749362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-m5Fm3-iPhNk/TXQ_La5_jdI/AAAAAAAAAe0/c2kdjgWD0DU/s1600/5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 209px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-m5Fm3-iPhNk/TXQ_La5_jdI/AAAAAAAAAe0/c2kdjgWD0DU/s320/5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5581155303652560338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-Cx43xyngjag/TXQ_LQtHsLI/AAAAAAAAAes/cvlZHNZI8cY/s1600/6.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 212px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-Cx43xyngjag/TXQ_LQtHsLI/AAAAAAAAAes/cvlZHNZI8cY/s320/6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5581155300914213042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-VbogCB2F7h0/TXQ_LIM0n5I/AAAAAAAAAek/nFqrpAXgquA/s1600/8.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 207px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-VbogCB2F7h0/TXQ_LIM0n5I/AAAAAAAAAek/nFqrpAXgquA/s320/8.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5581155298631262098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sumber :&lt;A HREF="http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=79334"&gt;Vivanews Forum&lt;/A&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-5787246363710909266?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/5787246363710909266/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/03/wajah-seorang-anak-ketika-melihat.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/5787246363710909266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/5787246363710909266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/03/wajah-seorang-anak-ketika-melihat.html' title='Wajah Seorang Anak Ketika Melihat Sesuatu yg Tak Mampu Ia Beli'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-fsmBDUMqk_Y/TXRAIc05jsI/AAAAAAAAAfc/1-Q_iIPU8yU/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-3103225771727626150</id><published>2011-03-03T10:57:00.003+07:00</published><updated>2011-03-03T11:12:20.695+07:00</updated><title type='text'>Pendidikan yang sebenarnya</title><content type='html'>Artikel dibawah ini adalah tulisan dari RHENALD KASALI, Ketua Program MM UI. Yang saya rasa sangat bermanfaat bagi guru-guru dan kita semua selaku pendidik di keluarga kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-j1LsGxj37AA/TW8U1G6Z9rI/AAAAAAAAAec/Y4ZaoTKy2tA/s1600/belajar.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 176px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-j1LsGxj37AA/TW8U1G6Z9rI/AAAAAAAAAec/Y4ZaoTKy2tA/s200/belajar.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5579701365956540082" /&gt;&lt;/a&gt; LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana. Saya memintanya memperbaiki kembali,sampai dia menyerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberinilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. “Maaf Bapak dari mana?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari Indonesia,” jawab saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia pun tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BUDAYA MENGHUKUM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya mengerti,” jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut, namun tetap simpatik itu. “Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anak anaknya dididik di sini,”lanjutnya. “Di negeri Anda, guru sangat sulit memberi nilai. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;FONT COLOR="red"&gt;Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum, melainkan untuk merangsang orang agar maju.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt; Encouragement! ” Dia pun melanjutkan argumentasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya sudah 20 tahun mengajar. Setiap anak berbeda beda. Namun untuk anak sebesar itu, baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, saya dapat menjamin, ini adalah karya yang hebat,” ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai “A”, dari program master hingga doktor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di Indonesia, saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam. Saat ujian program doktor saya pun dapat melewatinya dengan mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap.&lt;br /&gt;Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat. Seorang penguji bertanya dan penguji yang lain tidak ikut menekan, melainkan ikut membantu memberikan jalan begitu mereka tahu jawabannya. Mereka menunjukkan grafikgrafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami makin mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian penuh puja-puji, menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat kembali ke Tanah Air, banyak hal sebaliknya sering saya saksikan. Para pengajar bukan saling menolong, malah ikut “menelan” mahasiswanya yang duduk di bangku ujian. *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etika seseorang penguji atau promotor membela atau meluruskan pertanyaan, penguji marah-marah, tersinggung, dan menyebarkan berita tidak sedap seakan-akan kebaikan itu ada udang di balik batunya. Saya sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen menguji, yang maaf, menurut hemat saya sangat tidak manusiawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bukan melakukan encouragement, melainkan discouragement. Hasilnya pun bisa diduga, kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul. Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga menguji dengan cara menekan. Ada semacam balas dendam dan kecurigaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya. Saya berpikir pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karya-karya ilmiah yang hebat, bahkan penerima Hadiah Nobel. Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis, melainkan karakternya sangat kuat: karakter yang membangun, bukan merusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke pengalaman anak saya di atas, ibu guru mengingatkan saya. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;FONT COLOR="red"&gt;“Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan,”&lt;/FONT&gt;&lt;/span&gt; ujarnya dengan penuh kesungguhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan, namun rapornya tidak diberi nilai merah, melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras, seperti berikut. “Sarah telah memulainya dengan berat, dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. Namun Sarah telah menunjukkan kemajuan yang berarti.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu saya mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa salah telah memberi penilaian yang tidak objektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia pernah protes saat menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna),tetapi saya mengatakan “gurunya salah”. Kini saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MELAHIRKAN KEHEBATAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisakah kita mencetak orang orang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper, rotan pemukul, tangan bercincin batu akik, kapur, dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru,sundutan rokok, dan seterusnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas…; Kalau,…; Nanti,…; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya, dapat tumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh, sebaliknya dapat menurun. Seperti yang sering saya katakan, ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Bantulah orang lain untuk maju, bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-3103225771727626150?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/3103225771727626150/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/03/pendidikan-yang-sebenarnya.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/3103225771727626150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/3103225771727626150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/03/pendidikan-yang-sebenarnya.html' title='Pendidikan yang sebenarnya'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-j1LsGxj37AA/TW8U1G6Z9rI/AAAAAAAAAec/Y4ZaoTKy2tA/s72-c/belajar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-3224620089040610047</id><published>2011-02-11T09:30:00.004+07:00</published><updated>2011-02-11T09:53:45.264+07:00</updated><title type='text'>10 Penawar Racun Berbahaya Dalam Tubuh Yang Tidak Kita Sadari</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-Usx8VxYyI1w/TVSj-0Dh98I/AAAAAAAAAeU/DVq39K2i1jM/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 133px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-Usx8VxYyI1w/TVSj-0Dh98I/AAAAAAAAAeU/DVq39K2i1jM/s200/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5572258938484815810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Racun pertama : Suka Menghindar&lt;br /&gt;&lt;BLOCKQUOTE&gt;Gejala: &lt;br /&gt;Lari dari kenyataan, mengabaikan tanggung jawab, padahal dengan melarikan diri dari kenyataan, kita hanya akan mendapatkan kebahagiaan semu yang berlangsung sesaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penawar: &lt;b&gt;Realitas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhentilah menipu diri. Jangan terlalu serius dalam menghadapi masalah karena rumah sakit jiwa sudah dipenuhi pasien yang selalu mengikuti kesedihannya dan merasa lingkungannya menjadi sumber frustasi. Jadi, selesaikan setiap masalah yang dihadapi secara tuntas dan yakinilah bahwa segala sesuatu yang terbaik selalu harus diupayakan dengan keras.&lt;/BLOCKQUOTE&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Racun kedua : Ketakutan&lt;br /&gt;&lt;BLOCKQUOTE&gt;Gejala: &lt;br /&gt;Tidak yakin diri, tegang, cemas yang antara lain bisa disebabkan kesulitan keuangan, konflik perkawinan, problem seksual, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penawar: &lt;b&gt;Keberanian&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hindari menjadi sosok yang bergantung pada kecemasan. Ingatlah, 99 persen hal yang kita cemaskan tidak pernah terjadi. Keberanian adalah pertahanan diri paling ampuh. Gunakan analisis intelektual dan carilah solusi masalah melalui sikap mental yang benar. Keberanian merupakan proses reedukasi. Jadi, jangan segan mencari bantuan dari ahlinya, seperti psikiater atau psikolog.&lt;/BLOCKQUOTE&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Racun ketiga : Egoistis&lt;br /&gt;&lt;BLOCKQUOTE&gt;Gejala: &lt;br /&gt;Materialistis, agresif, lebih suka meminta daripada memberi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penawar: &lt;b&gt;Bersikap sosial&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan mengeksploitasi teman. Kebahagiaan akan diperoleh apabila kita dapat menolong orang lain. Perlu diketahui, orang yang tidak mengharapkan apapun dari orang lain adalah orang yang tidak pernah merasa dikecewakan.&lt;/BLOCKQUOTE&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Racun keempat : Stagnasi&lt;br /&gt;&lt;BLOCKQUOTE&gt;Gejala: &lt;br /&gt;Berhenti satu fase, membuat diri kita merasa jenuh, bosan, dan tidak bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penawar: &lt;b&gt;Ambisi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teruslah berkembang, artinya kita terus berambisi di masa depan kita. Kita kan menemukan kebahagiaan dalam gairah saat meraih ambisi kita tersebut.&lt;/BLOCKQUOTE&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Racun kelima : Rasa rendah diri&lt;br /&gt;&lt;BLOCKQUOTE&gt;Gejala: &lt;br /&gt;Kehilangan keyakinan diri dan kepercayaan diri serta merasa tidak memiliki kemampuan bersaing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penawar: &lt;b&gt;Keyakinan diri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang tidak akan menang bila sebelum berperang, yakin dirinya akan kalah. Bila kita yakin akan kemampuan kita, sebenarnya kita sudah mendapatkan separuh dari target yang ingin kita raih. Jadi, sukses berawal pada saat kita yakin bahwa kita mampu mencapainya.&lt;/BLOCKQUOTE&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Racun keenam : Narsistik&lt;br /&gt;&lt;BLOCKQUOTE&gt;Gejala: &lt;br /&gt;Kompleks superioritas, terlampau sombong, kebanggaan diri palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penawar: &lt;b&gt;Rendah hati&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang sombong akan dengan mudah kehilangan teman, karena tanpa kehadiran teman, kita tidak akan bahagia. Hindari sikap sok tahu. Dengan rendah hati, kita akan dengan sendirinya mau mendengar orang lain sehingga peluang 50 persen sukses sudah kita raih.&lt;/BLOCKQUOTE&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Racun ketujuh : Mengasihani diri&lt;br /&gt;&lt;BLOCKQUOTE&gt;Gejala: &lt;br /&gt;Kebiasaan menarik perhatian, suasana yang dominan, murung, merasa menjadi orang termalang di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penawar: &lt;b&gt;Sublimasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan membuat diri menjadi neurotik, terpaku pada diri sendiri. Lupakan masalah diri dan hindari untuk berperilaku sentimentil dan terobsesi terhadap ketergantungan kepada orang lain..&lt;/BLOCKQUOTE&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Racun kedelapan : Sikap bermalas-malasan&lt;br /&gt;&lt;BLOCKQUOTE&gt;Gejala: &lt;br /&gt;Apatis, jenuh berlanjut, melamun, dan menghabiskan waktu dengan cara tidak produktif, merasa kesepian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penawar: &lt;b&gt;Kerja&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buatlah diri kita untuk selalu mengikuti jadwal kerja yang sudah kita rencanakan sebelumnya dengan cara aktif bekerja. Hindari kecenderungan untuk membuat keberadaaan kita menjadi tidak berarti dan mengeluh tanpa henti.&lt;/BLOCKQUOTE&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Racun kesembilan : Sikap tidak toleran&lt;br /&gt;&lt;BLOCKQUOTE&gt;Gejala: &lt;br /&gt;Pikiran picik, kebencian rasial yang picik, angkuh, antagonisme terhadap agama tertentu, prasangka religius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penawar: &lt;b&gt;Kontrol diri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenangkan emosi kita melalui seni mengontrol diri. Amati mereka secara intelektual. Tingkatkan kadar toleransi kita. Ingat bahwa dunia diciptakan dan tercipta dengan keberagaman kultur dan agama.&lt;/BLOCKQUOTE&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Racun kesepuluh : Kebencian&lt;br /&gt;&lt;BLOCKQUOTE&gt;Gejala: &lt;br /&gt;Keinginan balas dendam, kejam, bengis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penawar: &lt;b&gt;Cinta kasih&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hilangkan rasa benci. Belajar memaafkan dan melupakan. Kebencian merupakan salah satu emosi negatif yang menjadi dasar dari rasa ketidakbahagiaan. Orang yang memiliki rasa benci biasanya juga membenci dirinya sendiri karena membenci orang lain. Satu-satunya yang dapat melenyapkan rasa benci adalah cinta. Cinta kasih merupakan kekuatan hakiki yang dapat dimiliki setiap orang. &lt;/BLOCKQUOTE&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;FONT SIZE="1"&gt;Sumber: &lt;a href="http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=68479" target="_blank"&gt;forum.vivanews&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-3224620089040610047?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/3224620089040610047/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/02/10-penawar-racun-berbahaya-dalam-tubuh.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/3224620089040610047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/3224620089040610047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/02/10-penawar-racun-berbahaya-dalam-tubuh.html' title='10 Penawar Racun Berbahaya Dalam Tubuh Yang Tidak Kita Sadari'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Usx8VxYyI1w/TVSj-0Dh98I/AAAAAAAAAeU/DVq39K2i1jM/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-8029930445689279887</id><published>2011-02-07T15:08:00.004+07:00</published><updated>2011-02-07T15:20:59.352+07:00</updated><title type='text'>ABOUT   MONEY</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TU-qE0zNr7I/AAAAAAAAAeM/AlTltHoT97w/s1600/index.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 184px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TU-qE0zNr7I/AAAAAAAAAeM/AlTltHoT97w/s200/index.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5570858263950241714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;With Money You Can Buy A House, &lt;br /&gt;  &lt;b&gt;BUT NOT A HOME&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;With Money You Can Buy A Clock,   &lt;br /&gt;&lt;b&gt;BUT NOT TIME&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;With Money You Can Buy A Bed, &lt;br /&gt; &lt;b&gt; BUT NOT SLEEP&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;With Money You Can   Buy A Book, &lt;br /&gt;&lt;b&gt;BUT   NOT KNOWLEDGE&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;With Money You Can See A Doctor,   &lt;br /&gt;&lt;b&gt;BUT NOT GOOD HEALTH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;With Money You Can Buy A Position,   &lt;br /&gt;&lt;b&gt;BUT NOT RESPECT&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;With Money You Can Buy Blood,   &lt;br /&gt;&lt;b&gt;BUT NOT LIFE&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;With Money You Can Buy Sex, &lt;br /&gt;&lt;b&gt;BUT NOT LOVE&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-8029930445689279887?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/8029930445689279887/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/02/about-money.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/8029930445689279887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/8029930445689279887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/02/about-money.html' title='ABOUT   MONEY'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TU-qE0zNr7I/AAAAAAAAAeM/AlTltHoT97w/s72-c/index.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-8611579904943256807</id><published>2011-01-14T15:25:00.000+07:00</published><updated>2011-01-14T15:25:00.915+07:00</updated><title type='text'>Kritik / Pujian ??</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TSQsHhgJFNI/AAAAAAAAAd4/kq4666Fw40o/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 168px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TSQsHhgJFNI/AAAAAAAAAd4/kq4666Fw40o/s200/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5558616347845924050" /&gt;&lt;/a&gt; Seorang wanita baru pindah ke sebuah kota kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berada disana beberapa waktu, ia mengeluh kepada tetangganya tentang pelayanan buruk yang dialaminya di apotek setempat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia meminta pada tetangganya agar mau menyampaikan kritiknya pada pemilik apotek itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian wanita pendatang tersebut pergi lagi ke apotek itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik apotek menyambutnya dengan senyum lebar sambil mengatakan betapa senangnya ia melihat wanita itu berkenan datang kembali ke apoteknya, dan berharap wanita dan suaminya menyukai kota mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya itu, pemilik apotek itu bahkan menawarkan diri membantu wanita dan suaminya menguruskan berbagai hal agar mereka bisa menetap di kota itu dengan nyaman. Lalu, ia pun mengirimkan apa yang dipesan wanita itu dengan cepat dan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu merasa senang dengan perubahan luar biasa yang ditunjukkan oleh pemilik apotek. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, ia melaporkan hal itu pada tetangganya. Katanya, “Anda tentu sudah menyampaikan kritik saya mengenai betapa buruk pelayanannya waktu itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, tidak,” jawab tetangganya. “Sebenarnya saya tidak menyampaikan kritik anda pada mereka. Saya harap anda tidak keberatan. Saya katakan pada pemilik apotek itu betapa anda terkagum-kagum melihat caranya mendirikan apotek di kota kecil ini. Dan, anda merasa apoteknya adalah salah satu apotek dengan pelayanan terbaik yang pernah anda temui.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-8611579904943256807?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/8611579904943256807/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/01/kritik-pujian.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/8611579904943256807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/8611579904943256807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/01/kritik-pujian.html' title='Kritik / Pujian ??'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TSQsHhgJFNI/AAAAAAAAAd4/kq4666Fw40o/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-2714531308386722283</id><published>2011-01-11T15:09:00.000+07:00</published><updated>2011-01-11T15:09:00.236+07:00</updated><title type='text'>Pengorbanan Bambu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TSQn29HyS1I/AAAAAAAAAdw/7uSGonovHHs/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 185px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TSQn29HyS1I/AAAAAAAAAdw/7uSGonovHHs/s200/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5558611665155672914" /&gt;&lt;/a&gt; Sebatang bambu yang indah tumbuh di halaman rumah seorang petani. Batang bambu Ini tumbuh tinggi menjulang di antara batang-batang bamboo lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu Hari datanglah sang petani yang empunya pohon bambu itu. Dia berkata kepada batang bambu,” Wahai bambu, maukah engkau kupakai untuk menjadi pipa saluran air, yang sangat berguna untuk mengairi sawahku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batang bambu menjawabnya, “Oh tentu aku mau bila dapat berguna bagi Engkau, Tuan. Tapi ceritakan apa yang akan kau lakukan untuk membuatku Menjadi pipa saluran air itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang petani menjawab, Pertama, aku akan menebangmu untuk memisahkan engkau dari rumpunmu yang indah itu. Lalu aku akan membuang cabang-cabangmu yang dapat melukai orang yang memegangmu. Setelah itu aku akan membelah-belah engkau sesuai dengan keperluanku. Terakhir aku akan membuang sekat-sekat yang Ada di dalam batangmu, supaya air dapat mengalir dengan lancar. Apabila aku sudah selesai dengan pekerjaanku, engkau akan menjadi pipa yang akan mengalirkan air untuk mengairi sawahku sehingga padi yang kutanam dapat tumbuh dengan subur.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar hal ini, batang bambu lama terdiam….., kemudian dia berkata kepada petani, “Tuan, tentu aku akan merasa sangat sakit ketika engkau menebangku. Juga pasti akan sakit ketika engkau membuang cabang-cabangku, bahkan lebih sakit lagi ketika engkau membelah-belah batangku yang indah ini, Dan pasti tak tertahankan ketika engkau mengorek-ngorek bagian dalam tubuhku untuk membuang sekat-sekat penghalang itu. Apakah aku akan kuat melalui semua proses itu, Tuan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petani menjawab batang bambu itu, ” Wahai bambu, engkau pasti kuat melalui semua itu, karena aku memilihmu justru karena engkau yang paling kuat dari semua batang pada rumpun ini. Jadi tenanglah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya batang bambu itu menyerah, “Baiklah, Tuan. Aku ingin sekali berguna bagimu. Ini aku, tebanglah aku, perbuatlah sesuai dengan yang kau kehendaki.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah petani selesai dengan pekerjaannya, batang bambu indah yang dulu hanya menjadi penghias halaman rumah petani, kini telah berubah menjadi pipa saluran air yang mengairi sawahnya sehingga padi dapat tumbuh dengan subur Dan berbuah banyak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-2714531308386722283?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/2714531308386722283/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/01/pengorbanan-bambu.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/2714531308386722283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/2714531308386722283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/01/pengorbanan-bambu.html' title='Pengorbanan Bambu'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TSQn29HyS1I/AAAAAAAAAdw/7uSGonovHHs/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-5566663900420242351</id><published>2011-01-08T14:59:00.000+07:00</published><updated>2011-01-08T14:59:00.132+07:00</updated><title type='text'>Doa teman-mu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TSQmGvsFYUI/AAAAAAAAAdo/OMrswCQLznI/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 147px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TSQmGvsFYUI/AAAAAAAAAdo/OMrswCQLznI/s200/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5558609737404473666" /&gt;&lt;/a&gt; Sebuah kapal karam di tengah laut karena terjangan badai dan ombak hebat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dua orang lelaki yang bisa menyelamatkan diri dan berenang ke sebuah pulau kecil yang gersang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua orang yang selamat itu tak tahu apa yang harus dilakukan. Namun, mereka berdua yakin bahwa tidak ada yang dapat dilakukan kecuali berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui doa siapakah yang paling dikabulkan, mereka sepakat untuk membagi pulau kecil itu menjadi dua wilayah. Dan mereka tinggal sendiri-sendiri berseberangan di sisi-sisi pulau tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa pertama mereka panjatkan, mereka memohon agar diturunkan makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esok harinya, lelaki ke satu melihat sebuah pohon penuh dengan buah-buahan tumbuh di sisi tempat tinggalnya. Sedangkan di daerah tempat tinggal lelaki yang lainnya tetap kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu kemudian, lelaki yang ke satu merasa kesepian dan memutuskan untuk berdoa agar diberikan seorang istri. Keesokan harinya, ada kapal yang karam dan satu-satunya penumpang yang selamat adalah seorang wanita yang berenang dan terdampar&lt;br /&gt;di sisi tempat lelaki ke satu itu tinggal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan di sisi tempat tinggal lelaki ke dua tetap saja tidak ada apa-apanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera saja, lelaki ke satu ini berdoa memohon rumah, pakaian, dan makanan. Keesokan harinya,seperti keajaiban saja, semua yang diminta hadir untuknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan lelaki yang kedua tetap saja tidak mendapatkan apa-apa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, lelaki ke satu ini berdoa meminta kapal agar ia dan istrinya dapat meninggalkan pulau itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi harinya mereka menemukan sebuah kapal tertambat di sisi pantainya. Segera saja lelaki ke satu dan istrinya naik ke atas kapal dan siap-siap untuk berlayar meninggalkan pulau itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pun memutuskan untuk meninggalkan lelaki ke dua yang tinggal di sisi lain pulau. Menurutnya, memang lelaki kedua itu tidak pantas menerima berkah tersebut karena doa-doanya tak pernah terkabulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu kapal siap berangkat, lelaki ke satu ini mendengar suara dari langit menggema, “Hai, mengapa engkau meninggalkan rekanmu yang ada di sisi lain pulau ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berkahku hanyalah milikku sendiri, karena hanya doakulah yang dikabulkan,” jawab lelaki ke satu ini. “Doa lelaki temanku itu tak satupun dikabulkan. Maka,ia tak pantas mendapatkan apa-apa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau salah!” suara itu membahana. “Tahukah kau bahwa rekanmu itu hanya memiliki satu doa. Dan, semua doanya terkabulkan. Bila tidak, maka kau takkan mendapatkan apa-apa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Doa macam apa yang ia panjatkan sehingga aku harus merasa berhutang atas semua ini padanya?”tanya lelaki ke satu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ia berdoa agar semua doamu dikabulkan!”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-5566663900420242351?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/5566663900420242351/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/01/doa-teman-mu.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/5566663900420242351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/5566663900420242351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/01/doa-teman-mu.html' title='Doa teman-mu'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TSQmGvsFYUI/AAAAAAAAAdo/OMrswCQLznI/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-3960287868580712713</id><published>2011-01-05T14:45:00.002+07:00</published><updated>2011-01-05T14:52:35.999+07:00</updated><title type='text'>Gema</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TSQjDWNOpkI/AAAAAAAAAdg/FGmt0Y-kEeU/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 120px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TSQjDWNOpkI/AAAAAAAAAdg/FGmt0Y-kEeU/s200/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5558606380489680450" /&gt;&lt;/a&gt; Ada seorang anak sedang berjalan-jalan mendaki gunung bersama ayahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mengapa, tiba-tiba anak itu tersandung akar pohon dan jatuh. “Aduhh!” jeritannya memecah keheningan suasana pegunungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak itu amat terkejut, ketika ia mendengar suara di kejauhan menirukan teriakannya persis sama, “Aduhh!”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar anak-anak, ia berteriak lagi, “Hei! Siapa kau?” Jawaban yang terdengar, “Hei! Siapa kau?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantaran kesal mengetahui suaranya selalu ditirukan, si anak berseru, “Pengecut kamu!” Lagi-lagi ia terkejut ketika suara dari sana membalasnya dengan umpatan serupa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia bertanya kepada sang ayah, “Apa yang terjadi?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penuh kearifan sang ayah tersenyum, “Anakku, coba perhatikan.” Lelaki itu berkata keras, “Saya kagum padamu!” Suara di kejauhan menjawab, Saya kagum padamu!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi sang ayah berteriak “Kamu sang juara!” Suara itu menjawab, “Kamu sang juara!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang bocah sangat keheranan, meski demikian ia tetap belum mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sang ayah menjelaskan, “Suara itu adalah gema, tapi sesungguhnya itulah  kehidupan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan memberi umpan balik atas semua ucapan dan tindakanmu. Dengan kata lain, kehidupan kita adalah sebuah pantulan atau bayangan atas tindakan kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kamu ingin mendapatkan lebih banyak cinta di dunia ini, ya ciptakan cinta di dalam hatimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup akan memberikan kembali segala sesuatu yang telah kau berikan kepadanya. Ingat, hidup bukan sebuah kebetulan tapi sebuah bayangan dirimu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-3960287868580712713?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/3960287868580712713/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/01/gema.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/3960287868580712713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/3960287868580712713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/01/gema.html' title='Gema'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TSQjDWNOpkI/AAAAAAAAAdg/FGmt0Y-kEeU/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-6353505061993404812</id><published>2011-01-01T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-01-01T00:01:00.656+07:00</updated><title type='text'>Merajut Kehidupan</title><content type='html'>Hiduplah seorang pemuda. Ia memiliki istri yang sangat baik dan berbudi luhur, yang sangat ia cintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, pemuda itu menemukan uang dalam perjalanan pulangnya, dan ia sangat gembira berlari pulang secepat mungkin dan memberikan uang itu kepada istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, istrinya tidak mau menerimanya dan berkata dengan lembut, “Suamiku, seorang lelaki sejati tidak pernah minum air curian. Mengapa kamu membawa pulang uang yang bukan milik kita? Pasti sang pemilik sedang kebingungan mencari-cari barang ini di tempat yang tadi ia lewati." pemuda itu tersentuh akan kata-kata istrinya, dan ia mengembalikan uang itu ke tempat tadi ditemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun kemudian, pemuda itu menempuh studi lebih lanjut ke luar daerah, sehingga istrinya tinggal sendiri di rumahnya di desa.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah-tengah masa studinya, pemuda itu merasa sangat rindu ingin bertemu sang istri, dan ia pulang ke rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istrinya sedang merajut kain di kamar dan merasa kaget saat mengetahui suaminya pulang, bertanya mengapa ia kembali begitu cepat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suaminya menjelaskan alasannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istrinya menjadi marah dan mengambil gunting, diguntingnya putus setengah dari rajutan yang sudah susah payah dibuatnya tadi, membuat  suaminya bingung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istrinya berkata, “Bila sesuatu dihentikan di tengah jalan, bagaikan menggunting benang yang sedang rajut.  Benang hanya dapat berguna saat ia selesai dirajut. Namun kini ia tak berharga, sama seperti sekolahmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu sangat tersentuh akan nasihat istrinya. Ia segera kembali melanjutkan studinya, dan tidak pulang sampai ia lulus dan mendapat pekerjaan yang baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;______________________________&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;br /&gt;&lt;FONT SIZE="4"&gt;Apakah tahun ini kita akan terus melanjutkan merajut benang-benang kehidupan kita dengan baik seperti pemuda tadi???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Selamat Tahun Baru 2011&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TQbv9e_hY0I/AAAAAAAAAdU/LQG-CrbnI2Y/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 222px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TQbv9e_hY0I/AAAAAAAAAdU/LQG-CrbnI2Y/s320/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5550387430351266626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga sukses selalu menyertai sepanjang tahun ini.&lt;br /&gt;Berkat Tuhan Selalu beserta kita. Amin&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-6353505061993404812?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/6353505061993404812/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/01/merajut-kehidupan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/6353505061993404812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/6353505061993404812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2011/01/merajut-kehidupan.html' title='Merajut Kehidupan'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TQbv9e_hY0I/AAAAAAAAAdU/LQG-CrbnI2Y/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-7826488249166816431</id><published>2010-12-25T00:01:00.000+07:00</published><updated>2010-12-25T00:01:00.159+07:00</updated><title type='text'>Tukang Reparasi Telah Datang</title><content type='html'>Hari ini Dede datang ke tengah kota bersama ibunya, mereka berdua terpesona dengan suasana keramaian jalan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara suasana jalan yang sangat sibuk itu, tampak seorang paman sedang asyik memperbaiki barang barang elektronik di sampingnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dede dengan antusias mendekati paman itu, tak lama kemudian Dede bertanya, ”Paman, bolehkah saya mengetahui apa yang sedang paman lakukan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang paman itu melihat sebentar kearah Dede dan berkata sambil tersenyum melihat wajah Dede yang sangat penasaran itu, ”Oh, paman sedang memperbaiki barang-barang elektronik ini”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Dede kembali bertanya, ”Ada apa dengan barang-barang elektronik ini? Mengapa harus paman perbaiki?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu paman itu menghentikan pekerjaannya dan sambil tersenyum ramah menjelaskan, ”Barang-barang elektronik ini adalah milik pelanggan yang ingin diperbaiki. Mereka ingin memberikan kesempatan sekali lagi kepada barang-barang elektronik ini untuk menjalankan tugasnya. Namun jika barang-barang ini dipergunakan agak lama, akan ada sebagian onderdilnya yang sudah aus dan rusak sehingga harus diperbaiki atau diganti dengan yang baru. Nah kalau sudah diperbaiki begini, mungkin akan dapat berfungsi seperti sedia kala  tanpa harus membuangnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dede setelah mendengar perkataan sang paman, dia lalu berpikir sejenak kemudian menolehkan kepala kepada ibunya yang berdiri di samping Dede dan bertanya, ”Mama…apakah manusia juga perlu direparasi?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunya tersenyum bijak dan membelai kepala Dede, ” Kalau seseorang terlalu banyak berbuat hal yang buruk dan memiliki konsep pikiran yang tidak betul, maka dia juga perlu direparasi”  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Dede pun menganggukkan kepala tanda mengerti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;___________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;FONT FACE="Arial" SIZE="3" COLOR="#00FF00"&gt;&lt;center&gt;Apakah kita sudah mereparasi diri kita masing-masing???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekaranglah saat yang tepat untuk itu. Karena hari ini "Tukang Reparasi" telah datang ke dunia. Memperbaiki hal-hal buruk pada diri kita, dan menjadi Juru Selamat Manusia di dunia.&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;FONT FACE="Arial"="6" COLOR="red"&gt;Selamat Natal 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TQbqTnqZLYI/AAAAAAAAAc8/eTrlxouACBI/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 204px; height: 247px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TQbqTnqZLYI/AAAAAAAAAc8/eTrlxouACBI/s320/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5550381213565922690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat Tuhan selalu beserta kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin.&lt;/font&gt;&lt;/center&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-7826488249166816431?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/7826488249166816431/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/12/tukang-reparasi-telah-datang.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/7826488249166816431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/7826488249166816431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/12/tukang-reparasi-telah-datang.html' title='Tukang Reparasi Telah Datang'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TQbqTnqZLYI/AAAAAAAAAc8/eTrlxouACBI/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-7981884515964619714</id><published>2010-12-21T10:00:00.000+07:00</published><updated>2010-12-21T10:00:00.835+07:00</updated><title type='text'>Rasa Gembira</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TQbssxmxtAI/AAAAAAAAAdM/Dd9IJCvKQb0/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 181px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TQbssxmxtAI/AAAAAAAAAdM/Dd9IJCvKQb0/s200/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5550383844755092482" /&gt;&lt;/a&gt; Ada sekelompok pemuda sedang mencari rasa gembira, mereka mencari diberbagai tempat, tetapi yang mereka temukan malah rasa kesal, susah dan kesedihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mereka mencari guru mereka dan bertanya kepadanya apa itu gembira?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru itu berkata kepada mereka :”Kalian semua, sekarang tolong bantu saya membuat sebuah perahu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekelompok pemuda ini untuk sementara mengesampingkan hal mencari kegembiraan, dan mencari peralatan untuk membuat sebuah kapal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menghabiskan 49 hari menumbangkan sebatang pohon besar, mengkorek isi pohon akhirnya terciptalah sebuah perahu kayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai mereka meletakkannya di sungai, lalu mengundang guru mereka naik diatas perahu, dengan sekuat tenaga mereka bersama mendayung perahu sambil bernyanyi, lalu guru itu bertanya kepada mereka :”Anak-anak! Apakah sekarang kalian gembira?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murid-muridnya serentak menjawab : ”Sangat gembira!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru itu lalu berkata :”Inilah rasa gembira, ketika engkau sibuk mengerjakan hal yang lain dia akan tiba-tiba menemuimu.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-7981884515964619714?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/7981884515964619714/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/12/rasa-gembira.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/7981884515964619714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/7981884515964619714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/12/rasa-gembira.html' title='Rasa Gembira'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TQbssxmxtAI/AAAAAAAAAdM/Dd9IJCvKQb0/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-7386151333584332011</id><published>2010-12-18T10:00:00.000+07:00</published><updated>2010-12-18T10:00:00.480+07:00</updated><title type='text'>Teratai</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TQbsCluhrmI/AAAAAAAAAdE/-48Xw9AZiuk/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TQbsCluhrmI/AAAAAAAAAdE/-48Xw9AZiuk/s200/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5550383120011865698" /&gt;&lt;/a&gt; Pada sebuah kolam yang tenang, tumbuh sekelompok bunga Teratai yang cantik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udara lingkungan sekitar sangat menyejukkan hati. Bunga-bunga Teratai itu selalu bermandikan sinar matahari yang hangat, benar-benar sebuah tempat tinggal yang nyaman dan menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun suatu hari, ujung buah Teratai kering tiba-tiba menjatuhkan beberapa biji Teratai ke dasar kolam yang keruh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu biji-biji Teratai ini tidak tahu apa yang harus dilakukan, tetapi mereka semua berpikir ingin segera kembali ke atas permukaan air tempat mereka berasal, dikarenakan dasar kolam ini begitu hitam, kotor dan dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam lingkungan baru itu, biji-biji Teratai ini menjadi sangat gugup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat saat mereka sedang dalam kebingungan, Ibu Teratai menundukkan kepalanya dan berkata, ”Anak-anakku janganlah cemas, asalkan kalian sudah memutuskan keinginan untuk kembali, dengan giat terus tumbuh ke atas, maka tak lama kelak kalian akan kembali ke atas permukaan air yang hangat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu biji-biji Teratai ini mulai berdebat dalam lumpur kolam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permukaan kolam itu begitu tinggi, mereka berpikir rasanya sudah tak mungkin kembali lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga ada sebagian biji Teratai sudah putus harapan. Bahkan diantaranya sudah terkelabui oleh pemandangan dasar kolam. Mereka melayang-layang ke lain tempat mengikuti aliran arus kolam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada sebagian biji Teratai yang merasa yakin akan ucapan Ibu Teratai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka lalu memutuskan untuk tumbuh ke atas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap berbagai ucapan sinis biji-biji lain mereka tidak menghiraukannya. Dan tak lama kemudian, mereka benar-benar mulai menancapkan akarnya, lalu tubuh mereka menjadi tinggi menjulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari mereka terlihat tumbuh dengan cepat, sedangkan bagi mereka yang tidak giat tumbuh ke atas telah tersesat di berbagai sudut kolam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat saat sinar mentari pagi mulai muncul, sekelompok biji Teratai yang berani dan rajin ini, akhirnya berhasil kembali ke atas permukaan air yang selama ini mereka dambakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlihat sinar mentari hangat yang dahulu mereka kenal, tersenyum lembut menyambut mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga mereka akhirnya dapat bertemu kembali dengan Ibu Teratai yang bersama Teratai-Teratai lainnya, telah sejak dini menantikan kedatangan mereka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-7386151333584332011?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/7386151333584332011/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/12/teratai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/7386151333584332011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/7386151333584332011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/12/teratai.html' title='Teratai'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TQbsCluhrmI/AAAAAAAAAdE/-48Xw9AZiuk/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-1048795125618318505</id><published>2010-12-15T10:00:00.002+07:00</published><updated>2010-12-15T10:00:00.592+07:00</updated><title type='text'>Lilin dan Korek Api</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TQblLqrvE6I/AAAAAAAAAc0/iDZwxs5UZtw/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 143px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TQblLqrvE6I/AAAAAAAAAc0/iDZwxs5UZtw/s200/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5550375579379766178" /&gt;&lt;/a&gt; Disebuah rumah mungil dipinggir hutan, tinggal sebatang lilin kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hari menjelang malam pemilik rumah tersebut menyalakan lilin kecil itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba datang angin besar menerobos masuk ke jendela rumah itu. Wusshh! Si Lilin Kecil ini merasakan apinya telah padam. “Aduh, aku harus segera mencari cahaya, hari sudah semakin gelap”, kata Lilin Kecil dengan panik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Lilin Kecil lalu keluar dari rumah itu dan berteriak kepada Paman Matahari, “Paman, bolehkah aku meminta sedikit cahayamu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“O o! Mana mungkin Nak, jarak kita kan terlalu jauh! Lagipula Paman harus segera pulang, karena malam akan tiba. Daah”, kata Paman Matahari dengan terburu-buru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari sudah beranjak malam, si Lilin Kecil terus berjalan mencari cahaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba dia melihat kilatan lampu mobil, dengan terburu-buru dia mengejar cahaya lampu mobil itu. “Tunggu! Tunggu! Lampu mobil, tolonglah aku!”, teriak Lilin Kecil sambil berlari-lari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aduh!”, jerit Lilin Kecil, rupanya dia berlari dengan menggebu-gebu sehingga tidak melihat jalan dan menabrak tiang listrik. “Lilin Kecil hati-hatilah kalau berjalan,” kata Paman Tiang Listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, maafkan saya, sebenarnya saya hanya ingin meminta sedikit cahaya, tetapi tidak ada yang menghiraukan saya,” kata Lilin Kecil tertunduk sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudahlah jangan bersedih hati,” kata Paman Tiang Listrik. “Paman punya teman kecil bernama Lampu Meja. Dia tinggal diseberang jalan itu. Cobalah menemuinya, mungkin dia bisa membantu masalahmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika itu wajah Lilin Kecil berubah gembira, setelah mengucapkan terima kasih kepada Paman Tiang Listrik. Lilin kecil pergi menemui si Lampu Meja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cobalah masukkan sumbumu kedalam saklar itu, saya mendapatkan cahaya juga berasal dari sana”, saran si Lampu Meja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Lilin Kecil itu dengan tidak sabar menancapkan sumbunya kedalam saklar tersebut. Tetapi kok tidak terjadi reaksi apa-apa ya. Berulang kali dicobanya, namun tetap tidak berhasil. De-ngan hati kecewa si Lilin Kecil meninggalkan tempat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Lilin Kecil pulang dengan menundukkan kepala dan langkah gontai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia merasa benar-benar putus asa. Ketika pikirannya sedang berkecamuk sedih, tiba-tiba dia mendengar jeritan mengaduh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, rupanya si Lilin Kecil lagi-lagi menabrak sesuatu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aduh! Maafkan saya Korek Api, saya tidak melihatmu karena saya sibuk memikirkan kemana lagi mencari cahaya,” kata Lilin Kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, kamu sedang mencari cahaya? Cepatlah julurkan sumbumu kesini, aku punya cahaya,” kata si Korek Api. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Waah, benarkah? Baiklah kalau begitu”, kata si Lilin Kecil penuh semangat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Korek Api, Engkau baik hati sekali mau membantuku. Maukah engkau menjadi temanku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku senang menjadi temanmu, Lilin Kecil. Ttt…tapi aku akan segera mati”, kata Korek Api dengan lemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak, tidak, aku tidak mau begini! Janganlah mati,” kata Lilin Kecil sambil menangis tersedu-sedu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jjj…jangan sedih Lilin Kecil. Meskipun aku sudah tiada, tetapi cahayaku senantiasa berada di tubuhmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya si Korek Api itu benar-benar telah mati, namun cahaya Lilin Kecil telah menerangi rumah mungil itu sepanjang malam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-1048795125618318505?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/1048795125618318505/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/12/lilin-dan-korek-api.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/1048795125618318505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/1048795125618318505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/12/lilin-dan-korek-api.html' title='Lilin dan Korek Api'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TQblLqrvE6I/AAAAAAAAAc0/iDZwxs5UZtw/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-4535847286979852279</id><published>2010-12-12T10:38:00.001+07:00</published><updated>2010-12-12T10:38:00.401+07:00</updated><title type='text'>Di tengah salju</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TQBR4bQNnbI/AAAAAAAAAck/XxISejw5NUM/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 188px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TQBR4bQNnbI/AAAAAAAAAck/XxISejw5NUM/s200/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548524770750733746" /&gt;&lt;/a&gt; Ada dua orang laki-laki berjalan di atas sebuah gunung yang diselimuti oleh salju dingin yang menusuk tulang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah perjalanan mereka melihat seorang laki-laki tua jatuh dalam gumpalan salju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dibiarkan, orang tua itu pasti akan terkubur salju, dan mati kedinginan. “Kita bawa saja dia dan jalan bersama.” ujar pemuda itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar usulan itu, dengan gusar rekannya berkata, “Cuaca yang buruk begini, untuk mengurus diri sendiri saja repot, mana bisa mengurus orang lain!” Petualang itu pun lalu pergi seorang diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pemuda terpaksa seorang diri menggendong si kakek itu dan meneruskan berjalannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tidak tahu sudah berapa lama berjalan, tubuh dibasahi oleh keringat, dan di luar dugaan, energi panas ini melumerkan tubuh kakek yang kaku kedinginan, dan secara berangsur-angsur kesadaran orang tua itu akhirnya pulih kembali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suhu kedua orang itu menjadi penghangat yang saling memberi kehangatan, sehingga dengan demikian lupa akan cuaca yang dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Syukurlah kek, akhirnya kita sampai juga.” Ketika melihat perkampungan di kejauhan, laki-laki itu memberitahukan pada kakek yang digendongnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, setibanya mereka di persimpangan desa, terlihat kerumunan massa sedang membicarakan sesuatu. Sebenarnya apa yang telah terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki itu berdesakan masuk di antara kerumunan massa dan begitu dilihat, ternyata seorang laki-laki tergeletak di atas gumpalan salju sudah meninggal dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dengan cermat mengamati jenazah laki-laki itu itu, ia benar-benar sangat terkejut, laki-laki yang meninggal kedinginan di atas salju yang tidak begitu jauh jaraknya dari desa itu ternyata adalah rekannya yang demi keselamatan diri sendiri lalu pergi terlebih dahulu meninggalkan mereka waktu itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-4535847286979852279?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/4535847286979852279/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/12/di-tengah-salju.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/4535847286979852279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/4535847286979852279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/12/di-tengah-salju.html' title='Di tengah salju'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TQBR4bQNnbI/AAAAAAAAAck/XxISejw5NUM/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-530796220035579404</id><published>2010-12-09T10:26:00.003+07:00</published><updated>2010-12-09T10:35:59.267+07:00</updated><title type='text'>Kura-kura</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TQBOE0VhqEI/AAAAAAAAAcc/_9oeK4AUDhk/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 137px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TQBOE0VhqEI/AAAAAAAAAcc/_9oeK4AUDhk/s200/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548520585595824194" /&gt;&lt;/a&gt; Pada suatu waktu, seseorang melihat seekor kura-kura kecil dijual di pasar hewan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia membeli kura-kura tersebut, membawanya pulang dan menempatkannya didalam sebuah mangkuk berisi air dan memberinya makan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu kemudian, kura-kura sudah tumbuh membesar dan tidak muat lagi di mangkuk tersebut. Melihat hal ini, orang ini berpikir bahwa meskipun ia menyayangi kura-kura ini, namun seharusnya ia melepaskannya ke sungai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia dengan sedih melepaskan kura-kura tersebut ke sungai dan memandangnya sampai kura-kura tersebut berenang menjauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun kemudian, pada saat terjadi bencana banjir besar, orang tersebut terjebur ke sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera tubuhnya terseret arus sungai yang deras, namun tiba-tiba ia merasa kakinya menyentuh batu dan dapat menjejak, sehingga tidak tenggelam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penasaran, ia melongok ke bawah air sungai. Ternyata kakinya berada diatas punggung kura-kura yang sedang berenang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kura-kura tersebut menyebrangkannya dengan selamat ke tempat aman di sisi lain dari sungai tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di tepi, orang tersebut melompat ke daratan dan mengucapkan terima kasih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kura-kura tersebut memandangnya agak lama, mengingatkan dia akan kejadian beberapa tahun silam, saat dia membeli kura-kura kecil dan kemudian dilepaskan ke sungai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian, sang kura-kura kembali ke dalam sungai dan berenang ke tengah, namun sambil terus memandang orang itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepalanya tetap berada di permukaan air, seolah-olah ingin terus menjaga orang tersebut dari mara bahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_______________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dapat kita lihat bahwa orang yang berhati baik yang menyelamatkan kura-kura kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia melakukan hal terbaik bagi kura-kura tersebut: melepaskannya kembali ke sungai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat orang itu kemudian terancam nyawanya, kura-kura tersebut membalas kebaikannya dengan menyelamatkan hidupnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun mereka hidup di dunia berbeda dan menempuh jalan masing-masing, suatu jasa kebaikan itu akan terus mengikuti kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kita lakukanlah perbuatan baik sepanjang hidup. Meskipun kita tidak tahu kapan waktunya, dimana atau bagaimana cara kebaikan tersebut akan berbuah. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-530796220035579404?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/530796220035579404/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/12/kura-kura.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/530796220035579404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/530796220035579404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/12/kura-kura.html' title='Kura-kura'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TQBOE0VhqEI/AAAAAAAAAcc/_9oeK4AUDhk/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-3273263761914598635</id><published>2010-11-29T10:00:00.000+07:00</published><updated>2010-11-29T10:00:01.793+07:00</updated><title type='text'>Keras Kepala</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TOyv43Sr7RI/AAAAAAAAAcU/Rd0ETD-gqKo/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 192px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TOyv43Sr7RI/AAAAAAAAAcU/Rd0ETD-gqKo/s200/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5542998632836099346" /&gt;&lt;/a&gt; Dua ekor kambing berjalan dengan gagahnya dari arah yang berlawanan di sebuah pegunungan yang curam, saat itu secara kebetulan mereka secara bersamaan masing-masing tiba di tepi jurang yang dibawahnya mengalir air sungai yang sangat deras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah batang pohon telah dijadikan jembatan untuk menyebrangi jurang tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon yang dijadikan jembatan tersebut sangatlah kecil sehingga tidak dapat dilalui secara bersamaan oleh dua ekor kambing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jembatan yang sangat kecil itu akan membuat orang yang paling berani pun akan menjadi ketakutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kedua kambing tersebut tidak merasa ketakutan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa sombong dan harga diri mereka tidak membiarkan mereka untuk mengalah dan memberikan jalan terlebih dahulu kepada kambing lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat salah satu kambing menapakkan kakinya ke jembatan itu, kambing yang lainnya pun tidak mau mengalah dan juga menapakkan kakinya ke jembatan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya keduanya bertemu di tengah-tengah jembatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya masih tidak mau mengalah dan malahan saling mendorong dengan tanduk mereka sehingga kedua kambing tersebut akhirnya jatuh ke dalam jurang dan tersapu oleh aliran air yang sangat deras di bawahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sifat keras kepala dan tidak mau mengalah akan membuat kita celaka..&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-3273263761914598635?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/3273263761914598635/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/11/keras-kepala.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/3273263761914598635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/3273263761914598635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/11/keras-kepala.html' title='Keras Kepala'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TOyv43Sr7RI/AAAAAAAAAcU/Rd0ETD-gqKo/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-3977255609239659366</id><published>2010-11-26T10:00:00.000+07:00</published><updated>2010-11-26T10:00:00.438+07:00</updated><title type='text'>Burung Gagak yang cerdik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TOyusVI9R9I/AAAAAAAAAcM/EH_k5YDa0lk/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 140px; height: 199px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TOyusVI9R9I/AAAAAAAAAcM/EH_k5YDa0lk/s200/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5542997317998430162" /&gt;&lt;/a&gt; Pada suatu musim yang sangat kering, dimana saat itu burung-burungpun sangat sulit mendapatkan sedikit air untuk diminum, seekor burung gagak menemukan sebuah kendi yang berisikan sedikit air. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kendi tersebut merupakan sebuah kendi yang tinggi dengan leher kendi sempit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun burung gagak tersebut berusaha untuk mencoba meminum air yang berada dalam kendi, dia tetap tidak dapat mencapainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burung gagak tersebut hampir merasa putus asa dan merasa akan meninggal karena kehausan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian tiba-tiba sebuah ide muncul dalam benaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia lalu mengambil kerikil yang ada di samping kendi, kemudian menjatuhkannya ke dalam kendi satu persatu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali burung gagak itu memasukkan kerikil ke dalam kendi, permukaan air dalam kendipun berangsur-angsur naik dan bertambah tinggi hingga akhirnya air tersebut dapat di capai oleh sang burung Gagak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;__________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kemauan, kreatifitas, dan pengetahuan bisa menolong diri kita pada saat yang tepat.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-3977255609239659366?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/3977255609239659366/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/11/burung-gagak-yang-cerdik.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/3977255609239659366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/3977255609239659366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/11/burung-gagak-yang-cerdik.html' title='Burung Gagak yang cerdik'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TOyusVI9R9I/AAAAAAAAAcM/EH_k5YDa0lk/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-456602810189909655</id><published>2010-11-23T10:00:00.001+07:00</published><updated>2010-11-23T10:00:00.302+07:00</updated><title type='text'>Bulan yang sombong</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TNd-edQXuLI/AAAAAAAAAb0/565jZPt7kzg/s1600/index.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TNd-edQXuLI/AAAAAAAAAb0/565jZPt7kzg/s200/index.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5537033328589781170" /&gt;&lt;/a&gt; Langit ditaburi bintang dan bulan yang bersinar indah. Senang sekali rasanya melihat keindahan malam dari ketinggian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam di bawah tampak sunyi. Hampir di setiap beranda rumah, tampak orang duduk-duduk. Mereka memandang ke langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan merasa senang, lalu katanya kepada bintang-bintang,"Lihat, teman-teman. Mereka mengagumiku." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengagumimu? Belum tentu. Mungkin mereka mengagumi kami," kata sebuah bintang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi dari bawah, aku kelihatan lebih besar dan indah!" sahut Bulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Huh, sombong!" sungut sebuah bintang pada teman-temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia boleh saja sombong. Tapi, dia tak kan dapat mengalahkan Matahari," kata bintang yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa?" sahut Bulan terkejut. "Ya, kau tak bisa mengalahkan Matahari. Karena Matahari lebih banyak penggemarnya". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi hari, saat Matahari terbit, orang-orang ingin menyaksikannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu Matahari naik, orang-orang berjemur untuk kesehatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain disukai, Matahari pun disegani. Walaupun ia bersinar terik, orang-orang tidak mengumpat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka hanya mencari tempat yang teduh. Matahari mempunyai jasa yang besar, mengeringkan jutaan pakaian yang dicuci orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terus terang, kami pun lebih menyukai Matahari karena ia hebat," kata sebuah bintang. "Tidak sombong lagi!" sahut bintang yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan diam. Ia sangat kesal. Betulkah Matahari sehebat itu? Sepanjang malam ia tak bisa tenang. Ia terus berpikir bagaimana mengalahkan Matahari. Akhirnya Bulan mendapat akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi datang. Matahari segera menghampiri bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selamat pagi, Bulan. Sudah saatnya aku bekerja. Sekarang kau boleh beristirahat." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lo, kenapa?" tanya Matahari heran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku pun ingin bekerja pada siang hari," sahut Bulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bulan, siang hari akulah yang bertugas. Kau harus beristirahat supaya bisa tampil segara nanti malam," kata Matahari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak! Sebenarnya aku ingin bertarung denganmu," kata Bulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bertarung? Bertarung bagaimana?" Matahari makin bingung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bintang-bintang mengatakan kau lebih hebat dariku. Aku ingin lihat, apa benar kau lebih hebat?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana caranya?" tanya Matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku akan tetap tinggal di sini bersamamu. Lalu kita lihat, siapa yang lebih disukai orang-orang," kata Bulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ha ha ha," Matahari tertawa geli. "Bulan, di pagi hari kau tak kan terlihat. Sinarku lebih kuat dari sinarmu. Jadi apa gunanya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan tidak perduli. Ia ingin tetap tinggal bersama Matahari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, kemudian ia kecewa. Sepanjang hari ia di sana, tak seorang pun menyapanya. Mereka hanya menyapa Matahari. "Hu hu, tak seorang pun menyukaiku. Bintang-bintang benar, Matahari lebih hebat dariku," Bulan menangis sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Benar 'kan Matahari lebih hebat," kata bintang-bintang yang mengelilinginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang beristirahatlah, Bulan. Malam segera tiba." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak, aku tidak mau! Tak seorang pun menyukaiku. Apa gunanya aku ada di sana?" sahut Bulan sedih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bulan, dengarlah! Matahari itu tak sehebat yang kau kira. Tapi, kami senang pada Matahari. Karena ia tidak sombong. Kami pun senang padamu, asalkan kau tak sombong. Sebenarnya kau dan Matahari tak bisa dibandingkan. Masing-masing punya kelebihan. Sudahlah, jangan menangis lagi," hibur sebuah Bintang pada Bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan berhenti menangis. Benar apa yang dikatakan Bintang. Ia tak boleh sombong. "Bulan, coba lihat!" kata sebuah bintang. Di bawah, sekelompok anak melambai-lambaikan tangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, mereka menginginkan kau menerangi tempat itu. "Tapi uaaaah...." Bulan menguap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bulan mengantuk karena sepanjang siang tidak tidur. Biarlah untuk malam ini ia istirahat," kata bintang-bintang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu Bulan tidak bekerja. Ia tertidur dengan nyenyak. Biarlah malam itu langit tak dihiasi Bulan. Yang penting, Bulan telah menyadari kesalahannya. Ia tak lagi sombong dan tetap hadir setiap malam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-456602810189909655?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/456602810189909655/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/11/bulan-yang-sombong.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/456602810189909655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/456602810189909655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/11/bulan-yang-sombong.html' title='Bulan yang sombong'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TNd-edQXuLI/AAAAAAAAAb0/565jZPt7kzg/s72-c/index.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-3305935753253308980</id><published>2010-11-20T10:00:00.000+07:00</published><updated>2010-11-20T10:00:00.290+07:00</updated><title type='text'>Pelayan yang malas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TNd104FXvMI/AAAAAAAAAbc/wjv92t3TaQo/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 178px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TNd104FXvMI/AAAAAAAAAbc/wjv92t3TaQo/s200/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5537023818143874242" /&gt;&lt;/a&gt; Ada seorang yang sangat kaya, dia sangat rajin, setiap hari sebelum matahari terbit dia sudah bekerja diperkebunannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengupah beberapa pekerja untuk bekerja dirumahnya. Tentu saja terhadap pelayannya dia juga sangat disiplin, dia memberi peraturan kepada mereka setiap subuh begitu ayam berkokok mereka sudah harus bangun bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada permulaan, pelayan-pelayannya sangat rajin bekerja, lama kelamaan mereka menjadi malas : ”Woi, ayam jantan ini kenapa setiap pagi demikian tepat waktu berkokok ! Begitu hari mulai terang dia telah berkokok, hendak tidur agak lama sedikit juga tidak bisa, sungguh menyebalkan !“ Mereka terus mengomel, tetapi tidak berani melanggar peraturan majikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, mereka mencoba mencari akal mengerjai ayam jantan yang tepat berkokok ini, tetapi mereka tidak mendapat ide yang bagus. Akhirnya, seorang diantara mereka mendapat sebuah ide : ”Kenapa tidak kita potong saja ayam ini ? Dengan begitu dia selamanya tidak akan bisa berkokok lagi, bagus kan ide saya ini?” dengan bangga dia menyampaikan ide ini kepada teman-temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman-temannya setelah mendengar ide tersebut, mereka merasa ide ini tidak jelek, kenapa tidak dari dulu terpikir oleh mereka ide baik ini ? Akhirnya mereka segera akan melaksanakan ide tersebut, pada malam hari mereka menangkap ayam jantan tersebut, menyekap mulut dan membunuhnya dengan diam-diam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka semua sangat gembira ide mereka berjalan dengan mulus, akhirnya mereka tidak usah bangun pagi-pagi lagi. Dengan bersemangat mereka semua berkumpul mengobrol perbuatan mereka, sehingga sampai malam mereka tidak tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, niat mereka sudah terkabul mereka dapat bangun agak siang karena ayam tidak berkokok lagi, mereka bekerja sambil bernyanyi-nyanyi, mereka merasa gembira karena sudah dapat mencuri waktu, selamanya mereka sudah dapat bangun agak siang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari ketiga, hari belum terang, dengan tergesa-gesa majikan mereka masuk kedalam kamar para pelayan ini, dengan berteriak dia berkata : ”Bangun ! Semuanya bangun ! Sekarang sudah harus mulai bekerja !........” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pelayannya mengucek-gucek mata mereka yang ngantuk dengan terkejut, mereka kaget melihat majikan mereka didalam kamar dengan cepat mereka segera membenah diri sendiri mulai bekerja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya majikan mereka sudah tahu bahwa ayam jantannya yang tepat waktu berkokok tersebut sudah hilang, sehingga begitu bangun tidur dia langsung menyerbu kekamar pelayan membangunkan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelayan yang mengeluarkan ide ini sangat menyesal, dengan menarik nafas panjang dia berkata : ”Ehm ! Sungguh sial, berharap tidak ada ayam yang tepat waktu berkokok dapat tidur agak lama sedikit, malahan sekarang setiap hari harus bangun lebih cepat dari dulu. Oh Tuhan ! kenapa aku menyampaikan ide yang demikian jelek !”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, semua pelayan ini harus bangun lebih cepat dan mulai bekerja lebih awal dari dahulu. Tetapi akhirnya mereka sadar bahwa lebih banyak pekerjaan yang mereka kerjakan mereka akan mendapat upah yang lebih banyak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-3305935753253308980?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/3305935753253308980/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/11/pelayan-yang-malas.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/3305935753253308980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/3305935753253308980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/11/pelayan-yang-malas.html' title='Pelayan yang malas'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TNd104FXvMI/AAAAAAAAAbc/wjv92t3TaQo/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-1902911931306405694</id><published>2010-11-17T10:00:00.000+07:00</published><updated>2010-11-17T10:00:01.929+07:00</updated><title type='text'>Daun untuk si pemalas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TNd4FwohSkI/AAAAAAAAAbk/4AMfd0Ic7Do/s1600/index.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 154px; height: 181px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TNd4FwohSkI/AAAAAAAAAbk/4AMfd0Ic7Do/s200/index.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5537026307224848962" /&gt;&lt;/a&gt; Di pinggiran sebuah kota, tampak sebuah gubuk kecil yang kotor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disana hanya terdapat dua ruangan sempit. Tampak sang istri sedang menjahit di bawah tenda di depan rumah, sedangkan sang suami hanya duduk - duduk di atas tikar yang sobek. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Suamiku, pergilah mencari pekerjaan, di rumah sudah hampir tidak ada uang!” pinta sang istri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cari pekerjaan? Itu cara mencari uang yang sangat lama, saya sedang mencari jurus ampuh?” sahut sang suami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang istri kembali berkata, “Kerja seberapa ya dapat seberapa, mana ada jurus ampuh segala? kamu selalu saja membaca buku dari aliran sesat yang tidak karuan itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba sang suami berteriak dengan gembira,”Eh . .lihat……lihat di buku ini menerangkan bahwa ada daun yang bisa membuat orang menghilang, aku segera pergi mencarinya.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di hutan dia mulai mencari, “Ini tidak mirip, yang ini juga tidak mirip, ah  . .itu dia di atas pohon, ya …yang ini dia dengan gambar di buku sama persis”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang suami pun memanjat pohon tersebut, namun tiba-tiba ada angin kencang meniup daun yang ada di tangannya itu sehingga terbang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Celaka, jangan lari, jangan lari”, si suami mencoba meraih daun tersebut, akhirnya daun itu terjatuh ke bawah tercampur dengan daun-daun yang lain, sehingga dia jadi bingung, “Wah bagaimana ini? Ah! lebih baik semua saya bawa pulang saja, nanti di rumah baru di cari satu persatu”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dia pun membawa semua daun-daun tersebut hingga penuh satu keranjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di rumah, dicobanya daun itu satu persatu ditempelkan di wajahnya sambil bertanya pada istrinya, ”Hei, istriku, apakah aku kelihatan ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kelihatan”, jawab sang istri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekarang apa masih kelihatan?” tanya si suami lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kelihatan”, jawab si istri lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau begini apa masih kelihatan?” sambil mengganti dengan daun yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masih kelihatan”, sahut sang istri dengan sedikit jengkel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi sang suami mengganti daun dan ditaruh di wajahnya, sambil bertanya lagi, “Kalau begini apa terlihat?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang istri saking jengkelnya diberi pertanyaan yang sama berulang-ulang, maka menjawab seenaknya, ”Tidak kelihatan, tidak kelihatan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang suami berteriak dengan gembiranya, “Ha..ha..sungguh bagus, dengan daun ini kita akan segera jadi kaya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka pergilah sang suami ke pasar, sampai di depan penjual perhiasan, dia menaruh daun tersebut di depan mukanya dan berkata, ”Tidak terlihat, tidak terlihat”, sambil mengambil sebuah gelang emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun alangkah kagetnya, ketika sang penjual perhiasan berteriak sambil menyeret tangannya, “Hei pencuri! apa yang kamu lakukan, ayo kita ke kantor polisi.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Massa pun berusaha memukulnya, si suami yang malas itu dengan wajah babak belur berteriak dengan bingung, “Ke… kkenn . . kenapa bisa jadi begini?”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-1902911931306405694?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/1902911931306405694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/11/daun-untuk-si-pemalas.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/1902911931306405694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/1902911931306405694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/11/daun-untuk-si-pemalas.html' title='Daun untuk si pemalas'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TNd4FwohSkI/AAAAAAAAAbk/4AMfd0Ic7Do/s72-c/index.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-1277834186352093306</id><published>2010-11-14T10:00:00.001+07:00</published><updated>2010-11-14T10:00:02.446+07:00</updated><title type='text'>Nilai yang kita sandang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TNdzDIjhr7I/AAAAAAAAAbU/R1qz51O44Sk/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 173px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TNdzDIjhr7I/AAAAAAAAAbU/R1qz51O44Sk/s200/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5537020764548607922" /&gt;&lt;/a&gt; Pada suatu ketika, di sebuah taman kecil ada seorang kakek. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dekat kaket tersebut terdapat beberapa anak yang sedang asyik bermain pasir, membentuk lingkaran. Kakek itu lalu menghampiri mereka, dan berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa diantara kalian yang mau uang Rp. 50.000!!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua anak itu terhenti bermain dan serempak mengacungkan tangan sambil memasang muka manis penuh senyum dan harap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakek lalu berkata, “Kakek akan memberikan uang ini, setelah kalian semua melihat ini dulu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakek tersebut lalu meremas-remas uang itu hingga lusuh. Di remasnya terus hingga beberapa saat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia lalu kembali bertanya “Siapa yang masih mau dengan uang ini lusuh ini?” Anak-anak itu tetap bersemangat mengacungkan tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi,, kalau kakek injak bagaimana? “. Lalu, kakek itu menjatuhkan uang itu ke pasir dan menginjaknya dengan sepatu. Di pijak dan di tekannya dengan keras uang itu hingga kotor. Beberapa saat, Ia lalu mengambil kembali uang itu. Dan kakek kembali bertanya: “Siapa yang masih mau uang ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap saja. Anak-anak itu mengacungkan jari mereka. Bahkan hingga mengundang perhatian setiap orang. Kini hampir semua yang ada di taman itu mengacungkan tangan. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;___________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Cerita diatas sangatlah sederhana. Namun kita dapat belajar sesuatu yang sangat berharga dari cerita itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun yang dilakukan oleh si Kakek, semua anak akan tetap menginginkan uang itu, Kenapa? karena tindakan kakek itu tak akan mengurangi nilai dari uang yang di hadiahkan. Uang itu tetap berharga Rp. 50.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali, dalam hidup ini, kita merasa lusuh, kotor, tertekan, tidak berarti, terinjak, tak kuasa atas apa yang terjadi pada sekeliling kita, atas segala keputusan yang telah kita ambil, kita merasa rapuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga kerap mengeluh atas semua ujian yang di berikan-Nya. Kita seringkali merasa tak berguna, tak berharga di mata orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita merasa di sepelekan, di acuhkan dan tak dipedulikan oleh keluarga, teman, bahkan oleh lingkungan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jangan lupa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai dari diri kita, tidak timbul dari apa yang kita sandang, atau dari apa yang kita dapat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai diri kita, akan dinilai dari perangai kita. Tingkah laku kita. seberapapun kita diinjak oleh ketidak adilan, kita akan tetap diperebutkan, kalau kita tetap konsisten menjaga sikap kita.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-1277834186352093306?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/1277834186352093306/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/11/nilai-yang-kita-sandang.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/1277834186352093306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/1277834186352093306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/11/nilai-yang-kita-sandang.html' title='Nilai yang kita sandang'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TNdzDIjhr7I/AAAAAAAAAbU/R1qz51O44Sk/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-422666402636956630</id><published>2010-11-12T12:00:00.000+07:00</published><updated>2010-11-12T14:48:39.459+07:00</updated><title type='text'>Kasih sayang orang tua</title><content type='html'>Konon pada jaman dahulu, di suatu tempat ada semacam kebiasaan untuk membuang orang lanjut usia ke hutan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang sudah lemah tak berdaya dibawa ke tengah hutan yang lebat, dan selanjutnya tidak diketahui lagi nasibnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah ada seorang anak yang membawa orang tuanya (seorang wanita tua) ke hutan untuk dibuang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu ini sudah sangat tua, dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Si anak laki-laki ini menggendong ibu ini sampai ke tengah hutan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama dalam perjalanan, si ibu mematahkan ranting-ranting kecil. Setelah sampai di tengah hutan, si anak menurunkan ibu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bu, kita! sudah sampai”,kata si anak. Ada perasaan sedih di hati si anak. Entah kenapa dia tega melakukannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si ibu , dengan tatapan penuh kasih berkata:”Nak, Ibu sangat mengasihi dan mencintaimu. Sejak kamu kecil, Ibu memberikan semua kasih sayang dan cinta yang ibu miliki dengan tulus. Dan sampai detik ini pun kasih sayang dan cinta itu tidak berkurang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nak, Ibu tidak ingin kamu nanti pulang tersesat dan mendapat celaka di jalan. Makanya ibu tadi mematahkan ranting-ranting pohon, agar bisa kamu jadikan petunjuk jalan”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi mendengar kata-kata ibunya tadi, hancurlah hati si anak. Dia peluk ibunya erat-erat sambil menangis. Dia membawa kembali ibunya pulang, dan merawatnya dengan baik sampai ibunya meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;____________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini aku persembahkan untuk memperingati Hari Ulang Tahun Pernikahan Anakku tercinta :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;font size=5&gt;Maria dan Kenji Sasai&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proficiat : 12 November 1999 - 12 November 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TNzvfd9rS3I/AAAAAAAAAcE/5qTZZoirRQI/s1600/s_296176_manten.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 215px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TNzvfd9rS3I/AAAAAAAAAcE/5qTZZoirRQI/s320/s_296176_manten.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5538564965657168754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kalian menjadi orang tua yang baik seperti cerita di atas.. &lt;br /&gt;Yang mencintai anak dan keluarga lebih dari apapun..&lt;br /&gt;Semoga Pernikahan kalian bisa langgeng, selalu bahagia sampai akhir hayat.. &lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-422666402636956630?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/422666402636956630/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/11/kasih-sayang-orang-tua.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/422666402636956630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/422666402636956630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/11/kasih-sayang-orang-tua.html' title='Kasih sayang orang tua'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TNzvfd9rS3I/AAAAAAAAAcE/5qTZZoirRQI/s72-c/s_296176_manten.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-1316747689565425839</id><published>2010-11-11T10:00:00.001+07:00</published><updated>2010-11-11T10:00:00.673+07:00</updated><title type='text'>Nuri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TNd8lGaB6nI/AAAAAAAAAbs/pHzge4vO160/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 142px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TNd8lGaB6nI/AAAAAAAAAbs/pHzge4vO160/s200/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5537031243692108402" /&gt;&lt;/a&gt; Ada seekor burung Nuri, meninggalkan rumah pergi melihat dunia yang lebih luas. Beberapa hari setelah terbang, dengan rasa lelah dan lapar iapun tiba di sebuah hutan, dan bermaksud untuk menetap sementara disitu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seekor Tupai yang melihat kedatangan Nuri itu, berloncatan gembira, lalu segera mengabarkan berita ini kepada seluruh binatang: “Hei, cepat lihat, ada tamu, ada tamu!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para binatang mengadakan upacara penyambutan selamat datang yang meriah pada Nuri, burung-burung menyanyikan lagu yang merdu, rusa-rusa menari riang, dan para monyet memetik buah buni yang segar dan lezat untuk Nuri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burung Nuri sangat terharu menghadapi semua penyambutan yang hangat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, selama beberapa bulan di hutan itu, semua margasatwa memperlakukan dengan sangat baik terhadap Nuri, semua makhluk disana sangat menyukainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun hidup dalam sukacita, tapi seiring dengan bergulirnya waktu, tak urung burung Nuripun menjadi rindu dengan kampung halamannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ia mohon pamit pada semua binatang dengan mengatakan: “Selama beberapa hari ini, saya sangat berterimakasih sekali atas perhatian kalian semua terhadap saya, namun saya harus segera pulang, jaga diri kalian baik-baik.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perasaan berat, para binatang mengantar kepergian Nuri dalam perjalanan demi perjalanan, namun, meski dengan perasaan berat terpaksa mereka harus berpisah sampai disitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian, peristiwa yang malangpun terjadi. Hutan itu tiba-tiba terbakar, kobaran api itu begitu besar menyala-nyala, membuat segenap hutan merah membara hingga tampak di kejauhan ratusan mil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Binatang-binatang dalam hutan tidak dapat menyelamatkan diri mereka, hingga banyak yang terluka maupun tewas, pemandangan demikian membuat kita tidak tega melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kejauhan burung Nuri melihat kobaran api di ujung sana, dalam benaknya ia berpikir suatu “musibah” telah terjadi, siang malam dan tanpa mengenal lelah ia bergegas ke hutan yang terbakar itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia terbang bolak balik ke sungai di sekitar hutan, dan membasahkan sayapnya ke air, kemudian menyemburkan air di sayapnya itu ke hutan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak tahu berapa kali sudah ia terbang bolak balik seperti itu, hingga membuatnya kelelahan, beberapa kali nyaris terpanggang oleh gelombang panas, sayap di badannya juga sudah terbakar, namun, kobaran api sedikit pun tidak melemah, malah semakin berkobar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Nuri sedikitpun tidak patah semangat, ia terus menyemburkan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewa langit melihat usaha sang Nuri lalu berkata : “Kau benar-benar tidak tahu diri, hanya dengan sedikit air yang disemburkan dari sayapmu itu sama sekali tidak bisa memadamkan kobaran api, untuk apa kamu berbuat demikian, salah-salah malah akan membahayakan nyawamu sendiri!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Nuri menjawab dengan mengatakan : “Saya tahu mungkin tidak dapat membantu, tapi saya pernah tinggal di sini, binatang-binatang di sana sangat baik terhadap saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar bagaimanapun, saya harus berusaha semampu saya, saya tidak bisa berpangku tangan melihat mereka semua mati terbakar hidup-hidup!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar kata-kata sang Nuri, dewa sangat terharu, lalu segera memadamkan kobaran api hutan tersebut, akhirnya teman-teman Nuri terselamatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;______________________________&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tindakan Nuri ini sungguh layak kita tiru. Penuh perhatian, menekankan kesetiaan, tahu membalas budi, ketika sahabat menemui kesulitan, sudah semestinya kita berusaha menjulurkan tangan memberikan bantuan. Meskipun bantuan kita tidak seberapa tetapi ketulusan dan keiklasan adalah lebih penting dari besarnya bantuan itu sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-1316747689565425839?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/1316747689565425839/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/11/nuri_11.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/1316747689565425839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/1316747689565425839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/11/nuri_11.html' title='Nuri'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TNd8lGaB6nI/AAAAAAAAAbs/pHzge4vO160/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-9088158672649389287</id><published>2010-11-08T10:00:00.005+07:00</published><updated>2010-11-08T10:18:30.304+07:00</updated><title type='text'>Sebutir biji lada</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TNdrwDGp2OI/AAAAAAAAAbM/rT-CaaVKu1s/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 120px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TNdrwDGp2OI/AAAAAAAAAbM/rT-CaaVKu1s/s200/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5537012740086421730" /&gt;&lt;/a&gt; Ada seorang janda yang sangat berduka karena anak satu-satunya mati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembari membawa jenasah anaknya, wanita ini menghadap Sang Guru untuk meminta mantra atau ramuan sakti yang bisa menghidupkan kembali anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Guru mengamati bahwa wanita di hadapannya ini tengah tenggelam dalam kesedihan yang sangat mendalam, bahkan sesekali ia meratap histeris. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alih-alih memberinya kata-kata penghiburan atau penjelasan yang dirasa masuk akal, Sang Guru berujar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku akan menghidupkan kembali anakmu, tapi aku membutuhkan sebutir biji lada.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itu saja syaratnya?” tanya wanita itu dengan keheranan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, ya, biji lada itu harus berasal dari rumah yang anggota penghuninya belum pernah ada yang mati.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan “semangat 45″, wanita itu langsung beranjak dari tempat itu, hatinya sangat antusias, “Guru ini memang sakti dan baik sekali, dia akan menghidupkan anakku!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mendatangi sebuah rumah, mengetuk pintunya, dan bertanya: “Tolonglah saya. Saya sangat membutuhkan satu butir biji lada. Maukah Anda memberikannya?” “Oh, boleh saja,” jawab tuan rumah. “Anda baik sekali Tuan, tapi maaf, apakah anggota rumah ini belum pernah ada yang mati?” “Oh, ada, paman kami meninggal tahun lalu.” Wanita itu segera berpamitan karena dia tahu bahwa ini bukan rumah yang tepat untuk meminta biji lada yang dibutuhkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengetuk rumah-rumah berikutnya, semua penghuni rumah dengan senang hati bersedia memberikan biji lada untuknya, tetapi ternyata tak satu pun rumah yang terhindar dari peristiwa kematian sanak saudaranya. “Ayah kami barusan wafat…,” “Kakek kami sudah meninggal…,” “Ipar kami tewas dalam kecelakaan minggu lalu…,” dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke mana pun dia pergi, dari gubuk sampai istana, tak satu tempat pun yang memenuhi syarat tidak pernah kehilangan anggotanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia malah terlibat dalam mendengarkan cerita duka orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangsur-angsur dia menyadari bahwa dia tidak sendirian dalam penderitaan ini; tak seorang pun yang terlepas dari penderitaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada penghujung hari, wanita ini kembali menghadap Sang Guru dalam keadaan batin yang sangat berbeda dengan sebelumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengucap lirih, “Guru, saya akan menguburkan anak saya.” Sang Guru hanya mengangguk seraya tersenyum lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saja Sang Guru bisa mengerahkan kesaktian dan menghidupkan kembali anak yang telah mati itu, tetapi kalau pun bisa demikian, apa hikmahnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah anak tersebut suatu hari akan mati lagi juga? Alih-alih berbuat demikian Sang Guru membuat wanita yang tengah berduka itu mengalami pembelajaran langsung dan menyadari suatu kenyataan hidup yang tak terelakkan bagi siapa pun: siapa yang tak mati?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;__________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penghiburan sementara belaka bukanlah solusi sejati terhadap peristiwa dukacita mendalam seperti dalam cerita di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penderitaan hanya benar-benar bisa diatasi dengan pengertian yang benar akan dua hal, yaitu kenyataan hidup sebagaimana adanya, bukan sebagaimana maunya kita, dan pada dasarnya penderitaan dan kebahagiaan adalah sesuatu yang bersumber dari dalam diri kita sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-9088158672649389287?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/9088158672649389287/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/11/sebutir-biji-lada.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/9088158672649389287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/9088158672649389287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/11/sebutir-biji-lada.html' title='Sebutir biji lada'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TNdrwDGp2OI/AAAAAAAAAbM/rT-CaaVKu1s/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-5826237888514497039</id><published>2010-11-02T08:50:00.002+07:00</published><updated>2010-11-02T08:50:00.257+07:00</updated><title type='text'>Emas dan kuningan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TKKb8ErTCEI/AAAAAAAAAbE/v__fpUdBIt0/s1600/blacksmith_silhouette_3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 169px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TKKb8ErTCEI/AAAAAAAAAbE/v__fpUdBIt0/s200/blacksmith_silhouette_3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522147549459449922" /&gt;&lt;/a&gt; Di sebuah negeri, hiduplah dua orang pengrajin yang tinggal bersebelahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang diantaranya, adalah pengrajin emas, sedang yang lainnya pengrajin kuningan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya telah lama menjalani pekerjaan ini, sebab, ini adalah pekerjaan yang diwariskan secara turun-temurun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah banyak pula barang yang dihasilkan dari pekerjaan ini. Cincin, kalung, gelang, dan untaian rantai&lt;br /&gt;penghias, adalah beberapa dari hasil kerajinan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap akhir bulan, mereka membawa hasil pekerjaan ke kota. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka akan berdagang barang-barang logam itu, sekaligus membeli barang-barang keperluan lain selama sebulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntunglah, pekan depan, akan ada tetamu agung yang datang mengunjungi kota, dan bermaksud&lt;br /&gt;memborong barang-barang yang ada disana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar ini tentu membuat mereka senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu, berita ini akan membuat semua pedagang membuat lebih banyak barang yang akan dijajakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang-malam, terdengar suara logam yang ditempa. Setiap dentingnya, layaknya nafas hidup bagi mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tungku-tungku api, seakan tak pernah padam. Kayu bakar yang tampak membara, seakan menjadi penyulut semangat keduanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percik-percik api yang timbul tak pernah di hiraukan mereka. Keduanya sibuk dengan pekerjaan&lt;br /&gt;masing-masing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah puluhan cincin, kalung, dan untaian rantai penghias yang siap dijual. Dan lusa, adalah waktu yang tepat untuk berangkat ke kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besoknya keduanya pun sampai di kota. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamparan terpal telah digelar, tanda barang dagangan siap dijajakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya pun berjejer berdampingan. Tampaklah, barang-barang logam yang telah dihasilkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sayang ada kontras yang mencolok diantara keduanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun terbuat dari logam mulia, barang-barang yang dibuat oleh pengrajin emas tampak kusam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warnanya tak berkilau. Ulir-ulirnya kasar, dengan pokok-pokok simpul rantai yang tak rapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seakan, sang pembuatnya adalah seorang yang tergesa-gesa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah, biar saja,” demikian ucapan yang terlontar saat pengrajin kuningan menanyakan kenapa perhiasaannya kawannya itu tampak kusam. “Setiap orang akan memilih daganganku, sebab, emas selalu lebih baik dari kuningan,” ujar pengrajin emas lagi, “Apalah artinya loyang buatanmu dibanding logam mulia yang kupunya, aku akan membawa uang lebih banyak darimu.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengrajin kuningan, hanya tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketekunannya mengasah logam, membuat semuanya tampak lebih bersinar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulir-ulirnya halus. Lekuk-lekuk cincin dan gelang buatannya terlihat seperti lingkaran yang tak putus. Liku-liku rantai penghiasnya pun lebih sedap di pandang mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketekunan, memang sesuatu yang mahal. Hampir semua orang yang lewat, tak menaruh perhatian kepada pengrajin emas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka lebih suka mendatangi, dan melihat-melihat cincin dan kalung kuningan. Begitupun tetamu agung yang berkenan datang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka pun lebih menyukai benda-benda kuningan itu dibandingkan dengan logam mulia. Sebab, emas itu tidaklah cukup mereka tertarik, dan mau membelinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, terpampang kekontrasan di hari pasar itu. Pengrajin emas yang tertegun diam, dan pengrajin kuningan yang tersenyum senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari telah sore, dan para tetamu telah kembali pulang. Kedua pengrajin itu pun telah selesai membereskan dagangan. Dan agaknya, keduanya mendapat pelajaran dari apa yang telah mereka lakukan hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;___________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketekunan memang sesuatu yang mahal. Tak banyak orang yang bisa menjalani pekerjaan ini. Begitupun juga kemuliaan dan harga diri, tak banyak orang yang menyadari, bahwa kedua hal itu, kadang tak berasal dari apa yang kita sandang hari ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya, tindak-laku kedua pengrajin itu, adalah potongan siluet kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketekunan, adalah titian panjang yang licin berliku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali, jalan panjang itu membuat kita terpelincir, dan jatuh. Seringkali pula, titian itu menjadi saringan penentu bagi setiap orang yang hendak menuju kebahagiaan di ujung simpulnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, percayalah, ada balasan bagi setiap ketekunan. Di ujung sana, akan ada sesuatu yang menunggu setiap orang yang mau menekuni jalan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emas dan kuningan, bisa jadi punya nilai yang berbeda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, apakah kemuliaan dinilai hanya dari apa disandang keduanya? Apakah harga diri hanya ditunjukkan dari simbol-simbol yang tampak di luar? Sebab, kita sama-sama belajar dari pengrajin kuningan, bahwa loyang, kadang bernilai lebih dibanding logam mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan juga bahwa kemuliaan, adalah buah dari ketekunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi saat ini kita pandai, kaya, punya kedudukan yang tinggi, dan hidup sempurna layaknya emas mulia. Namun, adakah semua itu berharga jika ulir-ulir hati kita kasar dan kusam? Adakah itu mulia jika, lekuk-lekuk kalbu kita koyak dan penuh dengan tonjolan-tonjolan kedengkian? Adakah itu semua punya harga, jika, pokok-pokok simpul jiwa yang kita punya, tak di penuhi dengan simpul-simpul ikhlas dan perangai yang luhur?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-5826237888514497039?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/5826237888514497039/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/11/emas-dan-kuningan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/5826237888514497039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/5826237888514497039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/11/emas-dan-kuningan.html' title='Emas dan kuningan'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TKKb8ErTCEI/AAAAAAAAAbE/v__fpUdBIt0/s72-c/blacksmith_silhouette_3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-8487078106452418013</id><published>2010-10-30T08:47:00.000+07:00</published><updated>2010-10-30T08:47:00.166+07:00</updated><title type='text'>Pemberian Terbaik kepada Raja</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TKKbO7-TIsI/AAAAAAAAAa8/GFqV5R_Z17A/s1600/Assyrian+king+Shalmanezer+receiving+tribute+from+.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TKKbO7-TIsI/AAAAAAAAAa8/GFqV5R_Z17A/s200/Assyrian+king+Shalmanezer+receiving+tribute+from+.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522146774029116098" /&gt;&lt;/a&gt; Suatu ketika, hiduplah seorang petani bersama keluarganya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menetap di sebuah kerajaan yang besar, dengan raja yang adil dan bijaksana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntunglah siapa saja yang tinggal disana. Tanahnya subur, keadaannya pun aman dan sentosa. Semuanya hidup berdampingan, tanpa pernah mengenal perang ataupun bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pagi, sang petani selalu pergi ke sawah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lupa ia membawa bajak dan kerbau peliharaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun sudah tua, namun bajak dan kerbau itu selalu setia menemaninya bekerja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi-sisi kayu dan garu bajak itu tampak mengelupas, begitupun kerbau yang sering tampak letih jika bekerja terlalu lama. "Inilah hartaku yang paling berharga", demikian gumam petani itu dalam hati, sembari melayangkan pandangannya ke arah bajak dan kerbaunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak seperti biasa, tiba-tiba ada serombongan pasukan yang datang menghampiri petani itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampak pemimpin pasukan yang maju, lalu berkata, "Berikan bajak dan kerbaumu kepada kami. "Ini perintah Raja!". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara itu terdengar begitu keras, mengagetkan petani itu yang tampak masih kebingungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petani itu lalu menjawab, "Untuk apa, sang Raja menginginkan bajak dan kerbauku? "Ini adalah hartaku yang paling berharga, bagaimana aku bisa bekerja tanpa itu semua”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petani itu tampak menghiba, memohon agar diberikan kesempatan untuk tetap bekerja. "Tolonglah, kasihani anak dan istriku…berilah kesempatan sampai besok. Aku akan membicarakan dengan keluargaku…"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pemimpin pasukan berkata lagi, "Kami hanya menjalankan perintah dari Baginda. Terserah, apakah kau mau menjalankannya atau tidak. Namun, ingatlah, kekuasaannya sangat kuat. Petani semacam kau tak akan mampu melawan perintahnya." Akhirnya, pasukan itu berbalik arah, dan kembali ke arah istana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di malam hari, petani pun menceritakan kejadian itu dengan keluarganya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tampak bingung dengan keadaan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati bertanya-tanya, "Apakah baginda sudah mulai kehilangan kebijaksanaannya? Kenapa baginda tampak tak melindungi rakyatnya dengan mengambil bajak dan kerbau kita? Gundah, dan resah melingkupi keluarga itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, akhirnya, mereka hanya bisa pasrah dan memilih untuk menyerahkan kedua benda itu kepada raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan pagi, sang petani tampak pasrah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama dengan bajak dan kerbaunya, ia melangkah menuju arah istana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petani itu ingin memberikan langsung hartanya yang paling berharga itu kepada Raja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tibalah ia di halaman Istana, dan langsung di terima Raja. "Baginda, hamba hanya bisa pasrah. Walaupun hamba merasa sayang dengan harta itu, namun hamba ingin membaktikan diri kepada Baginda. Duli Paduka, terimalah pemberian ini…."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baginda Raja tersenyum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menepuk kedua tangannya, ia tampak memanggil pengawal. "Pengawal, buka selubung itu!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba, terkuaklah selubung di dekat taman. Ternyata, disana ada sebuah bajak yang baru dan kerbau yang gemuk. Kayu-kayu bajak itu tampak kokoh, dengan urat-urat kayu yang mengkilap. Begitupun kerbau, hewan itu begitu gemuk, dengan kedua kaki yang tegap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Petani tampak kebingungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baginda mulai berbicara, "Sesungguhnya, aku telah mengenal dirimu sejak lama. Dan aku tahu kau adalah petani yang rajin dan baik. Namun, aku ingin mengujimu dengan hal ini. Ternyata, kau memang benar-benar hamba yang baik. Engkau rela memberikan hartamu yang paling berharga untukku. Maka, terimalah hadiah dariku. Engkau layak menerimanya…."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petani itu pun bersyukur dan ia pun kembali pulang dengan hadiah yang sangat besar, buah kebaikan dan baktinya pada sang Raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;______________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak banyak orang yang bisa berlaku seperti petani tadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sedikit orang yang mau memberikan harta yang terbaik yang dimilikinya kepada yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, petani tersebut adalah satu dari orang-orang yang sedikit itu. Dan ia, memberikan sedikit pelajaran buat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya,  Tuhan sering meminta kita memberikan terbaik yang kita punya untuk-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan, sering memerintahkan kita untuk mau menyampaikan yang paling berharga, hanya ditujukan pada-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan karena Tuhan butuh semua itu, dan juga bukan karena Tuhan kekurangan. Namun karena sesungguhnya Tuhan Maha Kaya, dan Tuhan sedang menguji setiap hamba-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan sedang menguji, apakah hamba-Nya adalah bagian dari orang-orang yang beriman dan mau bersyukur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan sedang menguji, apakah ada dari hamba-hamba-Nya yang mau menafkahkan harta di jalan-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Tuhan, pasti akan memberikan balasan atas upaya itu dengan pemberian yang tak akan kita bayangkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imbalan dan pahala yang akan kita terima, sesungguhya akan mampu membuat kita paham, bahwa Tuhan memang Maha Pemberi Kemuliaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita berikan yang terbaik yang kita punya kepada-Nya. Marilah kita tujukan waktu, kerja dan usaha kita yang terbaik hanya kepada-Nya. Karena sesungguhnya memang, kita tak akan pernah menyadari balasan apa yang akan kita terima atas semua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan selalu punya banyak cara-cara rahasia untuk memberikan kemuliaan bagi hamba-Nya. Dan Dia akan selalu memberikan pengganti yang lebih baik untuk semua yang ikhlas kita berikan pada-Nya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-8487078106452418013?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/8487078106452418013/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/10/pemberian-terbaik-kepada-raja.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/8487078106452418013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/8487078106452418013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/10/pemberian-terbaik-kepada-raja.html' title='Pemberian Terbaik kepada Raja'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TKKbO7-TIsI/AAAAAAAAAa8/GFqV5R_Z17A/s72-c/Assyrian+king+Shalmanezer+receiving+tribute+from+.gif' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-8429661567949768509</id><published>2010-10-27T08:08:00.000+07:00</published><updated>2010-10-27T08:08:00.548+07:00</updated><title type='text'>Balas Budi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TKGHKjFaAvI/AAAAAAAAAZk/BfC52Fj2sqs/s1600/turtles.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 185px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TKGHKjFaAvI/AAAAAAAAAZk/BfC52Fj2sqs/s200/turtles.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5521843233419297522" /&gt;&lt;/a&gt; Ada seorang pemuda yang tinggal bersama bapaknya. Mata pencaharian mereka adalah bertani. Mereka mempunyai sepetak sawah kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun mereka berdua miskin tetapi mereka berdua hidup dalam keadaan damai dan bahagia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bapaknya adalah seorang yang baik hati dan anaknya adalah seorang anak yang patuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berlalu tahun demi tahun. Bapaknya makin hari semakin tua, semakin tidak bertenaga lagi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Walau sawah mereka kecil, tetapi jika hanya mengharapkan tenaga pemuda ini  saja untuk menanam padi akan sangat susah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari Bapaknya mengeluarkan uang tabungannya selama bertahun-tahun hidup menghemat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ia menyuruh pemuda ini pergi membeli seekor kerbau untuk membantunya membajak sawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat dalam perjalan, karena kecapekan dia beristirahat di atas sebuah batu besar. Di kejauhan kedengaran suara anak kecil yang sedang bermain. Karena heran dia mendekati mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia melihat beberapa orang anak dengan bambu memukul sebuah batu, tetapi batu itu kelihatan bisa bergerak, dilihat dengan jelas rupanya itu adalah 5 ekor kura-kura. Seekor lebih besar dan yang 4 ekor lebih kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok anak kecil ini membalikkan kura-kura itu seperti gasing memutar mereka, dengan bambu memukul mereka dan memaksa mereka mengeluarkan kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda ini tidak tega melihat kejadian ini, dan berkata kepada kelompok anak kecil ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kenapa kalian mempermainkan kura-kura ini? dia juga mahluk hidup yang mempunyai perasaan sakit dan takut,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok anak kecil itu tidak menghiraukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kami dengan susah payah menangkap seekor ibu kura-kura dan 4 ekor anaknya, bukan urusanmu bagaimana kami akan memperlakukan kura-kura ini!” Jawab mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekelompok anak kecil ini makin dinasehati makin mempergunakan cara yang makin keji menyiksa kura-kura itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Anak-anak melihat orang tua mereka dihina orang akan merasa sakit hati, orang tua yang melihat anak-anaknya disiksa orang lain juga akan sakit hati! Kalian tolong lepaskan keluarga kura-kura ini,” kata pemuda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekelompok anak kecil ini tidak peduli, malah mereka mengambil tali dan mengikat ke 5 ekor kura ini menjadi satu dan melempar mereka kesana kemari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda ini bertanya kepada kelompok anak kecil ini dengan cara apa mereka mau melepaskan kura-kura ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menjawab mereka akan menjual kura-kura ini, pemuda ini bertanya dengan berapa harga mereka akan menjualnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka asal menjawab sebuah harga yang tinggi, pemuda ini memegang-megang uang dikantungnya berpikir jika membayar uang ini kepada kelompok anak ini maka dia tidak bisa membeli kerbau lagi, tetapi melihat mereka menyiksa kura-kura ini sungguh tidak tega, akhirnya dia menyerahkan semua uangnya kepada kelompok anak-anak ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melihat kelompok anak-anak ini pergi, dia berlutut dengan hati-hati melepaskan tali yang mengikat kura-kura ini, lalu seekor demi seekor dia melepaskan kura-kura ini ke sungai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menengadahkan kepalanya memandang pemuda ini, mengeluarkan pancaran mata yang sangat berterima kasih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Cepat pergilah, jika tidak nanti kelompok anak kecil ini kembali lagi, kalian akan berada dalam keadaan bahaya, cepat berenang menjauh dari sini supaya saya dapat meninggalkan kalian dengan tenang!” Kata pemuda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga kura-kura ini seakan mengerti apa yang dikatakannya berenang menjauh dengan cepat, tetapi ketika mereka sampai di pertengahan sungai mereka masih membalikkan kepalanya melihat pemuda ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda ini setelah pulang kerumah, menceritakan kejadian ini kepada bapaknya, bapaknya sangat gembira mendengar ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Perbuatanmu sungguh terpuji, dengan uang itu dapat menyelamatkan 5 nyawa, lebih berharga daripada membeli seekor kerbau! Kita berdua masih sehat, rajin sedikit bekerja pasti akan bisa mengumpulkan uang lagi membeli kerbau,” kata bapaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang beberapa hari kemudian, pada suatu tengah malam, Bapaknya mendengar suara ketukan pintu .&lt;br /&gt;“tok..tok.tok.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak lalu membuka pintu. Di depan pintu nampak seekor kerbau yang berdiri, di lehernya tergantung secarik kertas yang tertulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Keluarga kura-kura dipinggir sungai mengumpulkan uang dan membeli seekor kerbau sebagai hadiah balas jasa kepada tuan penolong kam," bunyi kertas tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun ini adalah sebuah legenda, tetapi  disini kelihatan jelas ada dua cara memperlakukan mahluk hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu meremehkan mahluk hidup, menyiksa dan menyakitinya, sedang yang lain menyayangi semua mahluk hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun wujud dan bentuk mereka sangat berlainan dengan kita, tetapi kita harus tetap menghormati, melindungi hak-haknya supaya dapat hidup dengan tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbelas kasih kepada semua mahluk  adalah sebuah kehangatan hati, sebuah pemandangan yang indah! Saya harap dalam kehidupan ini kita lebih banyak membuka hati kita melihat betapa indahnya alam semesta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa indahnya hidup ini, dengan segenap hati  menjaga kelestarian alam semesta supaya dunia ini lebih dapat bersinar lebih cerah lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-8429661567949768509?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/8429661567949768509/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/10/balas-budi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/8429661567949768509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/8429661567949768509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/10/balas-budi.html' title='Balas Budi'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TKGHKjFaAvI/AAAAAAAAAZk/BfC52Fj2sqs/s72-c/turtles.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-9038041169961999776</id><published>2010-10-23T08:33:00.000+07:00</published><updated>2010-10-23T08:33:00.304+07:00</updated><title type='text'>Impian Sejati</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TKKX0V2-tWI/AAAAAAAAAak/MqZe4n0j4-M/s1600/dream.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TKKX0V2-tWI/AAAAAAAAAak/MqZe4n0j4-M/s200/dream.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522143018586387810" /&gt;&lt;/a&gt; Suatu hari, ada seorang muda yang bertemu dengan seorang tua yang bijaksana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si anak muda bertanya, “Pak, sebagai seorang yang sudah kenyang dengan pengalaman tentunya anda bisa menjawab semua pertanyaan saya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang ingin kau ketahui anak muda ?” tanya si orang tua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya ingin tahu, apa sebenarnya yang dinamakan impian sejati di dunia ini”. Jawab si anak muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua itu tidak menjawab pertanyaan si anak, tapi mengajaknya berjalan-jalan di tepi pantai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di suatu sisi, kemudian mereka berjalan menuju ke tengah laut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sampai agak ke tengah di tempat yang lumayan dalam, orang tua itu dengan tiba-tiba mendorong kepada si anak muda ke dalam air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak muda itu meronta-2, tapi orang tua itu tidak melepaskan pegangannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai kemudian anak muda itu dengan sekuat tenaga mendorong keatas, dan bisa lepas dari cekalan orang tua tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai, apa yang barusan bapak lakukan, bapak bisa membunuh saya” tegur si anak muda kepada orang bijak tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua tersebut tidak menjawab pertanyaan si anak, malah balik bertanya ,”Apa yang paling kau inginkan saat kamu berada di dalam air tadi ?”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Udara, yang paling saya inginkan adalah udara”. Jawab si anak muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hmmm, bagaimana kalo saya tawarkan hal yang lain sebagai pengganti udara, misalnya emas, permata, kekayaaan, atau umur panjang ?” tanya si orang tua itu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ….. tidak …… tidak ada yang bisa menggantikan udara. Walaupun seisi dunia ini diberikan kepada saya, tidak ada yang bisa menggantikan udara ketika saya berada di dalam air” jelas si anak muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nah, kamu sudah menjawab pertanyaanmu sendiri kalau begitu. KALAU KAMU MENGINGINKAN SESUATU SEBESAR KEINGINANMU AKAN UDARA KETIKA KAMU BERADA DI DALAM AIR, ITULAH IMPIAN SEJATI” kata si orang tua dengan bijak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-9038041169961999776?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/9038041169961999776/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/10/impian-sejati.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/9038041169961999776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/9038041169961999776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/10/impian-sejati.html' title='Impian Sejati'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TKKX0V2-tWI/AAAAAAAAAak/MqZe4n0j4-M/s72-c/dream.gif' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-2239941477578822148</id><published>2010-10-20T08:29:00.000+07:00</published><updated>2010-10-20T08:29:00.280+07:00</updated><title type='text'>Tiger and wolf</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TKKXLRBELtI/AAAAAAAAAac/ZtopEgSF8IE/s1600/DP0009Tiger-Posters.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 199px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TKKXLRBELtI/AAAAAAAAAac/ZtopEgSF8IE/s200/DP0009Tiger-Posters.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522142312911875794" /&gt;&lt;/a&gt; Di sebuah hutan, tinggallah seekor serigala pincang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hewan itu hidup bersama seekor harimau yang besar berbadan coklat keemasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luka yang di derita serigala, terjadi ketika ia berusaha menolong harimau yang di kejar pemburu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang serigala berusaha menyelamatkan kawannya. Namun sayang, sebuah panah yang telah di bidik malah mengenai kaki belakangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, hewan bermata liar itu tak bisa berburu lagi bersama harimau, dan tinggal di sebuah gua, jauh dari perkampungan penduduk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang harimau pun tahu bagaimana membalas budi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap selesai berburu, di mulutnya selalu tersisa sepotong daging untuk dibawa pulang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun sedikit, sang serigala selalu mendapat bagian daging hewan buruan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang harimau paham, bahwa tanpa bantuan sang kawan, ia pasti sudah mati terpanah si pemburu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai balasannya, sang serigala selalu berusaha menjaga keluarga sang harimau dari gangguan hewan-hewan lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lolongan serigala selalu tampak mengerikan bagi siapapun yang mendengar. Walaupun sebenarnya ia tak bisa berjalan dan hanya duduk teronggok di pojok gua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya, peristiwa itu telah sampai pula ke telinga seorang pertapa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pertapa, tergerak hatinya untuk datang, bersama beberapa orang muridnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia ingin memberikan pelajaran tentang berbagi dan persahabatan, kepada anak didiknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga ingin menguji keberanian mereka, sebelum mereka dapat lulus dari semua pelajaran yang diberikan olehnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya banyak yang takut, namun setelah di tantang, mereka semua mau untuk ikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pagi hari, berangkatlah mereka semua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya tampak beriringan, dipandu sang pertapa yang berjalan di depan rombongan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah seharian berjalan, sampailah mereka di mulut gua, tempat sang harimau dan serigala itu menetap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan, sang harimau baru saja pulang dari berburu, dan sedang memberikan sebongkah daging kepada serigala. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kejadian itu, sang pertapa bertanya bertanya kepada murid-muridnya, “Pelajaran apa yang dapat kalian lihat dari sana..?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang murid tampak angkat bicara, “Guru, aku melihat kekuasaan dan kebaikan Tuhan. Tuhan pasti akan memenuhi kebutuhan setiap hamba-Nya. Karena itu, lebih baik aku berdiam saja, karena toh Tuhan akan selalu memberikan rezekinya kepada ku lewat berbagai cara.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pertapa tampak tersenyum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang murid melanjutkan ucapannya, “Lihatlah serigala itu. Tanpa bersusah payah, dia bisa tetap hidup, dan mendapat makanan.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai bicara, murid itu kini memandang sang guru. Ia menanti jawaban darinya. “Ya, kamu tidak salah. Kamu memang memperhatikan, tapi sesungguhnya kamu buta. Walaupun mata lahirmu bisa melihat, tapi mata batinmu lumpuh. Berhentilah berharap menjadi serigala, dan mulailah berlaku seperti harimau.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah benar bahwa Tuhan ciptakan ikan kepada umat manusia. Adalah benar pula, Tuhan menghamparkan gandum di tanah-tanah petani. Tapi apakah Tuhan ciptakan ikan-ikan itu dalam kaleng-kaleng sardin? Atau, adakah Dia berikan kepada kita gandum-gandum itu hadir dalam bentuk seplastik roti manis? Saya percaya, ikan-ikan itu dihadirkan kepada kita lewat peluh dan kerja keras dari nelayan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga pun percaya, bahwa gandum-gandum terhidang di meja makan kita, lewat usaha dari para petani, dan kepandaian mereka mengolah alat panggang roti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, acapkali memang dalam kehidupan kita, ada fragmen tentang serigala yang lumpuh dan harimau yang ingin membalas budi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tak salah jika disana kita akan dapat menyaksikan kebesaran dan kasih sayang dari Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sana pula kita akan mendapatkan pelajaran tentang persahabatan dan kerjasama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ada satu hal kecil yang patut diingat disana, bahwa: berbagi, menolong, membantu sudah selayaknya menjadi prioritas dalam kehidupan kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan karena hal itu adalah suatu keterpaksaan, bukan pula karena di dorong rasa kasihan dan ingin membalas budi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagi dan menolong, memang sepatutnya mengalir dalam darah kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disana akan ditemukan nilai-nilai dan percikan cahaya Tuhan. Sebab disana, akan terpantul bahwa kebesaran Tuhan hadir dalam tindak dan perilaku yang kita lakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam berbagi akan bersemayan keluhuran budi, keindahan hati dan keagungan kalbu. Teman, jika kita bisa memilih, berhentilah berharap menjadi serigala lumpuh, dan mulailah meniru teladan harimau.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-2239941477578822148?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/2239941477578822148/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/10/tiger-and-wolf.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/2239941477578822148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/2239941477578822148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/10/tiger-and-wolf.html' title='Tiger and wolf'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TKKXLRBELtI/AAAAAAAAAac/ZtopEgSF8IE/s72-c/DP0009Tiger-Posters.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-5659131585763931458</id><published>2010-10-17T08:24:00.000+07:00</published><updated>2010-10-17T08:24:00.172+07:00</updated><title type='text'>Petani dan Bangau</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TKKWU2u89zI/AAAAAAAAAaU/eBpBGK0VAkY/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 147px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TKKWU2u89zI/AAAAAAAAAaU/eBpBGK0VAkY/s200/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522141378143647538" /&gt;&lt;/a&gt; Seekor bangau mempunyai sifat yang sangat sederhana dan dikenal baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari dia diundang oleh kelompok burung lain ke sebuah pesta makan-makan di ladang petani yang baru ditanami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pesta itu harus berakhir dengan terperangkapnya semua burung-burung di jaring petani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari nantinya akan membuat keluarganya bersedih hati dan kesusahan, Si bangau memohon kepada sang petani untuk melepaskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tolong. Biarkan saya pergi, Saya berasal dari keluarga baik-baik, dari keluarga bangau yang anda sendiri tahu adalah jujur dan sederhana. Disamping itu, saya tidak tahu kalau burung yang mengundang saya itu bermaksud mencuri disini” kata Si bangau memohon. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Anda mungkin seekor burung yang sangat baik.” jawab sang petani, “Tetapi saya telah menangkap anda  di jaring yang saya siapkan untuk menangkap pencuri dan Anda harus menerima hukuman yang sama dengan mereka.”&lt;br /&gt;________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus bertanggung jawab akan setiap jengkal perbuatan kita, jadi jangan ikut-ikutan ajakan berbuat buruk dari lingkungan sekitar, walaupun hanya sekali.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-5659131585763931458?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/5659131585763931458/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/10/petani-dan-bangau.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/5659131585763931458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/5659131585763931458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/10/petani-dan-bangau.html' title='Petani dan Bangau'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TKKWU2u89zI/AAAAAAAAAaU/eBpBGK0VAkY/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-8905833770486003478</id><published>2010-10-13T08:22:00.000+07:00</published><updated>2010-10-13T08:22:00.574+07:00</updated><title type='text'>Empat Jenis Kuda</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TKKVL4YbnRI/AAAAAAAAAaM/GBmNeLIl0_U/s1600/cartoon-horse-4.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 174px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TKKVL4YbnRI/AAAAAAAAAaM/GBmNeLIl0_U/s200/cartoon-horse-4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522140124455607570" /&gt;&lt;/a&gt; Di dunia ini ada 4 jenis kuda, kuda yang pertama adalah kuda yang penurut, pemiliknya memasang pelana dan penutup mata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari dia dapat berjalan ribuan kilometer, kecepatannya bagaikan meteor.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pemiliknya mengangkat pecutnya (cambuk), melihat bayangan pecut dia sudah tahu kemauan pemiliknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuda itu bergerak maju atau mundur, cepat atau lambat, segera memahami kemauan pemiliknya sehingga dengan cepat bisa mencapai tujuan. Dia adalah kuda penurut yang paling baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis kuda yang kedua, ketika pemiliknya mengangkat pecutnya, dia melihat bayangan pecut, tetapi tidak segera bergerak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pecut tersebut memecut ke ekornya,  dia baru tahu kemauan pemiliknya, lari dengan cepat, dapat dikatakan responnya cepat, merupakan seekor kuda kuat yang cukup baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis kuda yang ketiga, tidak peduli pemiliknya berkali-kali melecutkan pecutnya, ketika melihat bayangan pecut, tidak mempunyai respon. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika perut bagaikan tetesan hujan memercut ke ekornya, dia masih tidak bergerak, responnya sangat lamban. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pecutnya menghantam badannya dia baru sadar, bergerak sesuai dengan kemauan pemiliknya. Dia adalah seekor kuda dengan respon yang lamban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis kuda yang keempat, ketika pemiliknya membunyikan pecut, dia tidak peduli. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pecut berkali-kali memercut ke badannya, dia masih tidak peduli. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika majikannya menjadi sangat marah dan menyepak kakinya. Akhirnya, Kuda itu merasa kesakitan hingga menusuk tulang, sekujur tubuhnya berdarah, dia baru tersadar dari mimpinya, berlari dengan membabi buta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia adalah seekor kuda yang susah diatur, respon lamban, bandel dan kuda yang sangat pemarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke empat jenis kuda ini bagaikan manusia yang mempunyai bakat dasar yang berbeda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia yang pertama ketika mendengar perubahan didunia ini, kehidupan yang akan dimusnahkan oleh petaka, dengan cepat sadar, dengan giat berusaha berbuat lebih baik yang dapat merubah nasibnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti jenis kuda yang pertama, melihat bayangan pecut sudah dapat melesat kedepan dengan cepat, tidak menunggu pecutan maut merengut nyawanya baru menyesal kemudian.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jenis manusia yang kedua, melihat kehidupan di dunia ini yang beraneka ragam, nasib baik dan nasib malang yang menimpa, kelahiran dan kematian, dengan cepat dapat memecut diri sendiri dengan cepat berbuat lebih baik lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti jenis kuda yang kedua, percut baru mengenai ke ekornya segera sadar dan melesat lari dengan cepat mencapai tujuan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jenis manusia yang ketiga, melihat sanak keluarga dan kerabat sebelum meninggal terjangkit penyakit menanggung penderita tubuh yang membusuk dan kesakitan sampai meninggal, baru sadar dan mulai menghargai kehidupan dan berbuat lebih baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti jenis kuda yang ketiga ketika  merasakan percutkan yang sangat  menyakitkan  segenap tubuh baru tersadar, responnya sangat lamban.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sedangkan jenis manusia keempat, jika diri sendiri yang terkena penyakit yang tidak bisa disembuhkan dan maut sedang menanti, pada saat ini baru menyesal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa dahulu tidak berusaha berbuat lebih baik, menyia-yiakan kehidupan di dunia ini. Seperti jenis kuda yang keempat, ketika kesakitan bagaikan menusuk ke tulang, baru berlari dengan cepat. Tetapi semua itu sudah terlambat.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-8905833770486003478?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/8905833770486003478/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/10/empat-jenis-kuda.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/8905833770486003478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/8905833770486003478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/10/empat-jenis-kuda.html' title='Empat Jenis Kuda'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TKKVL4YbnRI/AAAAAAAAAaM/GBmNeLIl0_U/s72-c/cartoon-horse-4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-1079422930203252264</id><published>2010-10-10T13:21:00.000+07:00</published><updated>2010-10-10T13:21:00.189+07:00</updated><title type='text'>Genggaman tangan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TKGK5FkXR5I/AAAAAAAAAZ8/b9CsUtmk8j8/s1600/0511-0809-0418-5810_African_American_Boy_and_Girl_Holding_Hands_Clip_Art_clipart_image.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 195px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TKGK5FkXR5I/AAAAAAAAAZ8/b9CsUtmk8j8/s200/0511-0809-0418-5810_African_American_Boy_and_Girl_Holding_Hands_Clip_Art_clipart_image.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5521847331484813202" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Engkau seharusnya menyisakan sedikit waktu untuk kolegamu, membantunya menyelesaikan sedikit masalah, walaupun masalah itu adalah masalah sepele. Membantunya menyelesaikan hal yang menurut Anda adalah masalah sepele yang tidak berharga tetapi baginya mempunyai arti yang sangat besar.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abraham Lincoln.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;______________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika perang meletus di Amerika, Abraham Lincoln sering pergi ke rumah sakit membesuk para prajurit yang terluka. Pada suatu hari, dokter memperkenalkannya dengan seorang prajurit muda yang sekarat. Abraham Lincoln berjalan ke tempat tidurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang bisa saya bantu?” Presiden bertanya kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prajurit yang terluka ini tidak mengenali presiden, dengan susah payah dia menjawab dengan suara lirih, ”Dapatkah engkau membantu saya menulis sehelai surat untuk ibuku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tersedia pena dan kertas, presiden dengan serius menulis apa yang dipesankan pemuda ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kepada mama yang tercinta, ketika saya menjalankan tugas saya, saya terluka parah, saya takut saya tidak akan berada di sisi mama lagi. Mama jangan sedih, tolong bantu saya mencium Mary dan Johan. Tuhan memberkati mama dan papa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan prajurit ini sudah sangat lemah tidak dapat melanjutkan perkataannya lagi, oleh sebab itu  Abraham Lincoln membantunya menanda tangani surat itu, dan menambah satu patah kata, ”Abraham Lincoln mewakili anakmu menulis surat ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prajurit muda ini memohon melihat surat ini sekali lagi. Ketika dia mengetahui siapa yang mewakili dia menulis surat ini dia sangat terkejut, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah benar engkau Bapak presiden?” Tanya pemuda ini untuk menyakinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Benar, saya adalah presiden,” Jawab Abraham Lincoln dengan tenang, kemudian dia bertanya lagi kepada pemuda itu apa lagi yang bisa dilakukan untuknya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bisakah engkau menggenggam tangan saya?” Prajurit ini memohon “Hal ini akan membantu saya menjalani sisa hidup saya didunia ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kamar rumah sakit yang sunyi ini, presiden yang tinggi besar ini menggenggam tangan prajurit muda ini, berkata dengan lembut dan penuh perhatian serta mendorong semangat, sampai maut menjemput pemuda malang ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-1079422930203252264?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/1079422930203252264/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/10/genggaman-tangan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/1079422930203252264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/1079422930203252264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/10/genggaman-tangan.html' title='Genggaman tangan'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TKGK5FkXR5I/AAAAAAAAAZ8/b9CsUtmk8j8/s72-c/0511-0809-0418-5810_African_American_Boy_and_Girl_Holding_Hands_Clip_Art_clipart_image.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-1825413935690617350</id><published>2010-10-07T13:17:00.000+07:00</published><updated>2010-10-07T13:17:00.437+07:00</updated><title type='text'>Obat Dewa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TKGJPLfFo2I/AAAAAAAAAZ0/UlylwyaWuiU/s1600/obat-pilek.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 180px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TKGJPLfFo2I/AAAAAAAAAZ0/UlylwyaWuiU/s200/obat-pilek.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5521845512007164770" /&gt;&lt;/a&gt; Dahulu kala ada seorang anak yang hidup bersama ibunya. Ayahnya barus saja meninggal. Suatu saat ibunya sakit keras. Dia mencari seorang tabib dan meminta datang ke rumahnya untuk memeriksa penyakit ibunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang tabib tidak dapat mendiagnosa penyakit ibunya, lalu dengan sembarangan tabib itu mengatakan kepadanya.&lt;br /&gt;”Menurut saya hanya obat dewa yang bisa menyembuhkan penyakit ibumu,” ujar tabib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak ini setelah mendengar perkataan tabib dengan serius menanggapi, lalu dia pergi ke kota bertanya ke setiap toko yang ada di kota itu.&lt;br /&gt;”Apakah ada jual obat dewa?” Katanya kepada penjual di toko. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pemilik toko yang menjawab tidak ada, ada juga pemilik toko yang menganggapnya hanya iseng ingin membuat onar dan mengusirnya keluar dari toko. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama dengan putus asa dia pulang ke rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari kedua dia pergi ke setiap jalan dan memasuki setiap toko bertanya. &lt;br /&gt;Setelah hari gelap dengan sedih menundukkan kepala pulang dengan tangan kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ketiga melihat tubuh ibunya makin hari makin lemah, dia lalu bertekad pergi ke kota yang lebih jauh  untuk mencari obat Dewa itu. Dia memasuki setiap toko. Akhirnya dia tiba di sebuah penginapan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu ada seorang tamu di penginapan tersebut sedang makan siang dan mendengar pertanyaannya. Tamu ini dengan penuh perhatiaan lalu bertanya kepadanya di mana rumahnya dan kenapa harus beli obat dewa? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak tersebut lalu menceritakan keadaan ibunya kepada tamu itu. Tamu itu merogoh sakunya dan mengeluarkan sebuah kotak . Di dalam kotak terdapat berbagai macam obat. Tamu itu mengambil salah satu tablet dan berkata kepadanya.&lt;br /&gt;”Ini adalah obat dewa, engkau bawa pulang untuk menyembuhkan penyakit ibumu!” Lalu dia mengambil satu-satunya uang 1 sen yang dimiliki untuk membayar obat ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak itu sangat gembira lalu dia pulang ke rumahnya. Sampai di rumah dengan gembira dia berteriak. &lt;br /&gt;”Mama, saya telah membeli obat dewa, setelah mama makan mama akan segera sembuh,” teriaknya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya datang seorang tabib yang datang ke rumahnya memeriksa ibunya, mengobatinya dengan akupuntur dan memasak semangkok obat untuknya, lalu dia merasakan badannya menjadi lebih sehat, segera dapat turun dari tempat tidur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua orang ibu dan anak ini merasa sangat berterima kasih kepada tabib. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berlutut mengucapkan terima kasih karena telah menyelamatkan nyawanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabib berkata mereka tidak usah berterima kasih kepadanya, harus berterima kasih kepada orang yang memberikan mereka obat dewa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya orang yang memberi mereka obat dewa ini adalah seorang pejabat tinggi di Kerajaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia terharu melihat seorang anak yang demikian berbakti kepada ibunya, lalu memerintahkan seorang dari tabib istana datang mengobati penyakit ibunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabib ini lalu mengeluarkan sepucuk surat yang ditulis oleh pejabat tinggi ini dan memberikan kepada ibunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam surat itu tertulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sungguh beruntung engkau memiliki seorang anak yang demikian berbakti, untuk menyelamatkan engkau, dia pergi keseluruh penjuru mencari obat dewa untuk mengobati penyakitmu. Tetapi engkau harus selalu ingat, yang benar-benar dapat menyelamatkan nyawa manusia sebenarnya bukan obat dewa, tetapi cinta kasih antara sesama manusia.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-1825413935690617350?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/1825413935690617350/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/10/obat-dewa.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/1825413935690617350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/1825413935690617350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/10/obat-dewa.html' title='Obat Dewa'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TKGJPLfFo2I/AAAAAAAAAZ0/UlylwyaWuiU/s72-c/obat-pilek.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-430318464330065270</id><published>2010-10-04T08:12:00.000+07:00</published><updated>2010-10-04T08:12:00.323+07:00</updated><title type='text'>Penjaga Harta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TKGH-qusPkI/AAAAAAAAAZs/3hwAgdYmS18/s1600/dog,bulldog.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 194px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TKGH-qusPkI/AAAAAAAAAZs/3hwAgdYmS18/s200/dog,bulldog.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5521844128824704578" /&gt;&lt;/a&gt; Pada zaman dahulu kala, seorang Biksu berjalan melewati rumah orang kaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang kaya ini kebetulan tidak berada di rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah orang kaya ini sangat mewah, perabot furniture di dalam rumah sungguh nyaman. Di dalam ruang tamu ada sebuah kursi malas yang mewah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang kaya ini memelihara seekor anjing. Anjing ini menjadi kesayangan majikannya. Biasanya kursi malas yang ada diruang tamu ini tidak boleh diduduki orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya anjing itu yang selalu tidur di kursi malas yang empuk dan hangat itu. Anjing itu bahkan sangat jarang dan hampir tidak pernah meninggalkan kursi malasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, ketika si anjing makan sehari tiga kali pun, dia tetap duduk di atas kursi ini. Makanan anjing ini dihidangkan dengan peralatan makan yang sangat mewah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Biksu memasuki rumah itu, bertepatan saat anjing ini sedang makan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anjing ini melihat Biksu, dia melompat turun dari kursinya, menyalak dengan galak, sehingga Biksu tidak bisa mendekatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biksu kemudian berkata kepada anjing ini, ”Sifat tamakmu terhadap harta masih belum berubah, pada kehidupan yang lalu begitu, pada kehidupan sekarang masih tetap tidak bisa berubah.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berkata demikian sang Biksu membalikkan badan meninggalkan tempat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anjing ini setelah mendengar perkataan sang Biksu, dengan sedih menelungkupkan badannya di lantai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berapa lama kemudian, majikannya pulang. Anjing ini tidak seperti biasanya dengan gembira menyambut majikannya, tetap menelungkupkan badannya di lantai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majikannya memanggilnya, dia tetap tidak berdiri dan mendekati majikannya, kelihatannya dia sangat sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya majikannya menanyakan kepada pembantunya, siapa yang menyakiti anjingnya sehingga anjingnya kelihatan sangat sedih? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembantunya kemudian bercerita bahwa tadi sang Biksu lewat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anjingnya turun dari kursi malas menyalak dengan galak. Tetapi setelah Biksu berkata beberapa kata, anjing ini berubah menjadi sedih, makanannya juga tidak disentuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang kaya ini sangat menyayangi anjingnya, setelah mendengar cerita bergegas pergi mencari Biksu dan bertanya kepadaNya, ”Engkau demikian berbelas kasih, kenapa ketika melewati rumah saya, memarahi anjing saya, hingga dia menjadi sangat sedih?” tanyanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Biksu menjawab dengan bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Engkau sangat menyayangi anjingmu, karena anjingmu pada kehidupan yang lalu adalah ayah kandungmu. Kehidupan dahulu dia juga sangat suka kepadamu, hal ini adalah wajar,” katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang kaya ini setelah mendengar perkataan Biksu, di hatinya timbul kecurigaan lalu dia bertanya kepada Biksu lagi, ”Bagaimana saya bisa membuktikan bahwa dia pada kehidupan yang lalu adalah benar-benar ayah saya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biksu mengatakan kembali kepada orang kaya tersebut. &lt;br /&gt;”Dia mempunyai kebiasaan, mempunyai keterikatan yang sangat besar kepada harta, ketika engkau kecil, karena takut kehilangan hartanya, dia menyembunyikan uang dan harta karunnya. Karena keterikatan yang parah terhadap harta karunnya, sehingga ketika dia meninggal masih khawatir kepada uang dan harta karun yang disimpan sehingga dia reinkarnasi menjadi anjing dirumahmu. Sejak lahir dia sudah sangat menyukaimu, biasanya setiap hari dia tidak pernah meninggalkan kursi malas yang biasanya diduduki ayahmu, jika engkau tidak percaya, pulanglah dan tanyakan kepadanya dimana dia dahulu menyimpan hartanya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang kaya ini setelah mendengar perkataan Biksu, lalu pulang ke rumahnya. Sambil mengelus-elus anjingnya dia berjongkok bertanya kepada anjingnya.&lt;br /&gt;”Jika benar engkau memang ayah saya, tolong bawa saya ketempat dimana engkau menyembunyikan uang dan harta karunmu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, anjing ini tidak berhentinya mengendus-endus dibawah kursi malas, dengan tangannya mengaruk-garuk lantai. Melihat gerakan anjingnya, setengah percaya setengah curiga, akhirnya dia menyuruh pembantunya mencangkul lantai di bawah kursi malas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dicangkul lebih kurang satu meter, mereka melihat sebuah kotak besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kotak ternyata berisi uang dan harta karun. Kotak uang dan harta karun itu, selama ini tersembunyi di bawah kursi malas!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melihat kotak berisi uang dan harta karun ini, karena sedih orang kaya itu meneteskan airmata.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sungguh mengerikan! Jika di dalam hati tamak dengan harta sungguh mengerikan! Ayah saya demi menjaga hartanya, setelah meninggal, rela reinkarnasi menjadi seekor anjing demi menjaga hartanya. Sungguh kasihan, sungguh menyedihkan dan juga sungguh menakutkan!” katanya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-430318464330065270?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/430318464330065270/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/10/penjaga-harta.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/430318464330065270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/430318464330065270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/10/penjaga-harta.html' title='Penjaga Harta'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TKGH-qusPkI/AAAAAAAAAZs/3hwAgdYmS18/s72-c/dog,bulldog.gif' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-7215593339779431095</id><published>2010-10-02T08:46:00.000+07:00</published><updated>2010-10-02T08:46:00.099+07:00</updated><title type='text'>Matamu adalah pelita tubuhmu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TKKYhtMAN5I/AAAAAAAAAas/Diyw4AAGxAs/s1600/eye-cross.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 170px; height: 170px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TKKYhtMAN5I/AAAAAAAAAas/Diyw4AAGxAs/s200/eye-cross.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522143797942695826" /&gt;&lt;/a&gt; Disuatu desa terpencil dipinggiran kota , tinggalah seorang anak laki-laki bersama 6 saudaranya, kehidupan keluarga ini terlihat sangatlah sederhana, orang tuanya hanya seorang buruh tani, kakak dan adiknya semua masih bersekolah sementara ibunya hanya seorang ibu rumah tangga yang hanya mengurusi keluarga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membantu keuangan keluarganya setiap hari selepas pulang sekolah , ia pergi kepasar untuk berjualan asongan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari saat anak ini sedang menjajakan dagangannya, tiba-tiba ia melihat sebuah bungkusan kertas koran yang cukup besar , terjatuh dipinggir jalan, lalu diambilnya bungkusan tersebut, kemudian dibukanya bungkusan itu, namun betapa kaget dan terkejutnya ia, ternyata isi bungkusan tersebut berisi uang dalam nominal besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampak diraut wajahnya rasa iba dan bukan kegembiraan, ia tampak kebinggungan, karena ia yakin uang ini pasti ada yang memilikinya , pada saat itu juga anak ini langsung berinisiatif untuk mencari si pemilik bungkusan tersebut, sambil mencari-cari sipemiliknya, tiba-tiba seorang ibu dengan ditemani seorang satpam datang dengan berlinang air mata menghampiri anak kecil itu , lalu ibu ini berkata “dek, bungkusan itu milik ibu, isi bungkusan itu adalah uang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang untuk biaya rumah sakit, karena anak ibu baru saja mengalami kecelakan korban tabrak lari, saat ini anak ibu dalam keadaan kritis dan harus cepat dioperasi karena terjadi pendarahan otak, kalau tidak cepat ditangani ibu khawatir jiwa anak ibu tidak akan tertolong. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini ibu baru saja menjual semua harta yang ibu miliki untuk biaya rumah sakit, Ibu sangat membutuhkan uang ini untuk menyelamatkan jiwa anak ibu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu anak kecil tersebut berkata,” benar bu, aku sedang mencari pemilik bungkusan ini, karena aku yakin pemilik bungkusan ini sangat membutuhkan. “Ini bu !, milik ibu”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu anak kecil tersebut langsung berlari pulang , sesampai dirumah ia ceritakan semua kejadian yang baru saja dialami kepada Ibu nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ibunya berkata , “ Benar anak ku ! “, kamu tidak boleh mengambil barang milik orang lain, walau pun itu dijalanan , karena barang itu bukan milik kita. Ibu sangat bangga pada mu nak, walau pun kita miskin , namun kamu KAYA dengan KEBAIKAN dan KEJUJURAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk apa kita memiliki kekayaan yang melimpah, sementara kita harus mengorbankan nyawa orang lain . “Kamu sungguh anak yang baik nak” , ibu sangat bersyukur mempunyai anak seperti mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini ibu percaya, kamu sudah menyelamatkan satu jiwa melalui kebaikan dan kejujuran mu, kamu harus jaga terus kejujuranmu , karena kejujuran dapat menyelamatkan banyak orang dan kejujuran adalah mata uang yang berlaku dimana-mana . “Apa yang bukan milik kita, pantang untuk kita ambil”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(“Matamu adalah pelita tubuhmu, Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, tetapi jika matamu jahat, gelaplah tubuhmu. Karena itu perhatikanlah supaya terang yang ada padamu jangan menjadi gelap. Jika seluruh tubuhmu terang dan tidak ada bagian yang gelap, maka seluruhnya akan terang, sama seperti apabila pelita menerangi engkau dengan cahayanya.” )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-7215593339779431095?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/7215593339779431095/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/10/matamu-adalah-pelita-tubuhmu.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/7215593339779431095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/7215593339779431095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/10/matamu-adalah-pelita-tubuhmu.html' title='Matamu adalah pelita tubuhmu'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TKKYhtMAN5I/AAAAAAAAAas/Diyw4AAGxAs/s72-c/eye-cross.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-5461549075175978732</id><published>2010-09-30T08:39:00.000+07:00</published><updated>2010-09-30T08:39:00.770+07:00</updated><title type='text'>Pematung Raja</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TKKZAgfqGSI/AAAAAAAAAa0/UoMvN1_h_3Q/s1600/sculptor.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 152px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TKKZAgfqGSI/AAAAAAAAAa0/UoMvN1_h_3Q/s200/sculptor.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522144327111416098" /&gt;&lt;/a&gt; Suatu ketika, hiduplah seorang pematung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pematung ini, bekerja pada seorang raja yang masyhur dengan tanah kekuasaannya. Wilayah pemerintahannya sangatlah luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu membuat siapapun yang mengenalnya, menaruh hormat pada raja ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pematung, sudah lama sekali bekerja pada raja ini. Tugasnya adalah membuat patung-patung yang diletakkan menghiasi taman-taman istana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pahatannya indah, karena itulah, ia menjadi kepercayaan raja itu sejak lama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak raja-raja sahabat yang mengagumi keindahan pahatannya saat mengunjungi taman istana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, sang raja mempunyai rencana besar. Baginda ingin membuat patung dari seluruh keluarga dan pembantu-pembantu terbaiknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlahnya cukup banyak, ada 100 buah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patung-patung keluarga raja akan di letakkan di tengah taman istana,sementara patung prajurit dan pembantunya akan di letakkan di sekeliling taman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baginda ingin, patung prajurit itu tampak sedang melindungi dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pematung pun mulai bekerja keras, siang dan malam. Beberapa bulan kemudian, tugas itu hampir selesai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Raja kemudian datang memeriksa tugas yang di perintahkannya. “Bagus. Bagus sekali, ujar sang Raja. “Sebelum aku lupa, buatlah juga patung dirimu sendiri, untuk melengkapi monumen ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar perintah itu, pematung ini pun mulai bekerja kembali. Setelah beberapa lama, ia pun selesai membuat patung dirinya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sayang, pahatannya tak halus. Sisi-sisinya pun kasar tampak tak dipoles dengan rapi. Ia berpikir, untuk apa membuat patung yang bagus, kalau hanya untuk di letakkan di luar taman. “Patung itu akan lebih sering terkena hujan dan panas,” ucapnya dalam hati, pasti, akan cepat rusak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu yang dimintapun telah usai. Sang raja kembali datang, untuk melihat pekerjaan pematung. Ia pun puas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ada satu hal kecil yang menarik perhatiannya. “Mengapa patung dirimu tak sehalus patung diriku? Padahal, aku ingin sekali meletakkan patung dirimu di dekat patungku. Kalau ini yang terjadi, tentu aku akan membatalkannya, dan menempatkan mu bersama patung prajurit yang lain di depan sana.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyesal dengan perrbuatannya, sang pematung hanya bisa pasrah. Patung dirinya, hanya bisa hadir di depan, terkena panas dan hujan, seperti harapan yang dimilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti apakah kita menghargai diri sendiri? Seperti apakah kita bercermin pada diri kita? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah kita menempatkan kebanggaan atas diri kita? Ada kalanya memang, ada orang-orang yang selalu pesimis dengan dirinya sendiri. Mereka, kerap memandang rendah kemuliaan yang mereka miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, apakah kita mau dimasukkan ke dalam bagian itu. Saya percaya, tak banyak orang yang menghendaki dirinya mau dimasukkan sebagai orang yang pesimis. Kita akan lebih suka menjadi orang yang bernilai lebih. Sebab, Allah pun menciptakan kita tak dengan cara yang main-main. Allah menciptakan kita dengan kemuliaan mahluk yang sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan teman, sesungguhnya, kita sedang memahat patung diri kita saat ini. Tapi patung seperti apakah yang sedang kita buat? Patung yang kasar, yang tak halus pahatannya, ataukah patung yang indah, yang memancarkan kemuliaan-Nya? Patung yang bernilai mahal, yang menjadi hiasan terindah, atau patung yang berharga murah yang tak layak diletakkan di tempat utama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, tak ada yang tahu akan ditempatkan dimana patung-patung diri kita kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena hanya Allah lah Maha Tahu. Karenanya, bentuklah patung-patung itu dengan indah. Pahatlah dengan halus, agar kita bisa ditempatkan di tempat yang terbaik, di sisi-Nya. Poleslah setiap sisinya dengan kearifan budi, dan kebijakan hati, agar memancarkan keindahan. Susuri setiap lekuknya dengan kesabaran, dan keikhlasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pahatan yang kita torehkan saat ini, akan menentukan tempat kita di akhirat kelak. Bentuklah “patung” diri Anda dengan indah!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-5461549075175978732?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/5461549075175978732/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/09/pematung-raja.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/5461549075175978732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/5461549075175978732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/09/pematung-raja.html' title='Pematung Raja'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TKKZAgfqGSI/AAAAAAAAAa0/UoMvN1_h_3Q/s72-c/sculptor.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-8812104407206251363</id><published>2010-09-28T13:04:00.002+07:00</published><updated>2010-09-28T13:07:30.189+07:00</updated><title type='text'>Lomba Lari</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TKGGAPklbvI/AAAAAAAAAZc/gSvVCLn2Wzg/s1600/Turtle-Days-3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 170px; height: 118px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TKGGAPklbvI/AAAAAAAAAZc/gSvVCLn2Wzg/s200/Turtle-Days-3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5521841956871040754" /&gt;&lt;/a&gt; Karena banyak mahluk hidup yang ingin masuk ke surga, akhirnya Tuhan memutuskan memakai cara berlomba lari siapa yang menjadi pemenangnya boleh masuk ke surga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan manusia dan kura-kura dibagi menjadi satu kelompok untuk berlomba. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia dengan congkak melihat kura-kura yang gerakannya sangat lamban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Apakah engkau pantas berlomba dengan saya?” kata manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlombaan baru dimulai, manusia sudah berlari sangat jauh, ketika memalingkan kepala melihat kebelakang, bayangan kura-kura saja tidak kelihatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah hampir mencapai garis finish, manusia bermaksud berlari dengan kencang, pada saat itu garis merah tiba-tiba melambung dengan tinggi, berubah menjadi sebuah gunung yang tinggi, ketika manusia merangkak naik selangkah dia menjadi tersungkur jatuh selangkah, saat ini dia merasa sangat panik keringatnya bercucuran, tetapi dia tetap tidak dapat naik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara penonton ada yang berteriak :”lepaskan bebanmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia berpikir :”Saya tidak membawa beban.” Dengan terkejut dia memandang kearah penonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lepaskan rasa takutmu!” Penonton berteriak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia melepaskan rasa takutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lepaskan rasa dendammu!” Penonton berteriak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia melepaskan rasa dendamnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lepaskan keinginanmu untuk menang!” Penonton berteriak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia merasa sangsi, pada saat itu, kura-kura berhasil melewatinya, akhirnya kura-kura yang menjadi pemenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia tidak bisa menerima kenyataan ini, akhirnya dia pergi mencari malaikat yang menjadi juri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kura-kura hanya menggendong sebuah rumah, sedangkan engkau  mempunyai keterikatan terhadap jabatan, ketenaran dan harta, bebanmu lebih berat daripada kura-kura, bagaimana bisa masuk ke surga?” kata Juri malaikat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia dalam menjalani kehidupannya seharusnya bersifat jujur, sabar, toleran, baik hati. Tetapi karena dalam kehidupan manusia ini ingin mengejar harta, jabatan dan ketenaran, sehingga membuat kehidupan manusia menjadi ruwet dan tidak  ada ketenangan didalam hati. Kenapa tidak mencoba membuang semua beban ini? Cobalah jalani hidup ini dengan rela.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-8812104407206251363?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/8812104407206251363/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/09/lomba-lari.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/8812104407206251363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/8812104407206251363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/09/lomba-lari.html' title='Lomba Lari'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TKGGAPklbvI/AAAAAAAAAZc/gSvVCLn2Wzg/s72-c/Turtle-Days-3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-7185036819236186795</id><published>2010-09-06T11:10:00.000+07:00</published><updated>2010-09-06T11:10:00.226+07:00</updated><title type='text'>Hati yang bahagia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/THNIb9Hx_uI/AAAAAAAAAZM/gEDMw4ewehQ/s1600/index.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/THNIb9Hx_uI/AAAAAAAAAZM/gEDMw4ewehQ/s200/index.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508826414305115874" /&gt;&lt;/a&gt; Suatu ketika, tersebutlah seorang raja yang kaya raya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekayaannya sangat melimpah. Emas, permata, berlian, dan semua batu berharga telah menjadi miliknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanah kekuasaannya, meluas hingga sejauh mata memandang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puluhan istana, dan ratusan pelayan siap menjadi hambanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ia memerintah dengan tangan besi, apapun yang diinginkannya hampir selalu diraihnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, semua itu tak membuatnya merasa cukup. Ia selalu merasa kekurangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidurnya tak nyenyak, hatinya selalu merasa tak bahagia. Hidupnya, dirasa sangatlah menyedihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, dipanggillah salah seorang prajurit tebaiknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Raja lalu berkata, “Aku telah punya banyak harta. Namun, aku tak pernah merasa bahagia. Karena itu, ujar sang raja, “aku akan memerintahkanmu untuk memenuhi keinginanku. Pergilah kau ke seluruh penjuru negeri, dari pelosok ke pelosok, dan temukan orang yang paling berbahagia di negeri ini. Lalu, bawakan pakaiannya kepadaku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Carilah hingga ujung-ujung cakrawala dan buana. Jika aku bisa mendapatkan pakaian itu, tentu, aku akan dapat merasa bahagia setiap hari. Aku tentu akan dapat membahagiakan diriku dengan pakaian itu. Temukan sampai dapat! ” perintah sang Raja kepada prajuritnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar titah sang Raja, prajurit itupun segera beranjak. Disiapkannya ratusan pasukan untuk menunaikan tugas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkatlah mereka mencari benda itu. Mereka pergi selama berbulan-bulan, menyusuri setiap penjuru negeri. Seluas cakrawala, hingga ke ujung-ujung buana, seperti perintah Raja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di telitinya setiap kampung dan desa, untuk mencari orang yang paling berbahagia, dan mengambil pakaiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Raja pun mulai tak sabar menunggu. Dia terus menunggu, dan menunggu hingga jemu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, setelah berbulan-bulan pencarian, prajurit itu kembali. Ah, dia berjalan tertunduk, merangkak dengan tangan dan kaki di lantai, tampak seperti sedang memohon ampun pada Raja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amarah Sang Raja mulai muncul, saat prajurit itu datang dengan tangan hampa.&lt;br /&gt;“Kemari cepat!!. “Kau punya waktu 10 hitungan sebelum kepalamu di penggal. Jelaskan padaku mengapa kau melanggar perintahku. Mana pakaian kebahagiaan itu!” gurat-gurat kemarahan sang raja tampak memuncak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan airmata berlinang, dan badan bergetar, perlahan prajurit itu mulai angkat bicara. “Duli tuanku, aku telah memenuhi perintahmu. Aku telah menyusuri penjuru negeri, seluas cakrawala, hingga ke ujung-ujung buana, untuk mencari orang yang paling berbahagia. Akupun telah berhasil menemukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, sang Raja kembali bertanya, “Lalu, mengapa tak kau bawa pakaian kebahagiaan yang dimilikinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prajurit itu menjawab, “Ampun beribu ampun, duli tuanku, orang yang paling berbahagia itu, TIDAK mempunyai pakaian yang bernama kebahagiaan.”&lt;br /&gt;____________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kebahagiaan tidak di temukan dalam gemerlap harta dan permata, ttidak hadir dalam indahnya istana-istana megah, tidakk pada besarnya penghasilan kita, mewahnya rumah kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan hadir pada kesederhanaan, pada kebersahajaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan itu ada di hati, di dalam kalbu ini. Kebahagiaan, tak berada jauh dari kita, asalkan kita mau menjumpainya. Ya, asalkan kita mau mensyukuri apa yang kita punyai, dan apa yang kita miliki.&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-7185036819236186795?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/7185036819236186795/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/09/hati-yang-bahagia.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/7185036819236186795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/7185036819236186795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/09/hati-yang-bahagia.html' title='Hati yang bahagia'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/THNIb9Hx_uI/AAAAAAAAAZM/gEDMw4ewehQ/s72-c/index.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-341471197471745561</id><published>2010-09-03T10:32:00.000+07:00</published><updated>2010-09-03T10:32:00.075+07:00</updated><title type='text'>Serigala dan anak kambing</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/THM-jTsRFuI/AAAAAAAAAZE/tctWhRtCu8k/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 175px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/THM-jTsRFuI/AAAAAAAAAZE/tctWhRtCu8k/s200/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508815545506535138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, ada seekor kambing kecil yang sedang merumput di padang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu sore ketika gerombolan kambing mulai pulang ke peternakan kembali dan ibunya sudah memanggilnya, anak kambing tersebut tidak memperhatikan dan memperdulikan panggilan ibunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tetap tinggal di lapangan rumput tersebut dan mengunyah rumput-rumput yang halus disekelilingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian ketika dia mengangkat kepalanya, dia melihat gerombolan kambing termasuk ibunya sudah tidak ada lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang dia tinggal sendirian. Matahari sudah terbenam. Bayangan panjang mulai menutupi tanah. Angin dingin mulai datang bertiup dan membuat suara yang menakutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak kambing tersebut mulai gemetar karena takut dia akan bertemu dengan serigala. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia mulai lari sekencang-kencangnya melewati lapangan rumput untuk pulang ke peternakan, sambil mengembik-embik memanggil ibunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi di tengah jalan, dekat pohon perdu, apa yang ditakutkan benar-benar terjadi, seekor serigala telah berdiri di sana memandangnya dengan wajah lapar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kambing kecil itu tahu bahwa kecil harapan untuk dia bisa lolos dari sergapan serigala tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tolonglah, tuan Serigala," katanya dengan gemetar, "Saya tahu kamu akan memakan saya. Tetapi pertama kali, nyanyikanlah saya sebuah lagu dengan suling mu, karena saya ingin menari dan bergembira selama saya bisa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serigala tersebut menyukai gagasan dari kambing kecil tadi, bermain musik sebelum makan, jadi serigala itu mengeluarkan serulingnya dan mulai memainkan lagu gembira dan kambing kecil itu meloncat-loncat menari bergembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara gerombolan kambing tadi bergerak pulang ke peternakan, di keheningan sore yang mulai beranjak gelap, suara seruling dari serigala sayup-sayup terdengar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anjing-anjing gembala yang menjaga gerombolan kambing tersebut lansung menajamkan telinganya dan mengenali lagu yang dimainkan oleh serigala, dan dengan cepat anjing-anjing gembala tersebut lari ke arah serigala tersebut dan menyelamatkan kambing kecil yang sedang menari-nari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serigala yang hendak memakan kambing kecil tadi akhirnya lari dikejar-kejar oleh anjing gembala, dan berpikir betapa bodohnya dia, memainkan lagu dengan seruling untuk si kambing kecil pada saat dia seharusnya sudah menerkamnya langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pesan moral: Jangan biarkan apapun membuat kamu berbalik melupakan tujuan utamamu&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-341471197471745561?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/341471197471745561/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/09/serigala-dan-anak-kambing.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/341471197471745561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/341471197471745561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/09/serigala-dan-anak-kambing.html' title='Serigala dan anak kambing'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/THM-jTsRFuI/AAAAAAAAAZE/tctWhRtCu8k/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-2916483381571116772</id><published>2010-09-01T10:04:00.000+07:00</published><updated>2010-09-01T10:04:00.342+07:00</updated><title type='text'>Pelajaran dari sebuah Gelang emas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/THM739lp7DI/AAAAAAAAAY8/DDrFlsSQ2J8/s1600/index.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 80px; height: 80px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/THM739lp7DI/AAAAAAAAAY8/DDrFlsSQ2J8/s200/index.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508812601815591986" /&gt;&lt;/a&gt; Dahulu kala, disebuah daerah di china, para pelajar menganggap penting ujian tingkat kerajaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 10 tahun lamanya menimba ilmu, kali pertama  pelajar harus lulus ujian pelayanan masyarakat tingkat daerah dan propinsi untuk melengkapi persyaratannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini bukan hanya sekedar mendapat kehormatan besar saja, namun dapat mempengaruhi karier seseorang di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang pelajar bernama Peng Jiao. Ia berencana untuk mengikuti  ujian tingkat kerajaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah perjalanan, Peng bersama pelayannya berhenti di sebuah kedai minuman pinggir jalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba seseorang menumpahkan sebaskom air dari lantai atas, pelayannya memperhatikan ada sesuatu yang bercahaya di tanah. Setelah diamati ia melihat itu adalah sebuah gelang emas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelayan itu mengambil gelang tersebut dan menyimpannya dalam saku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua minggu kemudian, ketika mereka melanjutkan perjalanan, Peng Jiao sadar bahwa bekal uangnya hampir habis dan mengatakan hal ini kepada pelayannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelayan tersebut menunjukkan gelang yang ditemukannya dan menyarankan untuk menjualnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendengar bagaimana pelayannya memperoleh gelang itu, Peng Jiao memutuskan kembali ke warung yang telah dikunjunginya, untuk mencari tahu siapa yang telah kehilangan gelang emas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika kita kembali, kita akan terlambat ikut ujian,” kata pelayan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peng Jiao menjawab, ”Gelang ini pasti milik seorang wanita. Jika ia kehilangan, orang tuanya akan berpikir anaknya telah memberikan gelang ini pada seseorang. Ini sungguh sangat serius.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu Peng Jiao dan pelayannya buru-buru kembali ke warung itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana yang dia duga, Peng Jiao menemukan wanita yang telah kehilangan gelang emas itu. Dia hendak bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengembalikan gelang tersebut, nyawa wanita itu terselamatkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sekuat tenaga, Peng Jiao berusaha tiba di ibu kota. Walaupun mereka menempuh perjalanan siang dan malam untuk mencapai ibukota, Peng Jiao tetap terlambat ikut ujian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ia tiba, ia melihat kebakaran hebat terjadi di ruang ujian saat ujian berlangsung. Banyak orang meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengadilan kerajaan akhirnya memutuskan untuk mengadakan ujian keesokan harinya. Peng Jiao dapat mengikuti ujian dan menempati nilai peringkat teratas&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-2916483381571116772?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/2916483381571116772/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/09/pelajaran-dari-sebuah-gelang-emas.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/2916483381571116772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/2916483381571116772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/09/pelajaran-dari-sebuah-gelang-emas.html' title='Pelajaran dari sebuah Gelang emas'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/THM739lp7DI/AAAAAAAAAY8/DDrFlsSQ2J8/s72-c/index.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-7098829705057723646</id><published>2010-08-29T10:51:00.000+07:00</published><updated>2010-08-29T10:51:00.801+07:00</updated><title type='text'>Semut yang tamak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/THHxTEa3OaI/AAAAAAAAAY0/0pBMhA-nVRc/s1600/index.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 151px; height: 184px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/THHxTEa3OaI/AAAAAAAAAY0/0pBMhA-nVRc/s200/index.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508449129157048738" /&gt;&lt;/a&gt; Pada suatu hari, raja semut yang berada disarangnya yang berada didalam goa, memerintah prajurit-prajuritnya keluar mencari makanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seekor semut kecil bertemu dengan seekor lalat yang mati, lalu pulang melapor kepada rajanya: ”Saya melihat seekor lalat mati ditepi jalan, ayo kita ramai-ramai menggotong pulang lalat tersebut dan disantap bersama.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja semut dengan malas-malas berkata: ”Seekor lalat mana cukup untuk kita semua makan, saya tidak akan pergi.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian, datang lagi seekor semut melapor : ” Dipadang rumput saya melihat seekor capung yang mati, kita bawa pulang untuk disantap ya!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja semut menggelengkan kepalanya : ”Seekor capung mana cukup untuk kita makan, tidak saya tidak akan pergi.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berkata demikian datang lagi seekor semut melapor : ”Saya melihat seekor kerbau yang mati dibawah sebatang pohon, kita kesana menyantapnya.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendengar perkataan semut ini Raja semut dengan gembira memerintah semua prajurit-prajuritnya ikut bersamanya pergi menyantap daging kerbau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua prajurit-prajuritnya dengan gembira menari-nari, mereka mengikuti raja semut pergi ke bawah batang pohon, begitu mereka sampai disana mereka melihat seekor kerbau yang terbaring dibawah pohon, sebelum diperintah raja semut, prajurit-prajurit tersebut semuanya menyerbu ke badan kerbau, ada yang menggigit, ada yang mengerogoti kulitnya, ada yang menarik kulitnya, pemandangan ini kelihatan lebih seru dari semut merebut gula-gula. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya kerbau itu tidak mati, tapi hanya berbaring beristirahat saja, begitu digigit dan dan di gerogoti oleh para semut, kerbau langsung terbangun dari tidurnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu terbangun dari tidurnya, kerbau merasa badannya gatal-gatal digigit semut, lalu membalikkan badannya, begitu membalikkan badan banyak semut-semut yang mati tertimpa oleh badannya yang besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat situasi demikian raja semut memerintah prajurit-prajuritnya segera lari dari sana, sebelum dia selesai berkata, kerbau sudah berdiri dan berjalan menuju ke sungai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para semut dengan ketakutan berteriak meminta tolong! Kerbau sampai di sungai langsung mencebur dirinya kedalam sungai, para semut terapung diatas air dan dihanyutkan oleh air sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja semut terhanyut sampai ditepi sungai dengan susah payah dia naik ke daratan, melihat semua prajurit-prajuritnya hilang dibawa arus, dengan menyesal dan suara keras dia menangis dengan sedih di pinggir sungai : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;FONT COLOR="red"&gt;&lt;FONT SIZE="4"&gt;”Semua ini terjadi karena rakus, Kenapa saya demikian tamak!”&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-7098829705057723646?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/7098829705057723646/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/08/semut-yang-tamak.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/7098829705057723646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/7098829705057723646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/08/semut-yang-tamak.html' title='Semut yang tamak'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/THHxTEa3OaI/AAAAAAAAAY0/0pBMhA-nVRc/s72-c/index.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-8171373296474791988</id><published>2010-08-26T10:36:00.000+07:00</published><updated>2010-08-26T10:36:00.113+07:00</updated><title type='text'>Labu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/THHurGRF5rI/AAAAAAAAAYs/XV_TcXD3y9Y/s1600/index.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 137px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/THHurGRF5rI/AAAAAAAAAYs/XV_TcXD3y9Y/s200/index.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508446243434915506" /&gt;&lt;/a&gt; Di sebuah pinggir jalan raya, tampak dua pengemis cilik sedang meminta sedekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berjalan terus hingga bertemu dengan seorang petani yang sedang mengerjakan sawahnya, sang kakak bertanya pada petani tersebut, "Paman, tahukah anda dimanakah letak kebahagiaan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang petani menjawab, "Mulai dari sini teruslah berjalan ke depan, kalian akan melihat buah labu yang besar, asalkan kalian mengambilnya dan menggunakannya sebagai bantal maka kalian akan merasa bahagia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengucapkan terima kasih, mereka melanjutkan perjalanan. Dalam perjalanan sang kakak mengomel, "Aku tidak percaya pada omongan paman petani itu, mana ada urusan sesederhana itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kak, sekarang ini kita keliling ke segala penjuru tidak tahu arah mana yang dituju, tidak ada salahnya kita mencoba mengikuti petunjuk paman petani tadi", adiknya pun terus menarik-narik tangan si kakak. Si kakak masih mengeluh, "Aku sangatlah lapar, sudah tidak sanggup berjalan lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat mereka duduk dengan kelelahan dan kelaparan yang sangat, lewatlah seorang bibi yang memandang mereka dengan iba. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibi itu berkata, "Kalian berasal dari mana?" Sang adik bertanya pada bibi tersebut, "Bibi yang baik hati, tahukah anda di mana letak buah labu yang bisa membuat bahagia?" Sang kakak juga berkata, "Bibi, kami adalah dua anak yatim piatu yang sedang kelaparan, mohon Bibi sudi memberikan kami sedikit makanan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si bibi berkata, "Kalian seperti anakku yang telah meninggal, ikutlah aku pulang, aku akan memberi kebahagiaan pada kalian." Mereka berdua tentu saja sangat gembira, langsung saja memanggil "Ibu" pada bibi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh tahun kemudian, kedua pengemis itu telah tumbuh dewasa, tetapi karakter mereka berdua sangatlah berlawanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari saat makan, sang adik berkata pada kakaknya, "Kak, kalau makan, janganlah boros." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang kakak menjawab dengan nada tidak senang, "Kenapa kamu selalu mencampuri urusanku? Sekarang ibu sudah meninggal, saya mau melakukan apapun yang kusuka." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil berkata demikian, dia membuang sepotong paha ayam ke lantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu senja, sang adik membaca buku, kemudian merenung sejenak, "Tinggal di sini memang sangat nyaman, makan tidur semua terjamin, tetapi aku tidak merasakan kebahagiaan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba dia teringat perkataan si petani itu, "Oh iya.., labu.. saya akan menanam labu!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera si adik menanam bibit labu, ketika labu telah tumbuh besar, dia memotongnya dan menjadikan sebagai bantal tidur, berharap mendapat kebahagiaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sang adik tidak bisa tidur nyenyak dengan bantal barunya, "Aduh, kepalaku tergelincir jatuh lagi, mengunakan labu sebagai bantal sungguh tidak dapat tidur nyenyak. Baiklah, karena sudah terlanjur bangun, saya akan mulai bekerja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tidak tahan dengan kelakuan sang kakak yang rakus dan malas, si adik meninggalkan rumah dan hidup sendiri sambil bertani labu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat kerajinan sang adik, dia tidak hanya mampu membeli tanah, namun juga telah mempersunting istri dan membeli rumah kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Suamiku, bantalmu sungguh aneh", kata si istri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si suami menjawab, "Oh, ini bantal labu. Saya telah terbiasa mengunakannya untuk tidur. Yah..saya mengerti sekarang".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si istri terkaget, "Apanya yang dimengerti?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami menjelaskan, "Sekarang saya mengerti, waktu kecil, saya pernah bertemu dengan seorang petani yang mengatakan tidur beralaskan labu akan mendatangkan kebahagiaan. Saya sekarang sangat bahagia, hal ini karena tidur dengan bantal labu ini khan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si istri pun tersenyum, "Tidur dengan bantal labu, membuat orang tidak dapat tidur nyenyak sehingga lebih rajin bekerja. &lt;FONT COLOR="red"&gt;&lt;FONT SIZE="3"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kebahagiaan didapat berkat rajin bekerja."&lt;/span&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepasang suami istri sepakat untuk berderma menolong fakir miskin agar dapat berbagi kebahagiaan yang didapat dari bantal labu pada mereka. Sedang sang kakak yang rakus namun malas bekerja, setelah menghabiskan semua harta yang ada menjadi orang yang tidak mempunyai apapun lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-8171373296474791988?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/8171373296474791988/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/08/labu.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/8171373296474791988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/8171373296474791988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/08/labu.html' title='Labu'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/THHurGRF5rI/AAAAAAAAAYs/XV_TcXD3y9Y/s72-c/index.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-2602211952948629251</id><published>2010-08-23T10:21:00.002+07:00</published><updated>2010-08-23T10:33:48.530+07:00</updated><title type='text'>Penjual Tanah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/THHr9YCnNhI/AAAAAAAAAYk/0PlioHYnDnk/s1600/index.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 123px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/THHr9YCnNhI/AAAAAAAAAYk/0PlioHYnDnk/s200/index.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508443258908784146" /&gt;&lt;/a&gt; Dahulu kala, disebuah sebuah dusun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum lelaki dusun tersebut bercocok tanam, sedangkan kaum perempuan bertenun. Hidup mereka berkecukupan dan makmur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, dusun itu kedatangan seorang lelaki tua berpakaian compang-camping. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia memikul dua keranjang bambu yang diisi tanah, berjalan di sepanjang jalan untuk dijual. Akan tetapi tidak ada orang yang sudi menanyakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua itu melihat tidak ada siapa pun yang mau membeli tanah,dia lalu berkata kepada penduduk dusun, "Di rumah saya masih ada seorang ibu renta yang harus saya hidupi. Kami sudah kehabisan beras untuk beberapa hari, saya juga tidak memiliki barang untuk dijual, maka terpaksa memikul tanah ini untuk ditukar dengan uang demi menghidupi ibu saya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penduduk dusun tidak pernah mendengar hal yang sedemikian aneh, menjual tanah untuk ditukar dengan uang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka semua tak bisa menahan tawa, ada seseorang menyeletuk, "Pak tua, apa keistimewaan tanah ini? Bukankah ini ada dimana-mana, jadi siapa yang mau membelinya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak tua itu menjawab, "Benda ini kelihatannya biasa, tetapi benda ini memuat  berkah yang besar. Dia bisa menolong manusia di saat menghadapi bencana besar. Mohon kepada siapa yang berhati baik, kasihanilah ibu saya yang ada di rumah. Belilah sepikul tanah ini!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak tua ini baru selesai berbicara, ada seorang lain yang menimpali, "Tanah memangnya bisa menolong orang? Siapa yang percaya? Pak tua jangan-jangan Anda mau menipu kami." Perkataan tersebut menyebabkan semua orang tertawa lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelihatannya tidak ada seorang pun yang mau membeli tanahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Pak tua itu sembari menghela nafasnya dan berkata, "Saya ini orang tua yang telah berjalan menelusuri jalan dan lorong, menjual tanah mengantarkan hidup,sudah puluhan hari. Namun sayang sekali tidak ada orang yang mau membeli. Kasihan sekali ibuku yang tua renta, dia harus menahan lapar lebih lama lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, ada seorang berusia paruh baya. Orang-nya jujur dan baik hati. Dia menaruh iba pada keadaan Pak tua yang sangat kasihan itu, dia lalu berkata, "Pak tua, saya beli tanahmu itu seharga 300 tail. Tolong Anda letakkan tanah itu di halaman depan rumah saya saja, dan cepat-cepatlah bergegas pulang, agar ibumu yang ada di rumah tidak menjadi khawatir."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang yang melihatnya, menertawakan orang yang membeli tanah itu sambil membubarkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, hari sudah beranjak malam, si Pak tua penjual tanah masih sibuk menebarkan tanah disekeliling rumah orang baik tadi. Setelah selesai, lalu Pak Tua itu berkata pada tuan rumah, "Tanah sudah saya berikan kepada Anda." Kemudian dia meninggalkan tempat itu, hilang dalam kegelapan malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, bumi serasa merekah dan langit runtuh, gunung bergoncang dan laut berderu, hujan badai bagaikan air yang tertuang dari langit. Dalam legenda dikatakan bahwa Laut Utara menyatu dengan Laut Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, orang yang baik hati itu membuka pintu untuk melihat. Namun alangkah terkejutnya ia melihat rumahnya dikelilingi oleh tanggul dari tanah.Di luar tanggul hanya terlihat air bagai lautan. Seluruh tetangganya habis tersapu air bah, hanya rumahnya sendiri selamat karena dikelilingi oleh tanggul tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang baik hati itu segera mengerti. Ternyata Pak tua penjual tanah itu telah menyelamatkan nyawa sekeluarganya!Pak tua itu menyebarkan tanah untuk menghadang air bah. Setelah air bah surut, orang yang baik hati itu itu membawa keluarganya untuk pindah ke tempat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari cerita tersebut, kita bisa dapatkan pemahaman seperti ini: Kebajikan bisa menolong diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan kebaikan orang yang baik itu yang telah menyelamatkan nyawa seluruh keluarganya. Tuhan hanya menolong manusia yang baik. Jika saja penduduk dusun itu mengerti bahwa tindakan kebaikan itu dapat menyelamatkan nyawa mereka, sudah pasti mereka akan membantu Pak tua penjual tanah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi sejarah itu telah berlalu, dan tidak bisa diulang kembali, jadi penduduk dusun itu juga tidak memiliki kesempatan untuk memilih sekali lagi, pelajaran yang mereka dapatkan hanya bisa menjadi komentar dan sebagai referensi bagi generasi penerus.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-2602211952948629251?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/2602211952948629251/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/08/penjual-tanah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/2602211952948629251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/2602211952948629251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/08/penjual-tanah.html' title='Penjual Tanah'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/THHr9YCnNhI/AAAAAAAAAYk/0PlioHYnDnk/s72-c/index.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-3991145764282131981</id><published>2010-08-21T10:00:00.000+07:00</published><updated>2010-08-21T10:00:00.288+07:00</updated><title type='text'>Kantong emas ajaib</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TGYKhFO2kdI/AAAAAAAAAYc/53upOmCh4TQ/s1600/bagofmoney1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 148px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TGYKhFO2kdI/AAAAAAAAAYc/53upOmCh4TQ/s200/bagofmoney1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5505099157963444690" /&gt;&lt;/a&gt; Nun jauh disana, tinggallah si miskin bersama istrinya di sebuah gubuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena malas dan hanya suka mengkhayal, kehidupan si miskin tidak pernah berubah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu pagi, seperti biasanya, si miskin duduk di depan rumah sambil melamun, "Aku sangat ingin jadi kaya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang istri tiba-tiba membuyarkan lamunannya, "Suamiku, tetangga desa sebelah akan menikahkan anaknya, aku pergi membantu, lumayan dapat sedikit uang belanja, beberapa hari lagi aku akan pulang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si miskin kembali lagi termenung, melamun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba dia dikejutkan lagi oleh sesosok makhluk berjubah hitam, sambil memegang tongkat besar, sang makhluk berkata, "Aku mempunyai sebuah kantong ajaib, bisa membuat kamu menjadi kaya". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari jubahnya, makhluk tersebut mengeluarkan sebuah kantong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si miskin yang masih belum hilang rasa terkejutnya menyahut, "Sssungguh bisa membuat aku menjadi kaya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makhluk misterius itu berkata, "Kantong ajaib ini selamanya akan menyisakan sebatang emas, tidak akan habis diambil, ketika kamu merasa batang emas telah cukup, maka buanglah kantong ajaib ini ke sungai, barulah kamu boleh membelanjakannya". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika itu juga sang makhluk berubah menjadi asap dan menghilang, hanya tinggal sebuah kantong tergeletak di atas tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si miskin termenung sesaat, sambil mengamati kantong tersebut, dia berpikir, "Benar atau tidak ya? Apa salahnya dicoba dulu", lalu dia memunggutnya, "Wah! ternyata sungguh batang emas".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si miskin itu tertawa sangat gembira. Semalaman dia terus menerus mengambil batang emas tersebut. "Sungguh beruntung sekali, akhirnya aku dapat menikmati segala macam makanan yang enak dan mahal, ha ha ha !".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, si miskin berjalan ke tepi sungai, bersiap siap melemparkan kantong ajaib. Namun sifat serakah muncul dipikirannya, dia pun berpikir, "Batangan emas sebelumnya masih belum cukup untuk membeli sebuah istana! Tidak boleh, masih belum boleh membuangnya, batang emas harus diambil sehari lagi barulah cukup, besok pagi aku pasti membuangnya". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu si miskin pulang kembali ke rumah, melanjutkan mengambil emas dari kantong ajaib semalaman. Saking asyiknya, diapun tidak merasa lapar maupun haus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi hari ke 2, si miskin kembali berjalan ke tepi sungai, bersiap-siap melemparkan kantong ajaib. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dia pun berpikir lagi, "Ah, batang-batang emas tersebut apakah cukup untuk seumur hidup? Jika sekarang aku membuangnya ke sungai, nanti pasti akan menyesal, bagaimana ya? Ah, aku menahan lapar sehari lagi saja, besok aku sudah bisa menggunakan emas tersebut. Ha..ha..".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, sehari demi sehari si miskin menunda melemparkan kantong ajaib ke sungai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan suara lemas dan mata menerawang, si miskin masih berpikir, "Tidak lapar, tidak lapar, sebentar lagi mau makan enak! Sekarang tambah sedikit lagi batangan emas, aku masih ingin mencari pembantu untuk membersihkan istanaku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian, sang istri pulang ke rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Suamiku, aku telah pulang. Bukalah pintu!", setelah lama memanggil, sang suami tak juga membukakan pintu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si istri mencoba mendorong pintu, "Kenapa pintu ini tidak bisa terbuka?". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang istri tidak bisa membuka pintu karena terhalang oleh batangan emas, dan si miskin telah meninggal kelaparan ditumpukan batang emasnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-3991145764282131981?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/3991145764282131981/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/08/kantong-emas-ajaib.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/3991145764282131981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/3991145764282131981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/08/kantong-emas-ajaib.html' title='Kantong emas ajaib'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TGYKhFO2kdI/AAAAAAAAAYc/53upOmCh4TQ/s72-c/bagofmoney1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-7385986987634931785</id><published>2010-08-19T09:51:00.000+07:00</published><updated>2010-08-19T09:51:00.367+07:00</updated><title type='text'>Pakaian orang bijak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TGYGdsouyPI/AAAAAAAAAYU/rB3JXf9_MjU/s1600/wiseman.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 152px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TGYGdsouyPI/AAAAAAAAAYU/rB3JXf9_MjU/s200/wiseman.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5505094701774981362" /&gt;&lt;/a&gt; Di suatu tempat, ada seorang bijak yang selalu berpakaian apa adanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pemuda mendatanginya dan bertanya, "Saya tak mengerti mengapa orang seperti anda mesti berpakaian apa adanya, amat sangat sederhana. Bukankah di masa seperti ini berpakaian sebaik-baiknya amat perlu, bukan hanya untuk penampilan namun juga untuk banyak tujuan lain."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bijak itu hanya tersenyum; ia lalu melepaskan cincin dari salah satu jarinya, lalu berkata, "Sobat muda, akan kujawab pertanyaanmu, tetapi lebih dahulu lakukan satu hal untukku. Ambillah cincin ini dan bawalah ke pasar di seberang sana. Bisakah kamu menjualnya seharga satu keping emas?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat cincin orang bijak yang kotor itu, pemuda tadi merasa ragu, "Satu keping emas? Saya tidak yakin cincin ini bisa dijual seharga itu." "Cobalah dulu, sobat muda. Siapa tahu kamu berhasil."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu pun bergegas ke pasar. Ia menawarkan cincin itu kepada pedagang kain, pedagang sayur, penjual daging dan ikan, serta kepada yang lainnya. Ternyata, tak seorang pun berani membeli seharga satu keping emas. Mereka menawarnya hanya satu keping perak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, pemuda itu tak berani menjualnya dengan harga satu keping perak. Ia kembali kepada orang bijak itu dan melapor, "Tak seorang pun berani menawar lebih dari satu keping perak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil tetap tersenyum arif, orang bijak berkata, "Sekarang pergilah kamu ke toko emas di belakang jalan ini. Coba perlihatkan kepada pemilik toko atau tukang emas di sana. Jangan buka harga. Dengarkan saja, bagaimana ia memberikan penilaian."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu pun pergi ke toko emas yang dimaksud. Ia kembali kepada orang bijak itu dengan raut wajah yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia kemudian melapor, "Ternyata para pedagang di pasar tidak tahu nilai sesungguhnya dari cincin ini. Pedagang emas menawarnya dengan harga seribu keping emas. Rupanya nilai cincin ini seribu kali lebih tinggi daripada yang ditawar oleh para pedagang di pasar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bijak itu tersenyum simpul sambil berujar lirih, "Itulah jawaban atas pertanyaanmu tadi sobat muda. Seseorang tak bisa dinilai dari pakaiannya. Hanya "para pedagang sayur, ikan dan daging di pasar" yang menilai demikian. Namun tidak bagi "pedagang emas".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emas dan permata yang ada dalam diri seseorang, hanya bisa dilihat dan dinilai jika kita mampu melihat ke kedalaman jiwa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperlukan kearifan untuk menjenguknya. Dan itu butuh proses. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tak bisa menilainya hanya dengan tutur kata dan sikap yang kita dengar dan lihat sekilas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali yang disangka emas ternyata loyang dan yang kita lihat sebagai loyang ternyata emas."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-7385986987634931785?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/7385986987634931785/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/08/pakaian-orang-bijak.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/7385986987634931785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/7385986987634931785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/08/pakaian-orang-bijak.html' title='Pakaian orang bijak'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TGYGdsouyPI/AAAAAAAAAYU/rB3JXf9_MjU/s72-c/wiseman.gif' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-7118141838166200287</id><published>2010-08-16T09:35:00.000+07:00</published><updated>2010-08-16T09:35:00.138+07:00</updated><title type='text'>Si Kikir</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TGYCaKm5HvI/AAAAAAAAAYM/BJxsYjeAJRY/s1600/misers_set2+(2).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 176px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TGYCaKm5HvI/AAAAAAAAAYM/BJxsYjeAJRY/s200/misers_set2+(2).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5505090243054345970" /&gt;&lt;/a&gt; Seorang yang sangat Kikir mengubur emasnya secara diam-diam di tempat yang dirahasiakannya di tamannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari dia pergi ke tempat dimana dia mengubur emasnya, menggalinya dan menghitungnya kembali satu-persatu untuk memastikan bahwa tidak ada emasnya yang hilang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia sangat sering melakukan hal itu sehingga seorang pencuri yang mengawasinya, dapat menebak apa yang disembunyikan oleh si Kikir itu dan suatu malam, dengan diam-diam pencuri itu menggali harta karun tersebut dan membawanya pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika si Kikir menyadari kehilangan hartanya, dia menjadi sangat sedih dan putus asa. Dia mengerang-erang sambil menarik-narik rambutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu orang pengembara kebetulan lewat di tempat itu mendengarnya menangis dan bertanya apa saja yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Emasku! oh.. emasku!" kata si Kikir, "seseorang telah merampok saya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Emasmu! di dalam lubang itu? Mengapa kamu menyimpannya disana? Mengapa emas tersebut tidak kamu simpan di dalam rumah dimana kamu dapat dengan mudah mengambilnya saat kamu ingin membeli sesuatu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Membeli sesuatu?" teriak si Kikir dengan marah. "Saya tidak akan membeli sesuatu dengan emas itu. Saya bahkan tidak pernah berpikir untuk berbelanja sesuatu dengan emas itu." teriaknya lagi dengan marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembara itu kemudian mengambil sebuah batu besar dan melemparkannya ke dalam lubang harta karun yang telah kosong itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau begitu," katanya lagi, "tutup dan kuburkan batu itu, nilainya sama dengan hartamu yang telah hilang!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Harta yang kita miliki sama nilainya dengan kegunaan harta tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-7118141838166200287?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/7118141838166200287/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/08/si-kikir.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/7118141838166200287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/7118141838166200287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/08/si-kikir.html' title='Si Kikir'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TGYCaKm5HvI/AAAAAAAAAYM/BJxsYjeAJRY/s72-c/misers_set2+(2).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-5985451871326100191</id><published>2010-08-13T10:27:00.001+07:00</published><updated>2010-08-13T10:27:00.481+07:00</updated><title type='text'>Seekor Burung Kecil</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TFzTd8yJ9tI/AAAAAAAAAX8/x85rj3BojA8/s1600/bird-photography.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TFzTd8yJ9tI/AAAAAAAAAX8/x85rj3BojA8/s200/bird-photography.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5502505356226066130" /&gt;&lt;/a&gt; Hari itu salah satu hari musim gugur yang dingin ketika seorang petani melihat seekor burung kecil berbaring terlentang ditengah ladangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petani itu berhenti mencangkul, kemudian menghampiri makhluk bersayap yang ringkih itu lalu bertanya, “Mengapa kau berbaring dengan kaki ke atas seperti itu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kudengar langit akan runtuh hari ini,” sahut sang burung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petani renta itu berdecak. “Apakah menurutmu kau dapat menahan langit dengan sepasang kaki kurusmu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;FONT COLOR="red"&gt;&lt;FONT FACE="Verdana"&gt;“Bukankah orang harus mengerjakan yang mampu diperbuatnya,” &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;jawab sang burung dengan tegas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-5985451871326100191?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/5985451871326100191/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/08/seekor-burung-kecil.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/5985451871326100191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/5985451871326100191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/08/seekor-burung-kecil.html' title='Seekor Burung Kecil'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TFzTd8yJ9tI/AAAAAAAAAX8/x85rj3BojA8/s72-c/bird-photography.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-2089885515887383128</id><published>2010-08-11T08:27:00.003+07:00</published><updated>2010-08-11T08:41:54.488+07:00</updated><title type='text'>Selamat Puasa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TGH_UDavFOI/AAAAAAAAAYE/LAWcghl9SlA/s1600/SMS-Ramadhan-2010.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 188px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TGH_UDavFOI/AAAAAAAAAYE/LAWcghl9SlA/s200/SMS-Ramadhan-2010.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5503960939603367138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;Puasa mengambil jarak dengan dunia,&lt;br /&gt;agar manusia tidak jadi budaknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dunia adalah permainan,&lt;br /&gt;bermegah-megah dengan bangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbangga-bangga dengan kekayaan,&lt;br /&gt;semua itu dapat melalaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia hanyalah pengembara,&lt;br /&gt;saat mati hartanya tak akan dibawa,&lt;br /&gt;hanya amal dan ibadah yang ikut serta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ada disisi manusia akan sirna,&lt;br /&gt;Yang ada di sisi Allah abadi selamanya.&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_______________________________________________&lt;br /&gt;Bagi saudara-saudaraku umat muslim saya ucapkan:&lt;br /&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;font color="red"&gt;Selamat menunaikan Ibadah Puasa.&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-2089885515887383128?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/2089885515887383128/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/08/selamat-puasa.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/2089885515887383128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/2089885515887383128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/08/selamat-puasa.html' title='Selamat Puasa'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TGH_UDavFOI/AAAAAAAAAYE/LAWcghl9SlA/s72-c/SMS-Ramadhan-2010.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-6688238610464308649</id><published>2010-08-10T09:58:00.001+07:00</published><updated>2010-08-10T09:58:00.448+07:00</updated><title type='text'>Aku menciptakan Engkau</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TFzOsG-QwAI/AAAAAAAAAXs/0GF0X6NI6aQ/s1600/poor-children.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 145px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TFzOsG-QwAI/AAAAAAAAAXs/0GF0X6NI6aQ/s200/poor-children.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5502500101921226754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di jalan aku melihat seorang gadis kecil kedinginan dan menggigil dalam pakaiannya yang tipis, dengan sedikit berharap akan makanan yang cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku marah dan berkata kepada Tuhan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;FONT FACE="Verdana"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mengapa Kau mengijinkan hal seperti ini?&lt;br /&gt;Mengapa Kau tidak melakukan sesuatu?&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk beberapa saat Tuhan diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun malam itu, tiba-tiba Dia menjawab : "Aku pasti melakukan sesuatu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;FONT SIZE="5"&gt;&lt;FONT COLOR="red"&gt;&lt;FONT FACE="Verdana"&gt;Aku menciptakan engkau!!"&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-6688238610464308649?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/6688238610464308649/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/08/aku-menciptakan-engkau.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/6688238610464308649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/6688238610464308649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/08/aku-menciptakan-engkau.html' title='Aku menciptakan Engkau'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TFzOsG-QwAI/AAAAAAAAAXs/0GF0X6NI6aQ/s72-c/poor-children.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-5068298599907688279</id><published>2010-08-09T10:13:00.000+07:00</published><updated>2010-08-09T10:13:00.074+07:00</updated><title type='text'>What do you think about this??</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TFzPZA-Cg6I/AAAAAAAAAX0/x1LNDhw1pss/s1600/Poor-Children2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TFzPZA-Cg6I/AAAAAAAAAX0/x1LNDhw1pss/s400/Poor-Children2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5502500873403794338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-5068298599907688279?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/5068298599907688279/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/08/what-do-you-think-about-this.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/5068298599907688279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/5068298599907688279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/08/what-do-you-think-about-this.html' title='What do you think about this??'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TFzPZA-Cg6I/AAAAAAAAAX0/x1LNDhw1pss/s72-c/Poor-Children2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-6378361169682450833</id><published>2010-08-07T09:51:00.003+07:00</published><updated>2010-08-07T09:57:58.883+07:00</updated><title type='text'>Secangkir Teh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TFzLQ6HcCrI/AAAAAAAAAXc/1me4ZFKQoKA/s1600/tea-cup-image.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TFzLQ6HcCrI/AAAAAAAAAXc/1me4ZFKQoKA/s200/tea-cup-image.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5502496336078703282" /&gt;&lt;/a&gt; Di sebuah kerajaan, karena kesibukan sang raja memerintah, permaisurilah yang menemani dan sangat memanjakan sang pangeran. Pangeran tumbuh menjadi pemuda yang sombong, egois, kurang sopan santun, dan malas belajar. Raja sangat sedih memikirkan sikap pangeran muda. Bagaimana nasib negeri ini nantinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berbincang dengan permaisuri, raja pun bertitah: “Anakku, tahta kerajaan akan ayah serahkan kepadamu, tetapi dengan syarat engkau harus tinggal dan belajar selama 1 tahun di atas bukit bersama seorang guru yang telah ayah pilih. Bila engkau gagal, maka tahta kerajaan akan ayah serahkan kepada orang lain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangeran serta merta menyanggupi persyaratan itu. Dalam hati ia berkata, “Apalah artinya penderitaan 1 tahun dibandingkan kelak sebagai raja, aku bisa hidup mewah dan bersenang-senang seumur hidupku!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setibanya di kediaman sang guru, tingkah laku pangeran tetap sombong, menyebalkan, dan tidak sopan. Dia merasa sebagai pangeran, semua orang harus menuruti kemauannya. Setiap kali gurunya bertanya, pangeran menjawab semaunya. Setiap kali gurunya menerangkan pelajaran, pangeran tidak mendengarkan-merasa sudah tahu semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terasa hari pun berganti minggu. Sang guru berpikir keras tentang cara untuk memberi pelajaran kepada pangeran yang sombong dan sok pintar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, sang guru menyeduh teh dan menuangkan ke cangkir pangeran. Air teh dituang terus dan terus hingga tumpah ke mana-mana sehingga tehmengenai tangan sang pangeran. Pangeran berteriak marah, “Hai, bodoh sekali! Menuang teh saja tidak becus! Cangkir sudah penuh mengapa masih dituang terus? Air mendidih, lagi!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tersenyum sang guru berkata tegas, “Beruntung hanya tangan pangeran yang terkena percikan teh panas. Sebagai seorang pangeran, calon raja dan suri teladan bagi rakyatnya, tidak sepantasnya berkata tidak sopan seperti itu, lebih-lebih kepada gurunya sehingga sepantasnya mulut pangeranlah yang harus dituang teh panas ini. Guru sengaja menuang terus cangkir yang telah terisi penuh karena ingin mengajarkan kepada Yang Mulia bahwa cangkir teh diumpamakan sama seperti otak manusia. Bila telah terisi penuh maka tidak mungkin diisi lagi. Karenanya kosongkan dulu cangkirmu, kosongkan pikiranmu, agar bisa diisi hal-hal baru yang positif. Hanya bekal ini yang ingin guru sampaikan. Bila pangeran tidak berkenan, silakan pergi dari sini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar perkataan sang gurunya yang tegas, pangeran seketika tertunduk malu. Peristiwa itu menyadarkan pangeran untuk mengubah sikapnya dan menerima pelajaran dari gurunya. Tentu saja perubahan sikap pangeran ini membuat raja sangat bergembira.&lt;br /&gt;__________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;FONT COLOR="blue"&gt;Karena status, pendidikan, atau kedudukan, seringkali seseorang merasa lebih tahu, lebih mengerti, dan lebih pintar dari orang lain. Sikap seperti ini membuat pikiran tertutup (atau mental block), sulit menerima hal-hal baru yang diberikan oleh orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap seperti ini jelas merugikan dirinya sendiri. Jika kita bisa bersikap open mind / membuka pikiran dalam menerima hal-hal baru dan mau menerima kritikan yang diberikan oleh orang lain, maka kita akan dapat memetik banyak keuntungan; seperti bertambahnya wawasan, ide, pengetahuan, pengertian, wisdom, dan lain sebagainya. Pasti semua itu bisa kita manfaatkan untuk mengembangkan dan menciptakan kesuksesan.&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;FONT SIZE="1"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.andriewongso.com" class="bbc_link new_win" target="_blank"&gt;AW&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-6378361169682450833?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/6378361169682450833/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/08/secangkir-teh.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/6378361169682450833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/6378361169682450833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/08/secangkir-teh.html' title='Secangkir Teh'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TFzLQ6HcCrI/AAAAAAAAAXc/1me4ZFKQoKA/s72-c/tea-cup-image.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-4717149587737708297</id><published>2010-07-28T11:27:00.000+07:00</published><updated>2010-07-28T11:27:00.859+07:00</updated><title type='text'>Sendok Panjang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TDQCxXNtpRI/AAAAAAAAAXU/8Wi3KbhWRPI/s1600/ist2_9689511-angry-old-woman-with-a-wooden-spoon.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 136px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TDQCxXNtpRI/AAAAAAAAAXU/8Wi3KbhWRPI/s200/ist2_9689511-angry-old-woman-with-a-wooden-spoon.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491016892739855634" /&gt;&lt;/a&gt; Suatu ketika seorang manusia diberi kesempatan untuk berkomunikasi dengan Tuhannya dan berkata, "Tuhan ijinkan saya untuk dapat melihat seperti apakah Neraka dan Surga itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Tuhan membimbing manusia itu menuju ke dua buah pintu dan kemudian membiarkannya melihat ke dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah ruangan terdapat sebuah meja bundar yang sangat besar, dan di tengahnya terdapat semangkok sup yang beraroma sangat lezat yang membuat manusia tersebut mengalir air liurnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meja tersebut dikelilingi orang-orang yang kurus yang tampak sangat kelaparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang itu masing-masing memegang sebuah sendok yang terikat pada tangan masing-masing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sendok tersebut cukup panjang untuk mencapai mangkok di tengah meja dan mengambil sup yang lezat tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi karena sendoknya terlalu panjang, mereka tidak dapat mencapai mulutnya dengan sendok tadi untuk memakan sup yang terambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Manusia tadi merinding melihat penderitaan dan kesengsaraan yang dilihatnya dalam ruangan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan berkata, "Kamu sudah melihat NERAKA."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mereka menuju ke pintu kedua yang ternyata berisi meja beserta sup dan orang-orang yang kondisinya persis sama dengan ruangan di pintu pertama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaannya, di dalam ruangan ini orang-orang tersebut berbadan sehat dan berisi dan mereka sangat bergembira di keliling meja tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat keadaan ini si Manusia menjadi bingung dan berkata "Apa yang terjadi ? Kenapa di ruangan yang kondisinya sama ini mereka terlihat lebih bergembira ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan kemudian menjelaskan, "Sangat sederhana, yang dibutuhkan hanyalah satu sifat baik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perhatikan bahwa orang-orang ini dengan ikhlas menyuapi orang lain yang dapat dicapainya dengan sendok bergagang panjang, sedangkan di ruangan lain orang-orang yang serakah hanyalah memikirkan kebutuhan dirinya sendiri."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-4717149587737708297?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/4717149587737708297/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/07/sendok-panjang.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/4717149587737708297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/4717149587737708297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/07/sendok-panjang.html' title='Sendok Panjang'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TDQCxXNtpRI/AAAAAAAAAXU/8Wi3KbhWRPI/s72-c/ist2_9689511-angry-old-woman-with-a-wooden-spoon.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-5094738235002675635</id><published>2010-07-25T11:21:00.000+07:00</published><updated>2010-07-25T11:21:00.826+07:00</updated><title type='text'>Jam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TDQBOm-VXQI/AAAAAAAAAXM/h__dkFa1U_Y/s1600/stop_watch_-_cartoon.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 140px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TDQBOm-VXQI/AAAAAAAAAXM/h__dkFa1U_Y/s200/stop_watch_-_cartoon.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491015196163267842" /&gt;&lt;/a&gt; Alkisah, seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31,104,000 kali selama setahun?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ha?," kata jam terperanjat, "Mana sanggup saya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana kalau 86,400 kali dalam sehari?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Delapan puluh enam ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?" jawab jam penuh keraguan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana kalau 3,600 kali dalam satu jam?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dalam satu jam harus berdetak 3,600 kali? Banyak sekali itu?" tetap saja jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian bicara kepada si jam. "Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Naaaa, kalau begitu, aku sanggup!" kata jam dengan penuh antusias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31,104,000 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;____________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ada kalanya kita ragu-ragu dengan segala tugas pekerjaan yang begitu terasa berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sebenarnya kalau kita sudah menjalankannya, kita ternyata mampu. Bahkan yang semula kita anggap impossible untuk dilakukan sekalipun.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-5094738235002675635?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/5094738235002675635/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/07/jam.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/5094738235002675635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/5094738235002675635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/07/jam.html' title='Jam'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TDQBOm-VXQI/AAAAAAAAAXM/h__dkFa1U_Y/s72-c/stop_watch_-_cartoon.gif' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-6351649407183542742</id><published>2010-07-22T11:13:00.000+07:00</published><updated>2010-07-22T11:13:00.681+07:00</updated><title type='text'>Angin Sepoi-sepoi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TDP_J_LREJI/AAAAAAAAAXE/wWEPsrxWDuI/s1600/TreeBlowing.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 184px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TDP_J_LREJI/AAAAAAAAAXE/wWEPsrxWDuI/s200/TreeBlowing.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491012917737361554" /&gt;&lt;/a&gt; Suatu hari angin topan berbincang dengan angin sepoi-sepoi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin topan berkata, "Akulah yang paling hebat karena tiupanku paling kencang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin sepoi berkata, "Belum tentu yang tiupannya kencang jadi paling hebat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau begitu kita buktikan", kata angin topan, "Kau lihat tupai di pohon itu? Siapa yang dapat menjatuhkannya dialah yang paling hebat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"OK, kalau begitu", kata angin sepoi, "kau dulu yang mulai."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin topan bertiup sangat kencang sekali, pohon itu pun hampir roboh. Si tupai pun mencengkeram pohon erat-erat kemudian masuk berlindung ke lubangnya di pohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 5 menit, topan pun kelelahan, kemudian angin sepi berkata, "sekarang giliranku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin sepoi berhembus pelan menyejukkan. Cuaca cerah, angin berhembus sepoi-sepoi, tupai pun keluar dari sarangnya untuk menikmati hari itu, karena angin berhembus sepoi-sepoi maka tupai menjadi mengantuk dan tertidur. Waktu itu angin sepoi langsung menghembus keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jatuhlah tupai itu. Angin sepoi-sepoi pemenangnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-6351649407183542742?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/6351649407183542742/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/07/angin-sepoi-sepoi.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/6351649407183542742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/6351649407183542742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/07/angin-sepoi-sepoi.html' title='Angin Sepoi-sepoi'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TDP_J_LREJI/AAAAAAAAAXE/wWEPsrxWDuI/s72-c/TreeBlowing.gif' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-8490330321024665599</id><published>2010-07-19T11:03:00.000+07:00</published><updated>2010-07-19T11:03:00.728+07:00</updated><title type='text'>Ember</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TDP9V1dxOcI/AAAAAAAAAW8/UDQC8uuepjA/s1600/4458-tired-man-carrying-buckets-of-water-clipart-by-dennis-cox-at-wackystock.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 170px; height: 170px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TDP9V1dxOcI/AAAAAAAAAW8/UDQC8uuepjA/s200/4458-tired-man-carrying-buckets-of-water-clipart-by-dennis-cox-at-wackystock.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491010922265786818" /&gt;&lt;/a&gt; Dua buah ember di tepi sebuah sungai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak dapat dipastikan sudah berapa banyak air yang telah mengisi kedua ember itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun selalu saja kedua ember tersebut pada akhirnya harus menjadi kosong dan akan dibawa lagi ke tepi sungai ini untuk diisi air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Engkau nampak murung kurang bergembira hari ini. Apa gerangan yang telah menggerogoti batinmu?” Tanya satu di antaranya kepada ember yang lain yang berada di sampingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh nasib...nasib!! Sungguh suatu pekerjaan yang sia-sia tanpa arti. Setiap hari saya selalu mengulangi pekerjaan yang sama, yakni datang ke sungai ini untuk diisi dengan air hingga penuh. Namun setelah itu saya akan menjadi kosong lagi dan harus datang lagi ke tempat ini. Sungguh membosankan!!” keluh ember yang ditanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh...begitu!!” Sahut ember yang pertama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi aku tak pernah berpikir demikian. Sebaliknya, setiap kali setelah tiba di tepi sungai ini, saya akan selalu dengan penuh gembira berkata; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;dalam kehampaan aku datang, namun dalam kelimpahan aku meninggalkan tempat ini. Sungguh suatu kebahagiaan yang luar biasa&lt;/span&gt; !!¨&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-8490330321024665599?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/8490330321024665599/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/07/ember.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/8490330321024665599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/8490330321024665599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/07/ember.html' title='Ember'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TDP9V1dxOcI/AAAAAAAAAW8/UDQC8uuepjA/s72-c/4458-tired-man-carrying-buckets-of-water-clipart-by-dennis-cox-at-wackystock.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-7063224857234113353</id><published>2010-07-16T10:55:00.000+07:00</published><updated>2010-07-16T10:55:00.589+07:00</updated><title type='text'>Pekerja Bangunan dan Batu Kecil</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TDP7n0hft_I/AAAAAAAAAW0/lPrZcsUw4a8/s1600/ist2_5291655-cartoon-style-construction-worker.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 184px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TDP7n0hft_I/AAAAAAAAAW0/lPrZcsUw4a8/s200/ist2_5291655-cartoon-style-construction-worker.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491009032227370994" /&gt;&lt;/a&gt; Seorang pekerja pada proyek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu saat ia harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerjanya yang ada di bawahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerja itu berteriak-teriak, tetapi temannya tidak bisa mendengarnya karena suara bising dari mesin-mesin dan orang-orang yang bekerja, sehingga usahanya sia-sia saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu untuk menarik perhatian orang yang ada di bawahnya itu, ia mencoba melemparkan uang logam di depan temannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temannya berhenti bekerja, mengambil uang itu, lalu bekerja kembali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerja itu mencoba lagi, tetapi usahanya yang keduapun mendapatkan hasil yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba ia mendapat ide, Ia mengambil batu kecil lalu melemparkannya ke arah temannya tadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batu itu tepat mengenai kepala temannya, dan karena merasa sakit, sekarang temannya menengadah ke atas. Dan pekerja itu dapat menjatuhkan catatan yang berisi pesannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_____________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tuhan kadang mengijinkan cobaan-cobaan ringan untuk membuat kita menengadah kepadaNya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali Tuhan melimpahi kita dengan berkatNya, tetapi itu tidak cukup untuk membuat kita menengadah kepadaNya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, agar kita selalu ingat akan Dia, Tuhan menjatuhkan "batu kecil" kepada kita.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-7063224857234113353?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/7063224857234113353/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/07/pekerja-bangunan-dan-batu-kecil.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/7063224857234113353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/7063224857234113353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/07/pekerja-bangunan-dan-batu-kecil.html' title='Pekerja Bangunan dan Batu Kecil'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TDP7n0hft_I/AAAAAAAAAW0/lPrZcsUw4a8/s72-c/ist2_5291655-cartoon-style-construction-worker.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-2277090736884364188</id><published>2010-07-13T10:49:00.000+07:00</published><updated>2010-07-13T10:49:00.715+07:00</updated><title type='text'>Sebonggol Kaktus</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TDP57Ki8cxI/AAAAAAAAAWs/wbIiU-91kZw/s1600/400_F_11341865_zUQ3tQFgE8zvvRQp16f16cQghL7lyb4n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 178px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TDP57Ki8cxI/AAAAAAAAAWs/wbIiU-91kZw/s200/400_F_11341865_zUQ3tQFgE8zvvRQp16f16cQghL7lyb4n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491007165533287186" /&gt;&lt;/a&gt; Suatu ketika seorang lelaki mohon kepada Tuhan sekuntum bunga dan seekor kupu-kupu namun Tuhan malah memberinya sebonggol kaktus .... dan seekor ulat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah sedihnya lelaki itu, ia tak mengerti kenapa permintaannya keliru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikirnya, "Oh, Tuhan masih banyak tugas mengurus orang-orang lain ...". Dan dia memutuskan tidak akan mempertanyakannya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa waktu, si lelaki memeriksa kembali permintaan yang telah lama dilupakannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa terkejutnya dia, dari sebonggol tanaman kaktus berduri dan jelek itu tumbuhlah sekuntum bunga yang elok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ulat yang menjijikkan telah berubah menjadi kupu-kupu yang sangat cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN selalu melakukan yang terbaik! Cara-NYA SELALU paling baik, walaupun bagi kita kelihatannya tidak baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda memohon sesuatu kepada Tuhan dan ternyata yang diterima berbeda, PERCAYALAH!! Yakinlah bahwa DIA akan selalu memberikan kebutuhanmu pada saat yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang Anda inginkan ...tidak selalu sesuai dengan kebutuhan! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan takkan pernah serta merta mengabulkan doa kita. Teruslah khusuk berdoa untuk-NYA tanpa ragu dan menggerutu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-2277090736884364188?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/2277090736884364188/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/07/sebonggol-kaktus.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/2277090736884364188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/2277090736884364188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/07/sebonggol-kaktus.html' title='Sebonggol Kaktus'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TDP57Ki8cxI/AAAAAAAAAWs/wbIiU-91kZw/s72-c/400_F_11341865_zUQ3tQFgE8zvvRQp16f16cQghL7lyb4n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-4008562897190429337</id><published>2010-07-10T10:00:00.001+07:00</published><updated>2010-07-10T10:00:00.218+07:00</updated><title type='text'>Nenek Nini</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TDP3tyBXapI/AAAAAAAAAWk/CynoapaZnLo/s1600/grandmother.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 102px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TDP3tyBXapI/AAAAAAAAAWk/CynoapaZnLo/s200/grandmother.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491004736588442258" /&gt;&lt;/a&gt; Nenek Nini sedang menyambut cucu-cucunya pulang dari sekolah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka adalah anak-anak muda yang sangat cerdas dan sering menggoda nenek mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini, Rico mulai menggoda dia dengan berkata, "Nek, apakah nenek masih pergi ke gereja pada hari minggu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tentu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang nenek peroleh dari gereja? Apakah nenek bisa memberitahu kami tentang Injil minggu lalu..?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak, nenek sudah lupa. Nenek hanya ingat bahwa nenek menyukainya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu apa khotbah dari pastor?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nenek tidak ingat. Nenek sudah semakin tua dan ingatan nenek melemah. Nenek hanya ingat bahwa ia telah memberikan khotbah yang memberi kekuatan, Nenek menyukai khotbah itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rico menggoda, "Apa untungnya pergi ke gereja jika nenek tidak mendapatkan sesuatu dari-Nya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nenek itu terdiam oleh kata-kata itu dan ia duduk di sana termenung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan anak-anak lain tampak menjadi malu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian nenek itu berdiri dan keluar dari ruangan tempat mereka semua duduk, dan berkata, "Anak-anak, ayo ikut nenek ke dapur."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mereka tiba di dapur, dia mengambil tas rajutan dan memberikannya kepada Rico sambil berkata, "Bawalah ini ke mata air, dan isilah dengan air, lalu bawa kemari!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nenek, apa nenek tidak sedang melucu? Air di dalam tas rajutan....! Nek, apa ini bukan lelucon?" tanya Rico.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak.., lakukanlah seperti yang kuperintahkan. Saya ingin memperlihatkan kepadamu sesuatu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Rico berlari keluar dan dalam beberapa menit ia kembali dengan tas yang basah.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lihat nek," katanya. "Tidak ada air di dalamnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Benar," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi lihatlah betapa bersihnya tas itu sekarang. Apabila kamu pergi ke Gereja, pasti akan mendapatkan sesuatu yang baik, meskipun kamu tidak mengetahuinya."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-4008562897190429337?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/4008562897190429337/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/07/nenek-nini.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/4008562897190429337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/4008562897190429337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/07/nenek-nini.html' title='Nenek Nini'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TDP3tyBXapI/AAAAAAAAAWk/CynoapaZnLo/s72-c/grandmother.gif' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-4583567994573925973</id><published>2010-07-07T10:16:00.005+07:00</published><updated>2010-07-07T10:34:14.671+07:00</updated><title type='text'>Kesempatan dan rezeki itu tak akan datang dua kali</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TDPzSeJPMmI/AAAAAAAAAWc/k0MHsd2IRz0/s1600/4016775745_cc4c00cdcd.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TDPzSeJPMmI/AAAAAAAAAWc/k0MHsd2IRz0/s200/4016775745_cc4c00cdcd.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5490999869349769826" /&gt;&lt;/a&gt; Ada seekor beruang, yang sedang mencari sarapan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan besarnya membungkuk,tangannya mengapai-gapai mengoyak permukaan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa ikan gabus kecil berlarian menyelamatkan diri, menghindar dari empasan tangan si pemakan ikan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sayang, ada satu ikan kecil yang kurang gesit. Siripnya tak lincah menghindari bongkah batu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hap, berpindahlah ikan kecil itu ke tangan si beruang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tolong…pak beruang. Lepaskan aku." Terdengar teriakan mohon ampun dari si gabus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuhnya meronta-ronta berusaha melepaskan diri dari cengkeraman kuku-kuku tajam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Badanku masih kecil. Pasti kamu tak akan kenyang dengan memakanku." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruang hitam itu tertegun mendengar ucapan dari sang ikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matanya terlihat meneliti hasil tangkapannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lepaskan saja aku. Kalau aku besar nanti, kamu akan tetap bisa menangkapku. Dan pasti kamu akan lebih kenyang." Lagi-lagi suara si gabus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat sang beruang itu terdiam. Hewan itu tampak sedang berpikir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan si gabus pun mulai tenang. Dia tak lagi meronta-ronta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alih-alih ketakutan, ikan itu terlihat optimis dengan ucapannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu benar." Ada suara yang membalas ucapan sang ikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi aku tak pernah melepaskan tangkapanku, walaupun sekecil apapun." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera saja, dimasukkanlah ikan kecil itu kedalam mulut beruang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruang itu kembali berkata, "dan hari ini, kamu menjadi sarapan pagiku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_______________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size=2&gt;&lt;span style="color: rgb(56, 118, 29);"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dalam hidup, kita diberi banyak pilihan dan kesempatan. Namun jika kita tidak mau membuka hati dan mata kita untuk melihat dan menerima kesempatan yang Tuhan berikan maka kesempatan itu akan hilang begitu saja. Dan hal ini hanya akan menciptakan penyesalan yang tiada guna di kemudian hari, saat kita harus berucap : "Ohhh....Andaikan aku tidak menyia2kan kesempatan itu dulu...?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bijaksanalah pada hidup, hargai setiap detil kesempatan dalam hidup kita. Di saat sulit, selalu ada kesempatan untuk memperbaiki keadaan; di saat sedih, selalu ada kesempatan untuk meraih kembali kebahagiaan; di saat jatuh selalu ada kesempatan untuk bangkit kembali; dan dalam kesempatan untuk meraih kembali yang terbaik untuk hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita setia pada perkara yang kecil, maka kita akan mendapat perkara yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita menghargai kesempatan yang kecil, maka ia akan menjadi sebuah kesempatan yang besar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-4583567994573925973?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/4583567994573925973/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/07/kesempatan-dan-rezeki-itu-tak-akan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/4583567994573925973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/4583567994573925973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/07/kesempatan-dan-rezeki-itu-tak-akan.html' title='Kesempatan dan rezeki itu tak akan datang dua kali'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TDPzSeJPMmI/AAAAAAAAAWc/k0MHsd2IRz0/s72-c/4016775745_cc4c00cdcd.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-6562246664560306281</id><published>2010-06-26T11:59:00.001+07:00</published><updated>2010-06-26T12:01:35.481+07:00</updated><title type='text'>Bicara Dengan Tuhan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TCWJc_h6KlI/AAAAAAAAAWU/l-D8ii3vD3I/s1600/many-reasons-why-we-pray.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TCWJc_h6KlI/AAAAAAAAAWU/l-D8ii3vD3I/s200/many-reasons-why-we-pray.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486942852203817554" /&gt;&lt;/a&gt; Ada seorang bocah kelas 4 SD di suatu daerah di Milaor Camarine Sur (Filipina) yang setiap hari mengambil rute melintasi daerah tanah berbatuan dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya dimana banyak kendaraan yang melaju kencang dan tidak beraturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali berhasil menyeberangi jalan raya tersebut, bocah ini mampir sebentar ke Gereja setiap pagi hanya untuk menyapa Tuhan. Tindakannya selama ini diamati oleh seorang Pendeta yang merasa terharu menjumpai sikap bocah yang lugu dan beriman tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana kabarmu Andoy? Apakah kamu akan ke sekolah ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, Bapa Pendeta!" balas Andoy dengan senyumnya yang menyentuh hati Pendeta tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia begitu memperhatikan keselamatan Andoy sehingga suatu hari dia berkata kepada bocah tersebut,"Jangan menyeberang jalan raya sendirian, setiap kali pulang sekolah kamu boleh mampir ke Gereja dan saya akan menemani kamu ke seberang jalan . jadi dengan cara tersebut saya bisa memastikan kamu pulang ke rumah dengan selamat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih, Bapa Pendeta."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa kamu tidak pulang sekarang ?? . apakah kamu tinggal di Gereja setelah pulang sekolah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku hanya ingin menyapa kepada Tuhan .. sahabatku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Pendeta itu segera meninggalkan Andoy untuk melewatkan waktunya didepan altar berbicara sendiri, tapi kemudian Pendeta tersebut bersembunyi dibalik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andoy kepada Bapa di Surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku tidak mencontek walaupun temanku melakukannya . aku makan satu kue dan minum airku . Ayahku mengalami musim paceklik dan yang bisa kumakan anyalah kue ini. Terima kasih buat kue ini Tuhan! . aku tadi melihat anak kucing malang yang kelaparan dan aku memberikan kueku yang terakhir buatnya .. lucunya, aku nggak begitu lapar. Lihat, ini selopku yang terakhir . aku mungkin harus berjalan tanpa sepatu minggu depan. Engkau tahu ini sepatu ini akan rusak, tapi tidak apa-apa .. paling tidak aku tetap dapat pergi ke sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang berbicara bahwa kami akan mengalami musim panen yang susah bulan ini, bahkan beberapa temanku sudah berhenti sekolah . tolong bantu mereka supaya bisa sekolah lagi . tolong Tuhan ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya, Engkau tahu Ibu memukulku lagi. Ini memang menyakitkan, tapi aku tahu sakit ini akan hilang, paling tidak aku masih punya seorang Ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan . Engkau mau lihat lukaku ??? Aku tahu Engkau mampu menyembuhkannya, disini .. disini .. aku rasa Engkau tahu yang ini khan ..??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tolong jangan marahi Ibuku ya ..??? dia hanya sedang lelah dan kuatir akan kebutuhan makanan dan biaya sekolahku .. Itulah mengapa dia memukul kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh Tuhan. aku rasa aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis yang cantik dikelasku, namanya Anita ... menurut Engkau apakah dia akan menyukaiku ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun juga paling tidak aku tahu Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak usah menjadi siapapun hanya untuk menyenangkanMu. Engkau adalah sahabatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hei .. ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunggu saja sampai Engkau lihat, aku punya hadiah untukMu . tapi ini kejutan bagiMu. Aku berharap Engkau akan menyukainya.Ooops aku harus pergi sekarang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Andoy segera berdiri dan memanggil Pendeta itu, "Bapa Pendeta ..Bapa Pendeta..aku sudah selesai bicara dengan sahabatku, anda bisa menemaniku menyeberang jalan sekarang!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan tersebut berlangsung setiap hari, Andoy tidak pernah absen sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap hari Minggu karena dia belum pernah melihat suatu iman dan kepercayaan yang murni kepada Allah .. suatu pandangan positif dalam situasi yang negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari Natal, Pendeta Agaton jatuh sakit sehingga dia tidak bisa memimpin gereja dan dirawat di rumah sakit. Gereja diserahkan pengelolaannya kepada 4 wanita tua yang tidak pernah tersenyum dan selalu menyalahkan segala sesuatu yang orang lain perbuat. Mereka juga sering mengutuki orang yang menyinggung mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka sedang berlutut memegangi rosario mereka ketika Andoy tiba dari pesta natal di sekolahnya, dan menyapa "Halo Tuhan..Aku ...'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kurang ajar kamu bocah !!! tidakkah kamu lihat kami sedang berdoa ??!!! Keluar.!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andoy begitu terkejut, " Dimana Bapa Pendeta Agaton ..??? dia seharusnya membantuku menyeberangi jalan raya .. dia selalu menyuruhku mampir lewat pintu belakang Gereja . tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Tuhan Yesus - ini hari ulang tahunNya, aku punya hadiah untukNya ."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Andoy mau mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang dari keempat wanita itu menarik kerahnya dan mendorongnya keluar Gereja. Sambil membuat tanda salib ia berkata "Keluarlah bocah .. kamu akan mendapatkannya !!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu Andoy tidak punya pilihan lain kecuali sendirian menyeberangi jalan raya yang berbahaya tersebut didepan Gereja. Dia mulai menyeberang .ketika tiba-tiba sebuah bus datang melaju dengan kencang - disitu ada tikungan yang tidak terlihat pandangan. Andoy melindungi hadiah tersebut didalam saku bajunya, sehingga dia tidak melihat datangnya bus tersebut. Waktunya hanya sedikit untuk menghindar .. dan Andoy tewas seketika. Orang-orang disekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh bocah malang tersebut yang sudah tak bernyawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba, entah muncul darimana ada seorang pria berjubah putih dengan wajah yang halus dan lembut namun penuh dengan air mata datang dan memeluk tubuh bocah malang tersebut. Dia menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang penasaran dengan dirinya dan bertanya, " Maaf Tuan.apakah anda keluarga bocah malang ini ? Apakah anda mengenalnya ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria tersebut dengan hati yang berduka karena penderitaan yang begitu dalam segera berdiri dan berkata," Dia adalah sahabatku." Hanya itulah yang dia katakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengambil bungkusan hadiah dari dalam baju bocah malang tersebut dan menaruhnya didadanya. Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh bocah malang tersebut dan keduanya kemudian menghilang. Kerumunan orang tersebut semakin penasaran...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di malam Natal, Pendeta Agaton menerima berita yang sungguh mengejutkan. Dia berkunjung ke rumah Andoy untuk memastikan pria misterius berjubah putih tersebut. Pendeta itu bertemu dan bercakap-cakap dengan kedua orang tua Andoy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana anda mengetahui putera anda meninggal ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seorang pria berjubah putih yang membawanya kemari." ucap ibu Andoy terisak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa katanya ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Andoy berkata ,"Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat berduka. Kami tidak mengenalnya namun dia terlihat sangat kesepian atas meninggalnya Andoy sepertinya Dia begitu mengenal Andoy dengan baik. Tapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan menegani Dirinya. Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menyibakkan rambut Andoy dari wajahnya dan memberikan kecupan di keningnya kemudian Dia membisikkan sesuatu .."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang dia katakan ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia berkata kepada puteraku .." Ujar sang Ayah "Terima kasih buat kadonya . Aku akan segera berjumpa denganmu . engkau akan bersamaku." Dan sang Ayah melanjutkan, "Anda tahu kemudian . semuanya itu terasa begitu indah .. aku menangis tetapi tidak tahu mengapa bisa demikian. Yang aku tahu aku menangis karena bahagia .. aku tidak dapat menjelaskannya Bapa Pendeta, tetapi ketika Dia meninggalkan kami ada suatu kedamaian yang memenuhi hati kami, aku merasakan kasihnya yang begitu dalam di hatiku.. aku tidak dapat melukiskan sukacita didalam hatiku. Aku tahu puteraku sudah berada di Surga sekarang. Tapi tolong katakan padaku, Bapa Pendeta..siapakah Pria ini yang selalu bicara dengan puteraku setiap hari di Gerejamu ? anda seharusnya mengetahui karena anda selalu berada disana setiap hari . kecuali pada waktu puteraku meninggal ."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendeta Agaton tiba-tiba merasa air matanya menetes dipipinya, dengan lutut gemetar dia berbisik," Dia tidak berbicara dengan siapa-siapa .. kecuali dengan Tuhan."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-6562246664560306281?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/6562246664560306281/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/06/bicara-dengan-tuhan.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/6562246664560306281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/6562246664560306281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/06/bicara-dengan-tuhan.html' title='Bicara Dengan Tuhan'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/TCWJc_h6KlI/AAAAAAAAAWU/l-D8ii3vD3I/s72-c/many-reasons-why-we-pray.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-8250870036698613597</id><published>2010-05-28T13:58:00.000+07:00</published><updated>2010-05-28T13:58:00.391+07:00</updated><title type='text'>Nelayan Jepang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/S_I77lMtXwI/AAAAAAAAAWM/XoM-5VWD8tw/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 113px; height: 135px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/S_I77lMtXwI/AAAAAAAAAWM/XoM-5VWD8tw/s200/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472502391992311554" /&gt;&lt;/a&gt; Orang Jepang sejak lama menyukai ikan segar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi tidak banyak ikan yang tersedia di perairan yang dekat dengan Jepang dalam beberapa dekade ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi untuk memberi makan populasi Jepang, kapal-kapal penangkap ikan bertambah lebih besar dari sebelumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin jauh para nelayan pergi, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk membawa&lt;br /&gt;hasil tangkapan itu ke daratan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika perjalanan pulang mencapai beberapa hari, ikan tersebut tidak segar lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Jepang tidak menyukai rasanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan perikanan memasang freezer di kapal mereka. Mereka akan menangkap ikan dan langsung membekukannya di laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Freezer memungkinkan kapal-kapal nelayan untuk pergi semakin jauh dan lama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, orang Jepang dapat merasakan perbedaan rasa antara ikan segar dan beku, dan mereka tidak menyukai ikan beku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan beku harganya menjadi lebih murah. Sehingga perusahaan perikanan memasang&lt;br /&gt;tangki-tangki penyimpan ikan di kapal mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para nelayan akan menangkap ikan dan langsung menjejalkannya ke dalam tangki hingga&lt;br /&gt;berdempet-dempetan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selama beberapa saat saling bertabrakan, ikan-ikan tersebut berhenti bergerak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka kelelahan dan lemas, tetapi tetap hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, orang Jepang masih tetap dapat merasakan perbedaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ikan tadi tidak bergerak selama berhari-hari, mereka kehilangan rasa ikan segarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Jepang menghendaki rasa ikan segar yang lincah, bukan ikan yang lemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakan perusahaan perikanan Jepang mengatasi masalah ini? Bagaimana mereka membawa ikan dengan rasa segar ke Jepang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjaga agar rasa ikan tersebut tetap segar, perusahaan perikanan Jepang tetap menyimpan ikan di dalam tangki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kini mereka memasukkan seekor ikan hiu kecil ke dalam masing-masing tangki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ikan hiu memakan sedikit ikan, tetapi kebanyakan ikan sampai dalam kondisi yang sangat hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan-ikan tersebut tertantang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_____________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font color="#ff66ff"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;b&gt;Renungan :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan menghindari tantangan, melompatlah ke dalamnya dan&lt;br /&gt;taklukanlah. Nikmatilah permainannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tantangan anda terlalu besar atau terlalu banyak, jangan&lt;br /&gt;menyerah. Kegagalan jangan membuat anda lelah, sebaliknya, atur&lt;br /&gt;kembali strategi. Temukanlah lebih banyak keteguhan, pengetahuan, dan&lt;br /&gt;bantuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda telah mencapai tujuan anda, rencanakanlah tujuan yang lebih&lt;br /&gt;besar lagi. Begitu kebutuhan pribadi atau keluarga anda terpenuhi,&lt;br /&gt;berpindahlah ke tujuan untuk kelompok anda, masyarakat, bahkan umat&lt;br /&gt;manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan ciptakan kesuksesan dan tidur di dalamnya. Anda memiliki&lt;br /&gt;sumber daya, keahlian, dan kemampuan untuk membuat perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, masukkanlah seekor ikan hiu di tangki anda dan lihat berapa&lt;br /&gt;jauh yang dapat anda lakukan dan capai !&lt;/font &gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-8250870036698613597?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/8250870036698613597/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/05/nelayan-jepang.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/8250870036698613597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/8250870036698613597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/05/nelayan-jepang.html' title='Nelayan Jepang'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/S_I77lMtXwI/AAAAAAAAAWM/XoM-5VWD8tw/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-882223382579450291</id><published>2010-05-24T13:45:00.000+07:00</published><updated>2010-05-24T13:45:00.381+07:00</updated><title type='text'>Jari-jari Roda</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/S_I5qrlqYvI/AAAAAAAAAWE/GU-X3cgwdz0/s1600/roda+itu+berputar.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 199px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/S_I5qrlqYvI/AAAAAAAAAWE/GU-X3cgwdz0/s200/roda+itu+berputar.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472499902626554610" /&gt;&lt;/a&gt; Suatu ketika, ada sebuah roda yang kehilangan salah satu jari-jarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tampak sedih. Tanpa jari-jari yang lengkap, tentu, ia tak bisa lagi&lt;br /&gt;berjalan dengan lancar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini terjadi saat ia melaju terlalu kencang ketika melintasi hutan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena terburu-buru, ia melupakan, ada satu jari-jari yang jatuh dan terlepas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini sang roda pun bingung. Kemana kah hendak di cari satu bagian tubuhnya itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang roda pun berbalik arah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia kembali menyusuri jejak-jejak yang pernah di tinggalkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan, di tapakinya jalan-jalan itu. Satu demi satu di perhatikannya dengan seksama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap benda di amati, dan di cermati, berharap, akan di temukannya jari-jari yang hilang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditemuinya kembali rerumputan dan ilalang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dihampirinya kembali bunga-bunga di tengah padang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikunjunginya kembali semut dan serangga kecil di jalanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dilewatinya lagi semua batu-batu dan kerikil-kerikil pualam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hei....semuanya tampak lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, sewaktu sang roda melintasi jalan itu dengan laju yang kencang, semua hal tadi cuma berbentuk titik-titik kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya, tampak biasa, dan tak istimewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kini, semuanya tampak lebih indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rerumputan dan ilalang, tampak menyapanya dengan ramah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka kini tak lagi hanya berupa batang-batang yang kaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tampak tersenyum, melambai tenang, bergoyang dan menyampaikan salam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujung-ujung rumput itu, bergesek dengan lembut di sisi sang roda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang roda pun tersenyum dan melanjutkan pencariannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunga-bunga pun tampak lebih indah. Harum dan semerbaknya, lebih terasa&lt;br /&gt;menyegarkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuntum-kuntum yang baru terbuka, menampilkan wajah yang cerah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelopak-kelopak yang tumbuh, menari, seakan bersorak pada sang roda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang roda tertegun dan berhenti sebentar. Sang bunga pun merunduk, memberikan salam hormat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perlahan, dilanjutkannya kembali perjalanannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, semut dan serangga kecil itu, mulai berbaris, dan memberikan salam yang paling&lt;br /&gt;semarak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaki-kaki mereka bertepuk, membunyikan keriangan yang meriah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayap-sayap itu bergetar, seakan ada ribuan genderang yang di tabuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka saling menyapa. Dan, serangga itu pun memberikan salam, dan doa pada sang Roda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula batu dan kerikil pualam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kilau yang hadir, tampak berbeda jika di lihat dari mata yang tergesa-gesa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka lebih indah, dan setiap sisi batu itu memancarkan kemilau yang teduh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada lagi sisi dan ujung yang tajam dari batu yang kerap mampir di tubuh sang Roda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua batu dan pualam, membuka jalan, memberikan kesempatan untuk melanjutkan perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lama berjalan, akhirnya, ditemukannya jari-jari yang hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang roda pun senang. Dan ia berjanji, tak akan tergesa-gesa dan berjalan terlalu kencang dalam melakukan tugasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font color="#ff66ff"&gt;Teman, begitulah hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita, seringkali berlaku seperti roda-roda yang berjalan terlalu kencang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sering melupakan, ada saat-saat indah, yang terlewat di setiap kesempatan. Ada banyak hal-hal kecil, yang sebetulnya menyenangkan, namun kita lewatkan karena terburu-buru dan tergesa-gesa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati kita, kadang terlalu penuh dengan target-target, yang membuat kita hidup dalam kebimbangan dan ketergesaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah kita, kadang selalu dalam keadaan panik, dan lupa, bahwa di sekitar kita banyak sekali hikmah yang perlu di tekuni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti saat roda yang terlupa pada rumput, ilalang, semut dan pualam, kita pun sebenarnya sedang terlupa pada hal-hal itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman, coba, susuri kembali jalan-jalan kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cermati, amati, dan perhatikan setiap hal yang pernah kita lewati. Runut kembali perjalanan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah kebahagiaan yang terlupakan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah keindahan yang tersembunyi dan alpa kita nikmati? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenanglah ingatan-ingatan lalu. Susuri dengan perlahan. Temukan keindahan itu!!&lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-882223382579450291?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/882223382579450291/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/05/jari-jari-roda.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/882223382579450291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/882223382579450291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/05/jari-jari-roda.html' title='Jari-jari Roda'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/S_I5qrlqYvI/AAAAAAAAAWE/GU-X3cgwdz0/s72-c/roda+itu+berputar.gif' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-418857544060431303</id><published>2010-05-21T13:36:00.000+07:00</published><updated>2010-05-21T13:36:00.300+07:00</updated><title type='text'>Terlalu Bodoh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/S_I27EiPh4I/AAAAAAAAAV8/2gyw4AQsADI/s1600/thomas-edison.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 154px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/S_I27EiPh4I/AAAAAAAAAV8/2gyw4AQsADI/s200/thomas-edison.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472496885666121602" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;font color="#ff66ff"&gt;“Sukses, yang merupakan sesuatu yang sederhana pada akhirnya, dibuat dari ribuan hal yang tidak sungguh-sungguh kita ketahui”&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Rainer Maria Pilke)&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak berusia 6 tahun pulang ke rumah dengan muka berseri-seri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mamanya menyongsongnya dengant tangan terbuka, anak itu menyodorkan sepucuk surat dari gurunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan segera Ibu itu membuka surat tersebut dan tiba-tiba seluruh tubuhnya gemetar, matanya membasah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat itu berbunyi : &lt;b&gt;“Anak ini terlalu bodoh untuk dididik. Kami mengembalikannya kepada Anda. Mulai besok, dia tidak perlu sekolah lagi.”&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan air mata bercucuran, Ibu itu langsung mengangkat anak itu dan memeluknya erat-erat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan suara terbata-bata Ibu itu berkata, “Nak, mulai besok, Ibu sendirilah yang akan mendidikmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_____________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak yang “terlalu bodoh untuk dididik” ini semasa hidupnya ternyata mampu mematenkan 3000 penemuan baik atas nama pribadinya atau orang-orang yang bekerja untuknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang itu adalah Thomas Alva Edison, penemu microphone (1877), phonograph (1878) dan bola lampu (1879).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah mengherankan jika orang yang pernah berkata bahwa sukses itu merupakan paduan antara inspirasi (1%) dan perspirasi (99%) itu memuji Ibunya, Nancy Elliot : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font color="#ff8c00" &gt;“Saya tidak bisa menikmati belaian Ibu saya dalam waktu yang lama, tetapi dia telah memberikan pengaruhnya yang berlangsung sepanjang hidup saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh baiknya pada masa muda saya tidak akan pernah saya lupakan. Tanpa penghargaan dan imannya pada masa kritis saya, saya tidak akan pernah menjadi seorang penemu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dulu adalah seorang anak yang ceroboh dan tanpa seorang Ibu dengan caliber seperti itu, saya pasti menjadi orang yang bobrok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ketegasannya, kelembutannya dan kebaikannya merupakan kuasa yang luar biasa yang membuat saya tetap di jalan yang benar. Ibulah yang membentuk saya. Ingatan akan dia selalu merupakan berkat bagi saya.”&lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-418857544060431303?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/418857544060431303/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/05/terlalu-bodoh.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/418857544060431303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/418857544060431303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/05/terlalu-bodoh.html' title='Terlalu Bodoh'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/S_I27EiPh4I/AAAAAAAAAV8/2gyw4AQsADI/s72-c/thomas-edison.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-9022067954254588474</id><published>2010-05-18T13:09:00.003+07:00</published><updated>2010-05-18T13:32:34.539+07:00</updated><title type='text'>KEMATIAN, MASA LALU, NAFSU, AMANAH, IBADAH, &amp; LIDAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/S_Iz4I5XyAI/AAAAAAAAAV0/ykyZV7Ld8hQ/s1600/tangan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/S_Iz4I5XyAI/AAAAAAAAAV0/ykyZV7Ld8hQ/s200/tangan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472493536762382338" /&gt;&lt;/a&gt; Suatu hari Seorang Guru berkumpul dengan murid-muridnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu beliau mengajukan enam pertanyaan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font color="#ff8c00" size="3" face="Arial,Helvetica,sans-serif"&gt;Pertama...&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini...???"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murid-muridnya ada yang menjawab...&lt;br /&gt;"orang tua", "guru", "teman", dan "kerabatnya"...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Guru menjelaskan semua jawaban itu benar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "kematian"...&lt;br /&gt;Sebab kematian adalah PASTI adanya.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Sang Guru meneruskan pertanyaan &lt;font color="#ff8c00" size="3" face="Arial,Helvetica,sans-serif"&gt;kedua...&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini...???"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murid-muridnya ada yang menjawab...&lt;br /&gt;"negara Cina", "bulan", "matahari", dan "bintang-bintang"...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Sang Guru menjelaskan bahwa semua jawaban yang diberikan adalah benar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang paling benar adalah "masa lalu"...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa pun kita... bagaimana pun kita...dan betapa kayanya kita... tetap kita&lt;br /&gt;TIDAK bisa kembali ke masa lalu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab itu kita harus menjaga hari ini... dan hari-hari yang akan datang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Guru meneruskan dengan pertanyaan yang &lt;font color="#ff8c00" size="3" face="Arial,Helvetica,sans-serif"&gt;ketiga...&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang paling besar di dunia ini...???"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murid-muridnya ada yang menjawab&lt;br /&gt;"gunung", "bumi", dan "matahari"...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua jawaban itu benar kata Sang Guru ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "nafsu"...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak manusia menjadi celaka karena memperturutkan hawa nafsunya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala cara dihalalkan demi mewujudkan impian nafsu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, kita harus hati-hati dengan hawa nafsu ini... jangan sampai nafsu&lt;br /&gt;membawa kita ke neraka (atau kesengsaraan dunia dan akhirat)...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan &lt;font color="#ff8c00" size="3" face="Arial,Helvetica,sans-serif"&gt;keempat&lt;/font&gt; adalah...&lt;br /&gt;"Apa yang paling berat di dunia ini...???"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara muridnya ada yang menjawab...&lt;br /&gt;"baja", "besi", dan "gajah"...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semua jawaban hampir benar...", kata Sang Guru ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang paling berat adalah "memegang amanah"...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang &lt;font color="#ff8c00" size="3" face="Arial,Helvetica,sans-serif"&gt;kelima &lt;/font&gt;adalah... "Apa yang paling ringan di dunia ini...???"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menjawab "kapas", "angin", "debu", dan "daun-daunan"...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semua itu benar...", kata Sang Guru...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang paling ringan di dunia ini adalah "meninggalkan ibadah"...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu pertanyaan &lt;font color="#ff8c00" size="3" face="Arial,Helvetica,sans-serif"&gt;keenam &lt;/font&gt;adalah...&lt;br /&gt;"Apakah yang paling tajam di dunia ini...???"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murid-muridnya menjawab dengan serentak... "PEDANG...!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"(hampir) Benar...", kata Sang Guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi yang paling tajam adalah "lidah manusia"...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati... dan melukai perasaan saudaranya sendiri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah kita menjadi seseorang yang selalu ingat akan &lt;b&gt;&lt;font color="#ff8c00" size="4" face="Arial,Helvetica,sans-serif"&gt;KEMATIAN&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senantiasa belajar dari &lt;b&gt;&lt;font color="#ff8c00" size="4" face="Arial,Helvetica,sans-serif"&gt;MASA LALU&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tidak menuruti &lt;b&gt;&lt;font color="#ff8c00" size="4" face="Arial,Helvetica,sans-serif"&gt;NAFSU&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;...???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah kita mampu &lt;b&gt;&lt;font color="#ff8c00" size="4" face="Arial,Helvetica,sans-serif"&gt;MENGEMBAN AMANAH &lt;/b&gt;&lt;/font&gt;sekecil apapun...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tidak &lt;b&gt;&lt;font color="#ff8c00" size="4" face="Arial,Helvetica,sans-serif"&gt;MENINGGALKAN IBADAH&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serta senantiasa &lt;b&gt;&lt;font color="#ff8c00" size="4" face="Arial,Helvetica,sans-serif"&gt;MENJAGA LIDAH kita&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;...???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-9022067954254588474?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/9022067954254588474/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/05/kematian-masa-lalu-nafsu-amanah-ibadah.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/9022067954254588474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/9022067954254588474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/05/kematian-masa-lalu-nafsu-amanah-ibadah.html' title='KEMATIAN, MASA LALU, NAFSU, AMANAH, IBADAH, &amp; LIDAH'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/S_Iz4I5XyAI/AAAAAAAAAV0/ykyZV7Ld8hQ/s72-c/tangan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-2489456814784620732</id><published>2010-04-28T10:03:00.000+07:00</published><updated>2010-04-28T10:03:00.596+07:00</updated><title type='text'>Domba</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/S7aw1annFXI/AAAAAAAAAVs/B8K4e2pUm-M/s1600/shaun.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 162px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/S7aw1annFXI/AAAAAAAAAVs/B8K4e2pUm-M/s200/shaun.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5455742430330951026" /&gt;&lt;/a&gt; Hal ini terjadi disuatu daerah yang banyak peternak domba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu musim panas yang cukup panjang, semua peternak mengeluh karena padang rumput kering sehingga makanan untuk domba-domba mereka sangat kurang, akibatnya domba-dombanya pada kurus kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada satu peternak yang tidak terkena imbas dari musim panas itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rombongan peternak itu lalu mendatangi peternak yang dombanya tetap gemuk dan bagus, sambil bertanya apa rahasianya sehingga ternaknya tetap sehat dan bagus dimusim kemarau yang panjang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya “Tidak ada yang jadi rahasia hingga domba saya tetap gemuk, mereka tetap makan rumput yang ada Cuma mungkin perbedaannya semua domba saya semua saya kasih kacamata hijau, jadi walaupun sebenarnya rumputnya coklat kepanasan tapi mereka menganggap rumputnya tetap hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font color="#ff66ff"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;b&gt;Moralnya…&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang punya masalah masing-masing, tinggal bagaimana kita melihat dengan kacamata masalah, problem atau kacamata yang lain.&lt;/span&gt; &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_________________________________________________&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-2489456814784620732?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/2489456814784620732/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/04/domba.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/2489456814784620732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/2489456814784620732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/04/domba.html' title='Domba'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/S7aw1annFXI/AAAAAAAAAVs/B8K4e2pUm-M/s72-c/shaun.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-7532508180525017571</id><published>2010-04-24T09:56:00.000+07:00</published><updated>2010-04-24T09:56:00.576+07:00</updated><title type='text'>Jagung</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/S7av1yuMV6I/AAAAAAAAAVk/XviXyAYEuTo/s1600/stockphotopro_74056494VNE_no_title.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 182px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/S7av1yuMV6I/AAAAAAAAAVk/XviXyAYEuTo/s200/stockphotopro_74056494VNE_no_title.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5455741337289381794" /&gt;&lt;/a&gt; Seorang wartawan mewawancari seorang petani untuk mengetahui rahasia di balik buah jagungnya yang selama bertahun-tahun selalu berhasil memenangkan kontes perlombaan hasil pertanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petani itu mengaku ia sama sekali tidak mempunyai rahasia khusus karena ia selalu membagi-bagikan bibit jagung terbaiknya pada tetangga-tetangga di sekitar perkebunannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa anda membagi-bagikan bibit jagung terbaik itu pada tetangga-tetangga anda? Bukankah mereka mengikuti kontes ini juga setiap tahunnya?" tanya sang wartawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tak tahukah anda?," jawab petani itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwa angin menerbangkan serbuk sari dari bunga-bunga yang masak dan&lt;br /&gt;menebarkannya dari satu ladang ke ladang yang lain. Bila tanaman jagung tetangga saya buruk, maka serbuk sari yang ditebarkan ke ladang saya juga buruk. Ini tentu menurunkan kualitas jagung saya. Bila saya ingin mendapatkan hasil jagung yang baik,&lt;br /&gt;saya harus menolong tetangga saya mendapatkan jagung yang baik pula."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==============================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font color="#ff66ff"&gt;Hikmah: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Begitu pula dengan usaha kita. Mereka yang ingin meraih keberhasilan harus menolong orang lain menjadi berhasil pula. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang menginginkan hidup dengan baik harus menolong orang lain untuk hidup dengan baik pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai dari hidup kita diukur dari kehidupan-kehidupan yang disentuhnya.&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-7532508180525017571?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/7532508180525017571/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/04/jagung.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/7532508180525017571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/7532508180525017571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/04/jagung.html' title='Jagung'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/S7av1yuMV6I/AAAAAAAAAVk/XviXyAYEuTo/s72-c/stockphotopro_74056494VNE_no_title.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-6409187822711637116</id><published>2010-04-20T09:46:00.001+07:00</published><updated>2010-04-20T09:46:00.154+07:00</updated><title type='text'>Kucing</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/S7as3eMvefI/AAAAAAAAAVc/AsZ6uMVWvNU/s1600/cartoon-cat-smile.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 187px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/S7as3eMvefI/AAAAAAAAAVc/AsZ6uMVWvNU/s200/cartoon-cat-smile.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5455738067605223922" /&gt;&lt;/a&gt; Seekor kucing kecil kurus duduk bersantai di tepi pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba tiba datang seekor rubah jantan besar yang hendak memangsanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kucing menantang : "Kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi di dalam gua itu! " kata kucing sambil menunjuk ke sebuah gua didekatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang kalah akan jadi santapan yang menang. Saya yakin saya akan menang !!" kata si kucing selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang rubah jantan merasa tertantang : "Oke, dimanapun jadi ! Masa sih kucing kecil bisa menang melawan aku ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merekapun masuk ke dalam gua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh menit kemudian sang kucing keluar gua sambil menggenggam sepotong paha rubah dan melahapnya dengan nikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang kucing kembali bersantai. Tiba tiba datang seekor serigala besar yang hendak memangsanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kucing menantang : "Kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi di dalam gua itu dan yang kalah akan jadi santapan yang menang ! Saya yakin saya akan menang !"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang serigala merasa tertantang : "Oke, dimanapun jadi ! Masa sih kucing kecil bisa menang melawan aku ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merekapun masuk ke dalam gua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh menit kemudian sang kucing keluar gua sambil menggenggam sepotong paha srigala dan melahapnya dengan nikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang kucing kembali bersantai. Tiba tiba datang seekor beruang besar yang hendak memangsanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kucing menantang : "Kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi di dalam gua itu dan yang kalah akan jadi santapan yang menang ! Saya yakin akan menang !"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang beruang merasa tertantang : "Oke, dimanapun jadi ! Masa sih kucing kecil bisa menang melawan aku ?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merekapun masuk ke dalam gua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh menit kemudian sang kucing keluar gua sambil menggenggam sepotong paha beruang dan melahapnya dengan nikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon kelapa melambai lambai. Lembayung senja sudah tiba, habis sudah waktu bersantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang kucing melongok kedalam gua tadi sambil melambai : "Hai, keluar, sudah sore, besok kita teruskan !!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarlah seekor singa dari lubang itu, sangat besar badannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menguap singa berkata :&lt;br /&gt;"Kerjasama kita sukses hari ini, kita makan kenyang. Dan saya tidak perlu berlari mengejar kencang "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font color="#ff66ff"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Note :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"The Winner" selalu berfikir mengenai kerja sama, sementara "The Looser" selalu berfikir bagaimana menjadi tokoh yang paling berjaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membentuk ikatan persahabatan, persaudaraan ataupun kerja sama, harus ada kerendahan hati dan keikhlasan.&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-6409187822711637116?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/6409187822711637116/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/04/kucing.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/6409187822711637116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/6409187822711637116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/04/kucing.html' title='Kucing'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/S7as3eMvefI/AAAAAAAAAVc/AsZ6uMVWvNU/s72-c/cartoon-cat-smile.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-7919317413527206518</id><published>2010-04-17T09:43:00.001+07:00</published><updated>2010-04-17T09:43:00.299+07:00</updated><title type='text'>Balap Mobil</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/S7aqN5LYtxI/AAAAAAAAAVU/Nz14prLjhmE/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 124px; height: 93px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/S7aqN5LYtxI/AAAAAAAAAVU/Nz14prLjhmE/s200/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5455735154269533970" /&gt;&lt;/a&gt; Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana sungguh meriah siang itu, sebab, ini adalah babak final.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya buatan sendiri, sebab, memang begitulah peraturannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibanding semua lawannya, mobil Mark lah yang paling tak sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip diatasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Mark bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 "pembalap" kecilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah diantaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sesaat kemudian, Mark meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matanya terpejam, dengan tangan tang bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata, "Ya, aku siap!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dor. Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayo..ayo... cepat..cepat, maju..maju", begitu teriak mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahha...sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, Mark lah pemenangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, semuanya senang, begitu juga Mark. Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati. "Terima kasih."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pembagian piala tiba. Mark maju ke depan dengan bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya. "Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mark terdiam. "Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan" kata Mark.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia lalu melanjutkan, "Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongmu mengalahkan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku, hanya bermohon pada Tuhan, supaya aku tak menangis, jika aku kalah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak, tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mark, tidaklah bermohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mark, tak memohon Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Mark, bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu sering kita berdoa pada Tuhan, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, bukankah yang kita butuh adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya, dan panduan-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita, sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin, Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng dan mudah menyerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, Tuhan sedang menguji setiap hamba-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, teman, berdoalah agar kita selalu tegar dalam setiap ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdoalah agar kita selalu dalam lindungan-Nya saat menghadapi itu semua. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-7919317413527206518?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/7919317413527206518/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/04/balap-mobil_17.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/7919317413527206518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/7919317413527206518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/04/balap-mobil_17.html' title='Balap Mobil'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/S7aqN5LYtxI/AAAAAAAAAVU/Nz14prLjhmE/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4657626213525520218.post-37940356418943316</id><published>2010-04-13T09:19:00.000+07:00</published><updated>2010-04-13T09:19:00.137+07:00</updated><title type='text'>Koin</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/S7anECRImvI/AAAAAAAAAVM/fJaqR3KthLU/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 142px; height: 117px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/S7anECRImvI/AAAAAAAAAVM/fJaqR3KthLU/s200/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5455731686375987954" /&gt;&lt;/a&gt; Dalam sebuah perang yang hebat, seorang Jenderal memutuskan untuk menyerang walaupun pasukannya lebih kecil jumlahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia penuh percaya diri untuk menang, tapi pasukannya penuh keraguan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan ke arena peperangan, mereka berhenti di sebuah kuil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berdoa bersama pasukannya, sang Jenderal mengambil sebuah koin dan berkata, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya sekarang akan melempar koin ini. Jika kepala, kita akan menang. Jika ekor, kita akan kalah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Takdir akan segera terungkap lewat lemparan koin ini"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia pun melempar koin ke atas dan semua anggota pasukannya mengamati dengan seksama saat koin itu mendarat. Ternyata kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua anggota pasukannya melompat kegirangan, menyaksikan takdir terungkap di depan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka pun maju ke medan peperangan dengan ganas, dan dengan penuh percaya diri menyerang lawannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah perang usai, seorang letnan mengatakan kepada Jenderalnya, &lt;br /&gt;"Tidak ada yang dapat mengubah takdir!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Betul sekali," sang Jenderal menjawab, sambil menunjukkan koin yang dilemparkan semalam kepada sang Letnan, yang mana kedua sisinya adalah KEPALA....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font color="#ff66ff"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;b&gt;Moral of the story :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang, yang kita butuhkan hanyalah satu komponen yang sering kali terlepas dari kita, &lt;b&gt;PERCAYA DIRI!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kadang, setelah semuanya selesai dan berhasil kita lakukan dengan sedikit memaksakan diri sebelumnya, kita sadar bahwa dengan sedikit &lt;b&gt;PERCAYA DIRI&lt;/b&gt; yang lebih tinggi, kita BISA.&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4657626213525520218-37940356418943316?l=yang-kung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yang-kung.blogspot.com/feeds/37940356418943316/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/04/koin.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/37940356418943316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4657626213525520218/posts/default/37940356418943316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yang-kung.blogspot.com/2010/04/koin.html' title='Koin'/><author><name>Yang Kung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01433531891965908908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/SsloV6U37oI/AAAAAAAAALg/_t7Py6wdsUo/S220/4881_1012054481636_1833260129_19269_7619287_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_qYSnMN7CwCo/S7anECRImvI/AAAAAAAAAVM/fJaqR3KthLU/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
